KabarJakarta.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat menegaskan pentingnya deteksi dini kanker payudara sebagai langkah utama untuk mencegah risiko yang lebih besar sekaligus meningkatkan peluang kesembuhan pasien. Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan yang melibatkan berbagai pihak, termasuk tenaga medis dari Rumah Sakit Kanker Dharmais.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menjelaskan deteksi dini merupakan bagian penting dalam menemukan kasus kanker sejak awal sebelum penyakit berkembang ke stadium yang lebih berat. Menurutnya, pemeriksaan sejak dini dapat memberikan kesempatan lebih besar bagi pasien untuk menjalani pengobatan yang efektif.
“Deteksi dini meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan, memperbaiki kualitas hidup serta menurunkan angka kematian. Lebih baik mencegah daripada mengobati,” kata Iin saat membuka Sosialisasi Deteksi Dini Kanker Payudara, pemeriksaan payudara klinis (Sadanis), dan pemeriksaan mamografi di Jakarta, Kamis (6/7).
Ia mengungkapkan, salah satu metode yang dinilai efektif dalam mendeteksi kanker payudara adalah pemeriksaan mamografi. Pemeriksaan tersebut mampu menemukan adanya kelainan pada jaringan payudara bahkan ketika belum muncul gejala yang dirasakan oleh pasien.
Untuk itu, Iin mengajak masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari kebiasaan hidup sehari-hari. Pasalnya, budaya deteksi dini akan membantu mengurangi beban penyakit kanker di tengah masyarakat.
“Mari kita jadikan deteksi dini sebagai budaya hidup sehat. Dengan kepedulian, pemeriksaan sejak dini, dan kolaborasi, kita bisa tingkatkan kualitas hidup. Dan tujuannya adalah menurunkan beban penyakit kanker payudara di Jakarta Barat,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, Pemkot Jakarta Barat melalui Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) bekerja sama dengan Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) dan Rumah Sakit Kanker Dharmais menyediakan 1 (satu) unit mobil mamografi. Kendaraan tersebut ditempatkan di halaman parkir timur kantor wali kota untuk memudahkan peserta menjalani pemeriksaan.
Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Sudinkes Jakarta Barat, Septy ZK, menjelaskan kegiatan berlangsung selama 2 (dua) hari dan dilaksanakan secara serentak di sejumlah wilayah DKI Jakarta. Pada hari pertama, peserta berasal dari kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), sedangkan pada hari kedua diikuti oleh aparatur sipil negara (ASN).
Menurut Septy, peserta tidak hanya mendapatkan materi sosialisasi, tetapi juga langsung mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Pemeriksaan diawali dengan pengecekan tekanan darah dan kadar gula darah, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan payudara klinis atau Sadanis oleh tenaga kesehatan dari RS Kanker Dharmais.
Selain itu, panitia juga menyediakan layanan pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) sebagai metode deteksi dini kanker serviks atau kanker leher rahim. Dengan begitu, peserta dapat melakukan dua jenis pemeriksaan dalam satu kesempatan.
“Jadi ada IVA juga, untuk deteksi dini kanker serviks, kanker leher rahim. Kita sekaligus, jika ibu-ibu sekalian berkeinginan memeriksakan deteksi dini kanker leher rahimnya. Baru nanti setelah itu dilakukan pemeriksaan mamografi. Secara simultan, berkelanjutan untuk pemeriksaannya,” jelas Septy.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat, utamanya para kader PKK dan ASN, mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Para peserta juga diharapkan menjadi penyambung informasi di lingkungan tempat tinggal masing-masing sehingga semakin banyak warga yang memahami manfaat deteksi dini kanker.
Septy menambahkan bahwa layanan deteksi dini kanker payudara maupun kanker leher rahim tidak hanya tersedia dalam kegiatan sosialisasi tersebut. Masyarakat juga dapat memanfaatkan fasilitas pemeriksaan di puskesmas sesuai wilayah domisili masing-masing.
“Mudah-mudahan kegiatan deteksi dini kanker bisa meningkatkan kesadaran para kader. Nanti juga bisa disebarluaskan ke masyarakat, deteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim bisa dilakukan di puskesmas wilayah masing-masing,” katanya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga kesehatan, dan organisasi pemerhati kanker, Pemkot Jakarta Barat berharap semakin banyak warga yang sadar akan pentingnya pemeriksaan rutin. Dengan deteksi sejak dini, peluang kesembuhan dapat meningkat sehingga angka kematian akibat kanker payudara maupun kanker leher rahim diharapkan terus menurun.
