KabarJakarta.com— Polda Metro Jaya menyiagakan 8.095 personel gabungan untuk mengamankan berbagai kegiatan masyarakat di wilayah hukum DKI Jakarta pada Jumat. Pengamanan tersebut mencakup rangkaian Pidato Kenegaraan Presiden hingga sejumlah agenda lain yang diperkirakan menarik banyak warga.
Beberapa kegiatan yang menjadi perhatian aparat berlangsung di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, gelaran RI Fest di Gambir, Jakarta Pusat, Jambore Nasional Pramuka di Jakarta Timur, serta sejumlah aksi penyampaian pendapat di muka umum.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan ribuan personel telah disiapkan untuk memastikan seluruh kegiatan dapat berjalan aman dan tertib.
“Khusus untuk pengamanan kegiatan di kawasan Senayan, kita kerahkan kekuatan sebanyak 8.095 personel gabungan,” ujar Budi di Jakarta, Jumat (14/8).
Menurut Budi, pengerahan personel dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan karakteristik setiap kegiatan. Polisi juga memetakan potensi kerawanan serta kebutuhan pengamanan di masing-masing lokasi.
Jumlah personel tersebut terdiri atas berbagai unsur. Rinciannya, sebanyak 800 personel berasal dari Mabes Polri, 4.230 personel dari Polda Metro Jaya, 1.163 personel dari polres jajaran, 1.850 personel TNI, serta 52 personel dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Personel Pemprov DKI Jakarta yang terlibat berasal dari sejumlah unsur, yakni Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan pemadam kebakaran.
Budi memastikan pengamanan tidak hanya berorientasi pada penjagaan, tetapi juga pelayanan kepada masyarakat. Polisi diminta mengutamakan pendekatan yang persuasif untuk mencegah munculnya gangguan selama kegiatan berlangsung.
“Polda Metro Jaya telah siapkan personel untuk memberikan pelayanan dan pengamanan. Seluruh personel akan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis, agar kegiatan masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan tertib,” paparnya.
Pengamanan dilakukan secara berlapis dengan mengutamakan langkah preemtif dan preventif. Penegakan hukum menjadi langkah terakhir apabila kondisi di lapangan memang membutuhkan tindakan tersebut.
Budi juga menegaskan bahwa seluruh personel yang bertugas dalam pengamanan kegiatan dilarang membawa senjata api. Kebijakan itu menjadi bagian dari upaya menjaga pelaksanaan pengamanan tetap mengedepankan pendekatan humanis.
Selain pengamanan personel, kepolisian menyiapkan skema pengaturan lalu lintas secara situasional. Rekayasa lalu lintas akan dilakukan berdasarkan perkembangan arus kendaraan di lapangan.
Pengalihan arus tidak akan dilakukan secara otomatis. Langkah tersebut baru diterapkan apabila terjadi peningkatan kepadatan yang berpotensi mengganggu kelancaran mobilitas masyarakat.
Polisi secara khusus mengingatkan warga yang akan beraktivitas di sekitar kawasan Senayan, Jalan Gatot Subroto, Palmerah, dan kompleks DPR/MPR RI agar memperhitungkan waktu perjalanan.
“Masyarakat yang beraktivitas di sekitaran Senayan, Jalan Gatot Subroto, Palmerah, dan kawasan DPR/MPR RI kami imbau memperhitungkan waktu perjalanan, serta mengikuti arahan petugas apabila terjadi peningkatan arus kepadatan,” tutur Budi.
Polda Metro Jaya juga mengajak masyarakat tetap tenang dan ikut menjaga ketertiban selama berbagai agenda berlangsung. Warga yang membutuhkan bantuan kepolisian dapat menghubungi layanan Call Center Polri 110.






