KabarJakarta.com — Pengelolaan air limbah menjadi salah satu tantangan penting bagi kawasan industri. Selain berkaitan dengan kualitas lingkungan, pengelolaan limbah juga menentukan keberlanjutan aktivitas usaha dan hubungan kawasan industri dengan lingkungan di sekitarnya.
Hal itu mendorong PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (Perseroda) atau JIEP menggandeng Perusahaan Umum Daerah Pengelolaan Air Limbah Jaya (Perumda PALJAYA) untuk meningkatkan kualitas layanan pengelolaan air limbah di Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara kedua badan usaha milik daerah (BUMD) DKI Jakarta di Gedung Graha Daya Guna, Jakarta Timur, Rabu (23/9/2026).
Penandatanganan dilakukan Direktur Utama PT JIEP Dharma Satriadi dan Direktur Utama Perumda PALJAYA Untung Suryadi. Acara tersebut turut disaksikan Ketua Dewan Pengawas Perumda PALJAYA Wahyu Mujiono dan Ketua Subkelompok Usaha Kawasan Badan Pembinaan BUMD (BPBUMD) Provinsi DKI Jakarta Renash Maharinny.
Pengelolaan limbah bagian keberlanjutan kawasan
Dharma menjelaskan peningkatan kualitas lingkungan merupakan salah satu perhatian PT JIEP dalam mengelola kawasan industri. Pengelolaan air limbah menjadi bagian penting dari upaya tersebut.
Menurut dia, kerja sama dengan PALJAYA juga sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Melalui MoU dan PKS tersebut, kedua BUMD sepakat menjajaki pengelolaan air limbah pada aset dan infrastruktur yang dimiliki serta dikelola PT JIEP.
Kerja sama itu diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan bagi perusahaan yang beroperasi di kawasan industri, tetapi juga memperkuat aspek lingkungan dalam pengelolaan Kawasan Industri Pulogadung.
“Pengelolaan air limbah yang baik merupakan salah satu fondasi penting bagi keberlanjutan kawasan industri,” kata Dharma.
Dharma membeberkan sinergi dengan PALJAYA merupakan bagian dari komitmen JIEP untuk menghadirkan layanan pengelolaan air limbah yang lebih optimal.
Di sisi lain, kerja sama antarkedua BUMD tersebut menunjukkan upaya pemerintah daerah untuk mengintegrasikan pengelolaan infrastruktur lingkungan dengan kebutuhan kawasan industri.
PALJAYA memperluas layanan
Bagi PALJAYA, kerja sama dengan JIEP membuka ruang untuk memperluas jangkauan layanan pengelolaan air limbah di DKI Jakarta.
Untung mengungkapkan kawasan industri merupakan salah satu wilayah strategis yang membutuhkan layanan pengelolaan air limbah secara terencana. Karena itu, kerja sama dengan JIEP menjadi bagian dari komitmen PALJAYA untuk memperluas layanan ke berbagai kawasan di Jakarta.
“Dengan ditandatanganinya MoU dan PKS ini, PT JIEP dan Perumda PALJAYA menegaskan komitmen bersama dalam menindaklanjuti bentuk kerja sama secara konkret,” ujar Untung.
Kerja sama tersebut mencakup layanan pengelolaan air limbah dan layanan lainnya pada aset serta infrastruktur yang berada di kawasan industri Pulogadung.
Menjawab kebutuhan kawasan industri
Kawasan Industri Pulogadung merupakan salah satu kawasan industri yang berada di Jakarta dan menjadi tempat beroperasinya berbagai pelaku usaha. Aktivitas industri secara langsung menghasilkan kebutuhan terhadap infrastruktur pendukung, termasuk sistem pengelolaan air limbah.
Karena itu, kualitas pengelolaan limbah tidak hanya menyangkut kepentingan perusahaan di dalam kawasan. Sistem yang baik juga berkaitan dengan upaya menjaga kualitas lingkungan di sekitar kawasan industri.
Dharma menilai sinergi dengan PALJAYA dapat menjadi langkah untuk memperkuat pengelolaan tersebut.
“Melalui sinergi ini, PT JIEP berkomitmen dalam menghadirkan layanan pengelolaan air limbah, yang semakin optimal di Kawasan Industri Pulogadung,” katanya.
Kerja sama ini sekaligus memperkuat kolaborasi antar-BUMD DKI Jakarta dalam penyediaan infrastruktur. Bagi JIEP dan PALJAYA, tahap berikutnya adalah menerjemahkan kesepakatan dalam bentuk layanan yang konkret.
Dengan demikian, MoU dan PKS bukan sekadar kerja sama administratif, tetapi menjadi pijakan untuk membangun sistem pengelolaan air limbah yang lebih terintegrasi, berkelanjutan, dan mendukung aktivitas industri tanpa mengabaikan kualitas lingkungan.
