Kuda Biru Project Hadirkan Pelita Tenaga Surya di Enam Wilayah Jakarta

Ketua Kuda Biru Project, Merry Riana saat memberikan sambutan pada Peresmian Penerangan Lingkungan Tenaga Surya (Pelita) di Masjid Jami At-Taqwa, Jalan Rawa Kuning, Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (18/8/2026). Foto: Kuda Biru Proejct

KabarJakarta.com — Gerakan kemanusiaan Kuda Biru Project menghadirkan Penerangan Lingkungan Tenaga Surya (Pelita) di enam wilayah DKI Jakarta. Program ini tidak hanya ditujukan untuk membantu masyarakat mendapatkan penerangan, tetapi juga mendorong penggunaan energi yang lebih hemat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Penerangan tenaga surya tersebut dipasang di sejumlah lokasi yang membutuhkan, seperti jalan lingkungan, permukiman warga, rumah ibadah, dan fasilitas lainnya. Enam wilayah yang menjadi sasaran program meliputi Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu.

Ketua Kuda Biru Project, Merry Riana, menjelaskan kehadiran Pelita diharapkan memberikan manfaat langsung bagi warga, terutama mereka yang beraktivitas di lingkungan yang membutuhkan penerangan pada malam hari.

“Satu lampu mungkin terkesan sederhana, tapi bagi warga yang melewati jalan itu setiap malam, manfaatnya sangat berarti. Yang kita nyalakan bukan lampunya, tetapi juga rasa aman, kepedulian, dan harapan,” kata Merry saat meresmikan Pelita di Masjid Jami At-Taqwa, Jalan Rawa Kuning, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (18/8).

Dia menambahkan, “Saya percaya perubahan besar sering dimulai dari satu titik terang yang kecil.”

Menurut Merry, penggunaan tenaga surya menjadi salah satu alasan program tersebut dikembangkan. Selain dapat membantu penerangan masyarakat, energi surya dinilai lebih hemat dan tidak bergantung sepenuhnya pada sumber energi konvensional.

Kuda Biru Project sebelumnya juga telah memasang Pelita di lima wilayah Jakarta lainnya. Untuk tahap awal, setiap wilayah mendapatkan satu titik penerangan.

“Untuk sementara, satu wilayah akan dipasangi satu titik lokasi penerangan. Mudah-mudahan, ke depan bisa keberlanjutan. Semakin banyak akan semakin baik, disesuaikan dengan kebutuhan,” ujarnya.

Merry menjelaskan, pemasangan Pelita tidak membutuhkan anggaran hingga ratusan juta rupiah. Karena itu, pihaknya memilih memulai program tersebut dari langkah sederhana yang dapat langsung dirasakan masyarakat.

“Maka itu, kami justru memulai dari hal yang sederhana, namun manfaatnya sangat besar,” ucapnya.

Peresmian Pelita di Masjid Jami At-Taqwa juga dimanfaatkan Kuda Biru Project untuk berdialog dengan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Merry mendengarkan langsung aspirasi dan kebutuhan warga di sekitar lokasi.

Selain menghadirkan penerangan yang dapat digunakan dalam jangka panjang, Kuda Biru Project juga memberikan bantuan kebutuhan pokok kepada 30 keluarga prasejahtera di sekitar masjid. Bantuan tersebut berupa beras, mi instan, dan gula pasir.

“Bantuan sosial akan membantu kebutuhan hari ini. Melalui Pelita, kami ingin meninggalkan manfaat yang bisa terus dirasakan pada hari-hari berikutnya. Semoga Pelita yang kami bawa bermanfaat buat semua warga di sini,” kata Merry.

Program tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Muhammad Alhamid menilai penerangan tenaga surya dapat memberikan manfaat apabila dirawat dan digunakan secara berkelanjutan.

Hal senada disampaikan Pengurus Masjid Jami At-Taqwa, Ustadz A. Mulyadi. Ia mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan Kuda Biru Project kepada warga dan lingkungan sekitar masjid.

“Kami bersyukur atas kehadiran Kuda Biru Project saat peresmian Pelita. Terima kasih atas kepeduliannya. Kami juga terbuka dengan senang hati menyambut Kuda Biru Project hadir kapan pun guna bersilaturahmi bersama para jamaah kami,” tuturnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bendahara DKM H. Zaenudin, Ustadz A. Mulyadi, Muhammad Alhamid, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.

Kuda Biru Project merupakan gerakan kemanusiaan yang diinisiasi Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. Gerakan tersebut bermula dari lukisan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono yang dilelang senilai Rp6,5 miliar. Dana tersebut kemudian diwujudkan dalam berbagai kegiatan sosial untuk membantu masyarakat prasejahtera dan kelompok yang membutuhkan di berbagai daerah.

Melalui Pelita, gerakan kemanusiaan tersebut tidak hanya menyentuh aspek sosial, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya penggunaan energi yang lebih bersih. Penerangan sederhana di lingkungan warga diharapkan menjadi langkah kecil yang memberi manfaat sekaligus mendukung kepedulian terhadap lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *