KabarJakarta.com — Ribuan personel kepolisian disiagakan untuk mengawal aksi penyampaian pendapat mahasiswa di sejumlah kawasan Jakarta Pusat, Selasa (18/8). Polres Metro Jakarta Pusat menurunkan 6.962 personel untuk memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat secara berlebihan.
Pengamanan difokuskan di sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan Patung Arjuna Wiwaha di kawasan Silang Monas. Di tengah pengerahan personel dalam jumlah besar, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold EP Hutagalung menekankan bahwa pendekatan humanis harus menjadi dasar dalam menghadapi massa aksi.
Reynold mengingatkan anggotanya bahwa mahasiswa yang turun ke jalan bukanlah pihak yang harus dihadapi sebagai lawan. Mereka merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki hak untuk menyampaikan pendapat.
“Saya titip ke seluruh personel, adik-adik mahasiswa adalah keluarga kita. Mereka bukanlah lawan, melainkan warga masyarakat yang harus kita layani, kita jaga, dan kita amankan dengan sebaik-baiknya,” kata Reynold dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (18/8).
Pesan tersebut menjadi penekanan dalam pelaksanaan pengamanan. Personel diminta tetap sabar dan tidak mudah terpancing oleh situasi yang berkembang di lapangan. Setiap tindakan harus dilakukan secara terukur dan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.
Reynold juga meminta seluruh anggota bekerja dalam satu komando. Tidak boleh ada personel yang mengambil keputusan sendiri atau bergerak di luar instruksi pimpinan.
“Seluruh tindakan di lapangan harus 1 komando. Tidak boleh ada inisiatif sendiri tanpa instruksi. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, terukur, humanis, dan sesuai prosedur,” ujarnya.
Salah satu hal yang turut dipastikan dalam pengamanan kali ini adalah tidak adanya anggota yang membawa maupun menggunakan senjata api dalam pelayanan aksi unjuk rasa.
Pendekatan komunikasi persuasif juga menjadi bagian penting untuk mengantisipasi dinamika massa. Polisi diminta mengutamakan dialog dan menjaga situasi agar tetap terkendali.
Di sisi lain, Reynold mengingatkan mahasiswa untuk tetap memperhatikan kondisi di sekitar lokasi aksi. Ia meminta peserta waspada terhadap kemungkinan adanya kelompok lain yang berusaha masuk dan memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memicu kericuhan.
“Jangan sampai ada kelompok-kelompok lain yang mencoba masuk, provokasi, atau menunggangi aksi penyampaian pendapat yang dilindungi undang-undang ini,” katanya.
Secara keseluruhan, Polda Metro Jaya menyiapkan 9.242 personel gabungan untuk melayani dan mengamankan aksi penyampaian pendapat dari sejumlah elemen mahasiswa yang berlangsung di beberapa titik Jakarta.
Reynold mengungkapkan, kawasan Bundaran HI pada dasarnya bukan lokasi yang diperuntukkan sebagai tempat penyampaian aspirasi karena terdapat aktivitas perekonomian dan kegiatan masyarakat lainnya. Karena itu, pengamanan juga diarahkan agar kegiatan warga tetap dapat berjalan.
Untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, personel Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan Satlantas Polres Metro Jakarta Pusat telah ditempatkan di sejumlah titik, termasuk Bundaran HI dan Patung Kuda.
Rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional. Artinya, pengaturan maupun pengalihan arus akan menyesuaikan kondisi nyata di lapangan dan perkembangan massa.
“Kami sampaikan kepada masyarakat agar tetap beraktivitas seperti biasa. Untuk arus lalu lintas, petugas akan tetap melakukan pengaturan di lapangan,” ungkap Reynold.
Dengan pengamanan berlapis tersebut, kepolisian berharap aksi mahasiswa dapat berlangsung tertib tanpa mengganggu keamanan dan aktivitas warga Jakarta. Di sisi lain, ruang penyampaian aspirasi tetap dihormati selama berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku.






