Warga Gandaria Utara Ubah Sampah Organik Jadi Kebun Sayur untuk Ketahanan Pangan

Relawan mengayuh gerobak kompos keliling (KomLing) untuk mengatasi permasalahan sampah RT 11/RW 07 Kelurahan Cilandak Barat, Jakarta, Kamis (25/6/2026). Foto: ANTARA

KabarJakarta.com — Warga RT 11/RW 07, Kelurahan Gandaria Utara, Jakarta Selatan, memanfaatkan momentum menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia dengan memperkuat ketahanan pangan dari lingkungan rumah. Salah satu caranya dilakukan melalui pengolahan sampah organik menjadi kompos yang kemudian digunakan untuk menanam berbagai jenis sayuran.

Ketua RT 11/RW 07 Gandaria Utara, Imam Basori, menjelaskan warga kini tengah mempersiapkan diri mengikuti lomba ketahanan pangan yang digelar dalam rangka perayaan Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 2026.

“Saat ini, warga sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba ketahanan pangan. Mereka mulai tanam sayuran di pekarangan rumah masing-masing untuk mendukung ketahanan pangan,” kata Imam di Jakarta, Rabu (12/8).

Menurut Imam, kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan untuk memeriahkan HUT ke-81 RI. Program yang digagas merupakan kelanjutan dari gerakan warga dalam mengelola sampah rumah tangga, khususnya sampah organik.

Warga sebelumnya telah mengembangkan program Kompos Keliling atau Komling dan Komposter Mandiri (KOMA). Melalui kegiatan tersebut, sampah organik diolah menjadi kompos sehingga tidak langsung dibuang dan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan.

Kompos yang dihasilkan kemudian dimanfaatkan sebagai media tanam. Warga menggunakannya untuk menanam sayuran di halaman maupun pekarangan rumah masing-masing.

Dalam lomba ketahanan pangan tersebut, pengurus RT memberikan modal awal berupa satu tanaman sayur kepada setiap rumah. Tanaman itu selanjutnya dikembangkan warga menjadi kebun sayur mini dengan jenis tanaman yang lebih beragam.

“Kami sendiri yang mengadakan sebagai pemantik warga, supaya membuat ketahanan pangan sendiri di rumah masing-masing,” ujar Imam.

Konsep tersebut diharapkan membuat warga tidak berhenti setelah perlombaan selesai. Pemanfaatan lahan rumah untuk menanam sayuran diharapkan dapat menjadi kebiasaan yang terus dilakukan.

Selain menghasilkan tanaman pangan, kegiatan ini juga bertujuan mempercantik lingkungan permukiman. Warga didorong untuk menjaga kebersihan halaman sekaligus semakin peduli terhadap pengelolaan sampah organik.

Penilaian lomba dilakukan berdasarkan (5) lima aspek. Keanekaragaman dan improvisasi tanaman menjadi komponen terbesar dengan bobot 30 persen. Selanjutnya, kesuburan tanaman dan kerapian serta kebersihan halaman masing-masing mendapat bobot 20 persen.

Kreativitas dan keindahan juga dinilai sebesar 20 persen. Sementara pemanfaatan barang bekas atau penerapan konsep ramah lingkungan mendapat bobot 10 persen.

Penilaian sekaligus pengumuman pemenang akan dilakukan pada 17 Agustus 2026 dalam acara puncak Malam Kemerdekaan RT 11/RW 07. Pengurus RT telah menyiapkan hadiah bagi tiga pemenang.

Juara pertama akan mendapatkan sepeda, juara kedua memperoleh air fryer, sedangkan juara ketiga mendapat voucher belanja senilai Rp500 ribu.

Melalui lomba tersebut, warga berharap kegiatan bercocok tanam dan pengolahan sampah tidak hanya menjadi kegiatan seremonial. Kebiasaan itu diharapkan terus berkembang sehingga pekarangan rumah dapat menjadi ruang produktif yang mendukung lingkungan hijau, sehat, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Exit mobile version