Lomba HUT RI di Lapas Cipinang, Warga Binaan Temukan Makna Kebersamaan

Kalapas Kelas I Cipinang Syarpani membuka acara perlombaan bagi warga binaan dan petugas pemasyarakatan dalam rangka memeriahkan HUT 81 RI di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (14/8/2026). Foto: ANTARA

KabarJakarta.com – Suasana berbeda terasa di Lapas Kelas I Cipinang, Jakarta Timur, saat warga binaan mengikuti berbagai perlombaan untuk memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. Kegiatan yang biasanya identik dengan kemeriahan di lingkungan masyarakat itu juga menjadi ruang bagi warga binaan untuk berkumpul, bercanda, dan saling memberi semangat.

Bagi sebagian warga binaan, perlombaan tersebut bukan sekadar kegiatan untuk mengisi perayaan kemerdekaan. Ada kebersamaan yang mereka rasakan ketika mengikuti permainan bersama teman-teman selama menjalani masa pembinaan.

Warga binaan berinisial R (31) mengakui dirinya senang dapat mengikuti berbagai perlombaan yang digelar di lingkungan lapas. Menurut dia, kegiatan tersebut membuat warga binaan bisa lebih kompak.

“Kami memaknai lomba ini dengan senang, dan merasa bisa kompak bersama-sama dengan teman teman di sini,” kata R di Lapas Kelas I Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (15/8).

R menuturkan, sejumlah permainan yang diikuti warga binaan berlangsung dengan suasana penuh kegembiraan. Peserta saling menyemangati meski harus bersaing untuk menjadi pemenang.

“Kami sangat senang memeriahkan kemerdekaan, bisa ikut lomba. Ada lomba pancing kerupuk, habis itu memindahkan jepit sedotan ke botol, balap karung, memindahkan air mata tertutup karton, dan banyak lagi,” ujarnya.

Menurut R, momen seperti itu memberikan suasana berbeda dari rutinitas kegiatan pembinaan yang dijalani setiap hari. Perlombaan tersebut menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk berinteraksi dan membangun hubungan yang lebih baik.

Hal serupa dirasakan warga binaan berinisial MR (32). Ia mengaku senang bisa ikut meramaikan peringatan kemerdekaan bersama warga binaan lainnya.

“Iya memang setiap harinya ada kegiatan, tapi hari ini seru banget. Kita bisa ketawa bareng, kumpul semuanya, lomba, adu kekompakan, bercanda juga,” kata MR.

Bagi MR, nilai utama dari perlombaan bukan hadiah yang disediakan panitia. Ia justru melihat kesempatan untuk berkumpul dan saling mendukung sebagai bagian penting dari kegiatan tersebut.

“Menurut saya, kegiatan ini membuat kami merasa lebih dekat satu sama lain. Kami bisa saling menyemangati dan menikmati perlombaan bersama. Jadi bukan hanya siapa yang menang atau kalah,” ucapnya.

Beragam perlombaan digelar untuk membuat suasana perayaan semakin semarak. Di antaranya pancing kerupuk, oper air, jepit sedotan dengan hidung ke botol, isi air dengan muka karton, biskuit muka jelek, sundul baskom menggunakan botol, tahan tawa, tarik karet wajah, balap sarung, hingga tarik tambang.

MR berharap kegiatan serupa tetap dilaksanakan setiap tahunnya dengan permainan yang semakin beragam. Baginya, perayaan kemerdekaan dapat menjadi pengingat bagi warga binaan untuk menjaga semangat, memperbaiki diri, dan menjalani masa pembinaan dengan sikap positif.

Di tengah persaingan sederhana dalam setiap permainan, tawa dan dukungan antarpeserta menjadi bagian yang paling terasa. Lomba HUT RI akhirnya tidak hanya menghadirkan pemenang, tetapi juga mempertemukan warga binaan dalam suasana yang lebih cair dan penuh kebersamaan.

Exit mobile version