KabarJakarta.com — Sebanyak 25 siswa SMK Wisata Indonesia, Kelurahan Kebagusan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, mendapat pelatihan kewirausahaan untuk mendorong mereka menjadi wirausaha muda.
Pelatihan digelar Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Jaksel bersama Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jaksel melalui program Tempat Kumpul Kreatif (TKK) Gen Z Academy.
Kepala Suku Dinas PPKUKM Jakarta Selatan Djaharuddin menjelaskan program tersebut tidak hanya memberikan keterampilan kepada siswa, tetapi juga berupaya mengubah cara pandang mereka terhadap dunia kerja.
“Pelatihan ini, bertujuan untuk membekali anak muda dengan kemandirian finansial, dan mengubah pola pikir konvensional sebagai pekerja. Kami menyiapkan mereka sebagai wirausahawan yang tangguh dan mandiri,” kata Djaharuddin di SMK Wisata Indonesia, Jakarta, Senin (14/9).
Menurut dia, generasi muda perlu memiliki pilihan selain menjadi pencari kerja setelah menyelesaikan pendidikan. Karena itu, TKK Gen Z Academy dirancang untuk mendorong siswa agar mampu melihat peluang dan menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.
Program yang digagas bersama Yayasan International Creative Action (ICE) tersebut memang diarahkan agar para peserta mampu mengikuti perkembangan ekonomi kreatif yang terus berubah.
Tiga tahap pelatihan
Djaharuddin menjelaskan, pelatihan kewirausahaan itu dilakukan melalui tiga tahapan utama, yakni penggalian potensi, pengasahan keterampilan, dan inkubasi kewirausahaan.
Pada tahap pertama, siswa diajak mengenali minat, bakat, serta kemampuan dasar yang mereka miliki. Proses tersebut penting agar keterampilan yang dikembangkan sesuai dengan potensi masing-masing peserta.
Setelah itu, peserta masuk tahap pengasahan keterampilan. Kemampuan dasar yang sudah ditemukan kemudian dikembangkan menjadi keterampilan praktis yang memiliki nilai guna dan peluang untuk dikembangkan menjadi produk.
Tahap terakhir adalah inkubasi kewirausahaan. Pada tahap ini, siswa didorong untuk menerapkan keterampilan mereka dalam bentuk produk atau jasa yang dapat dijual.
“Pelatihan ini berfokus pada upaya transformasi keterampilan dasar, baik hard skill maupun soft skill, sehingga menjadi instrumen bisnis yang berkelanjutan,” ujar Djaharuddin.
Peserta tidak hanya mendapatkan materi teori. Mereka juga mengikuti training, coaching, mentoring, dan matching. Selain itu, produk yang dibuat peserta mendapatkan proses kurasi untuk melihat potensi dan kualitasnya.
Menurut Djaharuddin, rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi siswa untuk berkolaborasi, sekaligus mulai membangun ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sejak masih duduk di bangku sekolah.
Peluang bagi siswa perhotelan dan kuliner
Kepala SMK Wisata Indonesia Muhammad Taufiqurrahman mengapresiasi kerja sama yang terjalin antara Sudin PPKUKM dan Sudin Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan.
Dia menilai program tersebut sesuai dengan kebutuhan siswa, terutama mereka yang mengambil jurusan Perhotelan dan Kuliner.
“Kami sangat berterima kasih. Kolaborasi ini telah mengubah niat anak-anak yang tadinya hanya berfokus mencari kerja setelah lulus, menjadi terdorong membangun kemampuan, karakter, dan jiwa berwirausaha,” papar Taufiqurrahman.
Menurut Taufiq, persaingan untuk mendapatkan pekerjaan di sektor perhotelan dan restoran semakin menuntut lulusan memiliki kemampuan yang lebih beragam. Dalam kondisi tersebut, keterampilan kewirausahaan dapat menjadi bekal tambahan bagi siswa.
Melalui TKK Gen Z Academy, siswa tidak hanya diarahkan untuk mengolah makanan dan minuman. Mereka juga diberi ruang untuk mengembangkan kreativitas yang dimiliki, melalui produk lain yang bernilai jual, seperti tas, kerajinan, hingga produk perawatan diri.
Tauf berharap pelatihan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Semangat dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan dapat terus dikembangkan hingga mereka lulus dan masuk ke dunia kerja maupun membangun usaha sendiri.
“Harapan saya, setelah mengikuti pelatihan ini, tumbuh semangat berwirausaha. Sehingga anak lulusan kami tidak peru berkecil hati, saat menghadapi persaingan kerja,” tandasnya.






