KabarJakarta.com – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) mengimbau masyarakat tidak membakar sampah sembarangan. Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan kebakaran, terutama di tengah aktivitas warga yang masih menggunakan cara pembakaran untuk mengurangi tumpukan sampah.
Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo menjelaskan, sosialisasi kepada masyarakat perlu terus dilakukan agar warga memahami bahaya membakar sampah. Petugas di lapangan juga diminta aktif memberikan edukasi sekaligus mengingatkan warga mengenai potensi kebakaran.
“Penting sekali sosialisasi bagi warga agar tidak membakar sampah sembarangan, dan selalu waspada terhadap potensi kebakaran demi meminimalkan risiko,” kata Syafrin di Jakarta, Senin (10/8).
Menurut dia, pengelolaan sampah dari tingkat masyarakat menjadi salah satu hal penting yang harus diperkuat. Pemkot Jaksel mendorong penerapan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pengelolaan dan Pemilahan Sampah dari Sumbernya.
Melalui aturan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memilah sampah sejak dari rumah. Sampah yang masih memiliki nilai guna dapat dipisahkan untuk dimanfaatkan atau didaur ulang, sedangkan sampah lainnya dikelola sesuai jenisnya.
Syafrin mengatakan sosialisasi yang dilakukan di lapangan juga menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah. Program pemilahan sampah akan terus diperbaiki agar pelaksanaannya semakin efektif dan mendukung target Jakarta bebas sampah.
“Kami terus melakukan perbaikan terhadap hal-hal yang masih kurang selama masa implementasi sejak 1 Agustus lalu. Sementara untuk aspek-aspek yang sudah berjalan baik akan terus kita tingkatkan,” ujar Syafrin.
Selain pemilahan sampah, Pemkot Jaksel juga menargetkan setiap RT memiliki sedikitnya satu lubang biopori. Program tersebut menjadi bagian dari Gerakan “Jaga Jakarta Bersih, Pilah Sampah”.
Pembuatan biopori di lingkungan permukiman diharapkan dapat membantu pengelolaan lingkungan sekaligus mengurangi persoalan sampah dan keterbatasan daya tampung Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Pemkot Jaksel juga tidak hanya berfokus pada persoalan kebersihan. Dalam hal kenyamanan dan ketertiban kota, Syafrin menginstruksikan jajaran terkait untuk rutin berada di lapangan, khususnya di persimpangan dan lokasi yang menjadi titik rawan kemacetan.
Petugas diminta ikut mengurai kepadatan lalu lintas agar mobilitas masyarakat tetap berjalan dengan baik. Di sisi lain, penguatan peran “Tiga Pilar” di setiap wilayah terus dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Syafrin berharap koordinasi antarinstansi dapat mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di wilayah Jakarta Selatan. Rakorwil juga diharapkan tidak sekadar menjadi forum koordinasi, tetapi menjadi ruang untuk mengevaluasi program yang telah berjalan.
“Harapan kami, pelaksanaan Rakorwil bisa menjadi sarana evaluasi terhadap berbagai capaian sebelumnya. Dari hasil evaluasi, kita tingkatkan pelayanan bagi masyarakat dan menuntaskan persoalan infrastruktur melalui kolaborasi seluruh pihak terkait,” ucapnya.
Dengan penguatan edukasi kepada warga, pengelolaan sampah dari sumbernya, serta koordinasi lintas pihak, Pemkot Jaksel berharap persoalan kebakaran akibat pembakaran sampah dapat ditekan. Upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
