LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Diresmikan, Babak Baru Transportasi Jakarta

LRT Jakarta yang akan menghubungkan Stasiun Kelapa Gading dengan Stasiun Manggarai dijadwalkan beroperasi pada 26 Agustus 2026. Foto: Jakpro

KabarJakarta.com – Jakarta bersiap memasuki babak baru dalam pengembangan transportasi publik. LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai dijadwalkan resmi beroperasi pada 26 Agustus 2026. Peresmian jalur sepanjang 12,2 kilometer itu rencananya dilakukan Presiden RI Prabowo Subianto.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan seluruh persiapan terus dilakukan agar layanan LRT tersebut dapat segera digunakan masyarakat. Ia berharap peresmian berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Mudah-mudahan tanggal 26 Agustus akan diresmikan oleh Bapak Presiden Prabowo,” ujar Pramono di Jakarta, Sabtu (23/8).

Kehadiran LRT Kelapa Gading-Manggarai menjadi bagian penting dari upaya memperkuat jaringan transportasi publik Jakarta. Jalur ini dirancang menghubungkan kawasan Jakarta Utara dengan salah satu pusat transportasi terbesar di Jakarta, yakni Manggarai.

Dengan 11 stasiun yang dilayani, LRT tersebut diproyeksikan mampu mengangkut hingga 80 ribu penumpang setiap hari. Waktu perjalanan dari Kelapa Gading menuju Manggarai juga ditargetkan hanya sekitar 28 menit.

Sebelas stasiun itu meliputi Stasiun Kelapa Gading, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, Velodrome, Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, hingga Manggarai.

Bukan sekadar jalur baru, LRT ini juga dirancang terhubung dengan moda transportasi lainnya. Stasiun Rawamangun, Pramuka, Matraman, dan Proklamasi terintegrasi dengan layanan Transjakarta. Sementara Stasiun Manggarai menjadi titik penting untuk berpindah ke KRL Commuter Line, kereta bandara, maupun Transjakarta.

Integrasi tersebut dinilai penting karena perjalanan masyarakat Jakarta tidak berhenti pada satu moda transportasi. Kemudahan berpindah dari LRT ke moda lain diharapkan membuat penggunaan angkutan umum semakin praktis dan mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.

Setelah jalur Kelapa Gading-Manggarai diresmikan, Pemprov DKI Jakarta berencana melanjutkan pembangunan LRT hingga kawasan Dukuh Atas. Kawasan tersebut memang diproyeksikan menjadi salah satu pusat integrasi transportasi Jakarta.

Di sana, pemerintah juga tengah membangun pedestrian deck yang menghubungkan sejumlah layanan transportasi, mulai dari MRT, kereta bandara, LRT, KRL, hingga Transjakarta. Kehadiran jalur pedestrian itu diharapkan membuat perpindahan antarmoda menjadi lebih mudah dan nyaman bagi penumpang.

Pramono mengungkapkan pembangunan jaringan tersebut bukan hanya soal menambah jalur kereta, tetapi juga membangun sistem transportasi yang saling terhubung.

“Dan ini yang menjadi backbone (tulang punggung) utama transportasi yang akan mengubah wajah Jakarta,” terangnya.

Jika seluruh rencana berjalan sesuai target, LRT Kelapa Gading-Manggarai tidak hanya memangkas waktu perjalanan, tetapi juga memperkuat konektivitas antarwilayah. Tantangan berikutnya adalah memastikan integrasi antarmoda benar-benar berjalan baik sehingga masyarakat merasakan manfaatnya dalam perjalanan sehari-hari.

Pada akhirnya, keberhasilan LRT Jakarta akan sangat ditentukan oleh kemudahan akses, ketepatan waktu, kenyamanan, serta kemampuan sistem tersebut terhubung dengan moda transportasi lain. Bagi warga Jakarta, pembangunan ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan bagian dari perubahan cara bergerak di tengah kota yang semakin padat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *