KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tetap Aman di Tengah Sebaran Abu Anak Krakatau

Dokumentasi - Penumpang kereta api di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. PT KAI Daop 1 Jakarta mencatat arus balik penumpang masa libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW, dimulai hari ini, dengan total 30.667 penumpang tiba di sejumlah stasiun wilayah Daop 1 Jakarta. Foto: KAI Daop 1 Jakarta

KabarJakarta.com — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta memastikan perjalanan kereta api tetap berjalan aman dan lancar di tengah adanya sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu (6/9).

KAI Daop 1 Jakarta menyatakan kondisi tersebut sejauh ini belum mengganggu keselamatan maupun kelancaran perjalanan kereta api. Pemantauan terhadap jalur dan stasiun juga terus dilakukan untuk mengantisipasi perubahan kondisi di lapangan.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan sebaran abu vulkanik yang terpantau di sejumlah wilayah belum memberikan dampak terhadap operasional kereta api.

“Sebaran abu vulkanik yang terpantau di sejumlah wilayah, sejauh ini, belum mengganggu keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api,” kata Franoto dalam keterangan resmi, Minggu (6/9).

Menurut dia, KAI terus melakukan pengawasan terhadap kondisi jalur kereta api dan stasiun. Petugas juga telah disiagakan di sejumlah titik untuk melakukan pemantauan secara berkala.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi jika terjadi perubahan kondisi akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Pengawasan tidak hanya dilakukan terhadap kondisi jalur, tetapi juga mencakup situasi di stasiun dan jarak pandang masinis selama perjalanan.

“Kami pastikan aspek keselamatan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama. Petugas kami terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jalur, jarak pandang masinis, serta  stasiun di sepanjang perjalanan,” ujar Franoto.

KAI juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau. Pergerakan sebaran abu vulkanik menjadi salah satu hal yang diperhatikan karena dapat berubah mengikuti kondisi cuaca dan arah angin.

Pemantauan tersebut diperlukan agar setiap potensi gangguan terhadap perjalanan kereta api dapat segera diantisipasi. KAI menyatakan telah menyiapkan langkah penanganan apabila kondisi di lapangan berubah dan berpotensi memengaruhi operasional.

Franoto menegaskan, setiap keputusan operasional akan mengutamakan prosedur keselamatan. Artinya, apabila terdapat kondisi yang dinilai dapat membahayakan perjalanan, KAI akan mengambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Di sisi lain, masyarakat dan pengguna jasa kereta api diminta tetap tenang. KAI memastikan kondisi perjalanan terus dipantau secara intensif sehingga penumpang tidak perlu merasa khawatir.

“Masyarakat tak perlu khawatir. Kami terus memantau kondisi secara intensif, dan akan mengutamakan keselamatan pelanggan, perjalanan KA, maupun petugas dalam setiap pengambilan keputusan operasional,” ungkap Franoto.

KAI Daop 1 Jakarta mengimbau penumpang tetap mengikuti informasi resmi terkait perjalanan kereta api. Dengan pemantauan berkelanjutan dan koordinasi dengan berbagai pihak, operasional kereta diharapkan tetap berlangsung sesuai kondisi dan prosedur keselamatan yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *