Dari Piring Sekolah, Pemkot Jakarta Gencarkan Gerakan Gemar Makan Ikan

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin membuka safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di SDN Cipinang Besar Utara 05 dan SDN Cipinang Besar Utara 08, Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (15/9/2026). Foto: Pemkot Jaktim.

KabarJakarta.com — Jam makan bersama di sekolah bukan sekadar kesempatan bagi anak-anak untuk menikmati hidangan. Di balik menu ikan yang disajikan, Pemerintah Kota Jakarta Timur dan Jakarta Pusat sedang mendorong kebiasaan baru: menjadikan ikan sebagai bagian dari menu sehari-hari sejak usia dini.

Upaya itu dilakukan melalui kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang menyasar anak-anak sekolah dasar hingga balita. Pemerintah melihat kebiasaan makan yang dibentuk sejak kecil dapat menjadi bagian penting dalam pemenuhan gizi anak.

Di Jakarta Timur, kampanye Gemarikan digelar melalui Safari Gemarikan di SDN Cipinang Besar Utara 05 dan SDN Cipinang Besar Utara 08, Kelurahan Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara, Selasa (15/9/2026).

Sebanyak 561 siswa mengikuti kegiatan tersebut dan menerima olahan ikan.

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menjelaskan kampanye itu tidak hanya bertujuan meningkatkan konsumsi ikan, tetapi juga membiasakan anak-anak mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi.

“Kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan konsumsi ikan, sekaligus membiasakan anak-anak mengonsumsi ikan, sebagai bagian dari pola makan sehat dan bergizi,” kata Munjirin, Rabu (16/9).

Menurut dia, lingkungan sekolah dapat menjadi ruang yang efektif untuk memperkenalkan kebiasaan makan sehat. Anak-anak tidak hanya mendapat informasi tentang manfaat ikan, tetapi juga bisa langsung mengenal dan mencicipi berbagai olahannya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok mengatakan ikan memiliki kandungan protein yang tinggi sehingga baik untuk mendukung pertumbuhan anak.

“Gemarikan ini kita laksanakan untuk membiasakan anak-anak mengonsumsi ikan. Ikan memiliki kandungan protein yang tinggi dan sangat baik untuk mendukung pertumbuhan anak,” ujarnya.

Hasudungan menilai pengenalan ikan sejak usia sekolah penting untuk membentuk pola makan yang lebih sehat. Apalagi, Jakarta memiliki wilayah perairan yang cukup luas sehingga potensi perikanan perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan konsumsi ikan masyarakat.

Ia berharap kampanye tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Edukasi mengenai ikan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kebiasaan makan ikan semakin melekat di masyarakat.

Gerakan serupa juga digencarkan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat. Pada 2026, program Gemarikan di wilayah tersebut menyasar 600 siswa sekolah dasar dan 2.000 balita.

Di Kecamatan Johar Baru, misalnya, kampanye menyasar 250 balita. Anak-anak tidak hanya diberikan edukasi mengenai manfaat ikan, tetapi juga diajak menikmati menu olahan ikan seperti fish katsu dan siomay ikan.

Cara penyajiannya sengaja dibuat lebih beragam. Sebab, bagi sebagian anak, ikan identik dengan bau amis atau duri yang membuat mereka enggan mengonsumsinya.

Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Pusat Siti Halimah menjelaskan variasi olahan diharapkan membuat anak memiliki lebih banyak pilihan makanan berbahan ikan.

“Dengan olahan yang menarik, anak-anak yang sebelumnya kurang menyukai ikan karena bau amis atau banyak durinya, diharapkan mulai gemar makan ikan,” katanya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekko Administrasi Jakarta Pusat Suprayogie menambahkan, ikan mengandung protein, omega-3, vitamin D, vitamin B12, serta sejumlah nutrisi lain yang dibutuhkan dalam tumbuh kembang anak.

Karena itu, membangun kebiasaan makan ikan sejak dini ditempatkan sebagai salah satu bagian dari upaya memenuhi gizi seimbang dan mendukung pencegahan stunting.

Pada akhirnya, kampanye Gemarikan bukan hanya soal mengajak anak menyukai ikan. Lebih jauh, pemerintah ingin mengubah apa yang ada di piring anak-anak menjadi kebiasaan sehat yang terbawa hingga mereka dewasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *