KabarJakarta.com — Sebanyak 33 penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, terdampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Gangguan penerbangan terjadi pada rute internasional maupun domestik akibat adanya indikasi sebaran abu vulkanik di sekitar bandara.
Corporate Secretary Group Head InJourney Airports Arie Ahsanurrohim menjelaskan, dampak terbesar terjadi pada penerbangan internasional. Berdasarkan catatan perusahaan, terdapat 16 penerbangan internasional yang dibatalkan, tujuh mengalami penundaan, dan lima lainnya dijadwalkan kembali.
“Sementara pada rute domestik terdapat 4 pembatalan dan 1 dialihkan ke bandara lain,” kata Arie di Jakarta, Minggu (6/8).
Gangguan tersebut terjadi setelah Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara atau berstatus Aerodrome Closed pada pukul 01.30 hingga 05.30 WIB. Penutupan dilakukan berdasarkan NOTAM A3341/26 setelah hasil paper test menunjukkan adanya indikasi sebaran abu vulkanik di area bandara.
Kondisi tersebut membuat maskapai harus melakukan penyesuaian terhadap jadwal penerbangan. InJourney Airports pun meminta calon penumpang untuk terus memperhatikan informasi terbaru dari maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara.
Perubahan jadwal penerbangan dapat terjadi mengikuti perkembangan kondisi abu vulkanik dan keputusan operasional penerbangan. Karena itu, penumpang disarankan memastikan kembali status penerbangan melalui kanal resmi maskapai.
Dampak sebaran abu vulkanik tidak hanya dirasakan di Bandara Soekarno-Hatta. Status Aerodrome Closed juga diberlakukan di Bandara Radin Inten II, Lampung, pada pukul 07.00 hingga 08.00 WIB.
Akibat penutupan sementara tersebut, tiga penerbangan domestik dengan rute dari dan menuju Jakarta ikut terdampak. Gangguan ini menjadi efek lanjutan dari kondisi aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
InJourney Airports menyatakan terus memantau perkembangan kondisi di bandara-bandara yang terdampak. Koordinasi dengan maskapai juga dilakukan untuk memastikan penanganan penumpang berjalan dengan baik.
Layanan penumpang diaktifkan
Untuk membantu penumpang yang mengalami gangguan perjalanan, InJourney Airports telah mengaktifkan prosedur penanganan melalui Service Recovery Activation (SRA) di Bandara Soekarno-Hatta.
Melalui prosedur tersebut, penumpang terdampak mendapatkan sejumlah dukungan, mulai dari penyediaan makanan dan minuman ringan hingga area khusus di terminal untuk menunggu informasi penerbangan berikutnya.
InJourney Airports juga menyiapkan bus untuk mengantar penumpang terdampak menuju hotel. Pengaturan transportasi tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan maskapai penerbangan.
Layanan serupa akan diterapkan di bandara lain yang mengalami dampak berantai akibat status Aerodrome Closed di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Radin Inten II Lampung.
InJourney Airports mengingatkan penumpang agar tidak hanya mengandalkan jadwal penerbangan sebelumnya. Informasi terbaru dari maskapai menjadi acuan utama untuk mengetahui perubahan jadwal, pembatalan, maupun pengalihan penerbangan akibat kondisi abu vulkanik.






