Kali Pesanggrahan Dikeruk, Pemkot Jaksel Kejar Target 60 Ribu Meter Kubik

Dokumentasi - Alat berat jenis Ekskavator mengeruk lumpur di Kali Pesanggrahan, Jakarta Barat: Foto: Pemkot Jakarta Barat

KabarJakarta.com – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan mempercepat pengerukan Kali Pesanggrahan dan saluran mikro di sekitarnya melalui program “Merah Putihkan Jakarta”. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi musim penghujan sekaligus memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo mengungkapkan, pembersihan saluran air dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya untuk kegiatan seremonial. Pemerintah kecamatan dan kelurahan diminta rutin memantau kondisi sungai serta saluran mikro di wilayah masing-masing.

“Kami menginstruksikan para camat dan lurah agar terus melakukan pemantauan. Kami juga menggelar sidak guna memastikan proses pembersihan sungai dan saluran mikro berjalan konsisten selama musim kemarau,” kata Syafrin saat kerja bakti di Kali Pesanggrahan, Jakarta, Sabtu (15/8).

Menurut Syafrin, gerakan gotong royong tersebut telah dimulai sejak pekan lalu. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan kawasan yang berpotensi mengalami genangan ketika intensitas hujan meningkat.

Kerja bakti di Kali Pesanggrahan melibatkan sekitar 680 personel gabungan dari TNI, Polri dan sejumlah unsur lainnya. Para peserta mengenakan pakaian bernuansa merah putih sebagai simbol perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Selain pengerukan sungai, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penanaman pohon dan penebaran bibit ikan. Syafrin berharap kegiatan itu tidak hanya membantu mengurangi risiko banjir, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Kegiatan ini juga disinergikan dengan penanaman bibit pohon dan penebaran bibit ikan. Yang diharapkan akan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan Santo menjelaskan pengerukan Kali Pesanggrahan difokuskan pada segmen Kompleks IKPN hingga ke arah hilir sepanjang 1,4 kilometer.

Menurut Santo, kawasan RW 04 Kompleks IKPN selama ini menjadi salah satu titik yang kerap mengalami genangan. Kondisi tersebut dipengaruhi penyempitan aliran sungai dan pendangkalan akibat sedimentasi lumpur.

“Kawasan RW 04 Kompleks IKPN selama ini dikenal sering tergenang akibat penyempitan aliran, dan pendangkalan sedimen lumpur yang parah,” kata Santo.

Pengerukan telah berlangsung sejak April 2026 dan ditargetkan selesai pada Maret 2027. Total volume lumpur dan material yang akan dikeruk mencapai sekitar 60.000 meter kubik.

Hingga saat ini, progres pengerukan telah mencapai 35,7 persen. Pekerjaan dilakukan hingga kedalaman sekitar 6 (enam) meter dari permukaan tanah untuk mengangkat sedimentasi lumpur dan sampah rumah tangga yang mengendap di dasar sungai.

Untuk mempercepat pekerjaan, lima alat berat dan 10 truk pengangkut dikerahkan. Empat alat berat digunakan untuk pengerukan di aliran sungai, sedangkan satu lainnya disiagakan di lokasi penampungan sementara di kawasan Tanah Kusir.

Pemkot Jakarta Selatan juga memperkuat koordinasi dengan wilayah lain, termasuk Jakarta Barat, terutama untuk menangani titik-titik rawan di kawasan perbatasan.

“Selain penanganan teknis di lokasi, kami juga perkuat koordinasi lintas wilayah perbatasan. Salah satunya, kolaborasi bersama Pemkot Jakarta Barat untuk penanganan titik rawan, guna memastikan aliran air lancar dari hulu ke hilir tanpa hambatan,” tandas Santo.

Exit mobile version