KabarJakarta.com — Jakarta selalu punya cara membuat orang lupa waktu. Deretan gedung tinggi, lalu lintas yang padat, suara kendaraan yang bersahutan, serta aktivitas pekerja yang baru berakhir menjelang malam menjadi pemandangan sehari-hari di kawasan Sudirman.
Namun, di tengah kesibukan itu, ada tempat yang menawarkan jeda dengan suasana berbeda. Bukan kafe biasa dan bukan pula restoran yang terasa terlalu formal. Di kawasan SCBD, tepatnya di Ashta District 8, pengunjung bisa sejenak meninggalkan hiruk-pikuk Jakarta dan menikmati sajian yang membawa cita rasa Thailand ke tengah ibu kota.
Namanya Saa Waan.
Restoran yang mengusung konsep Thai bistro dan tea room ini menghadirkan beragam hidangan khas Thailand dalam suasana casual dining. Begitu masuk, nuansa hangat langsung terasa lewat pencahayaan kekuningan dan interior yang nyaman. Suasana tersebut membuat tempat ini cocok untuk makan malam bersama keluarga, sekaligus menjadi ruang untuk melepas penat sambil berbincang dengan rekan kerja setelah seharian berkutat dengan rutinitas Jakarta.
Nama Saa Waan dalam bahasa Thailand berarti “surga”. Nama itu seolah menggambarkan pengalaman yang ingin ditawarkan: sebuah ruang untuk berhenti sejenak dari padatnya kota, lalu menikmati hidangan dengan cita rasa khas Negeri Gajah Putih.
Di tempat ini, perjalanan kuliner dimulai dari makanan-makanan yang tidak hanya menarik dari segi rasa, tetapi juga cara penyajiannya. Salah satunya Miang Kham, kudapan tradisional Thailand yang dikenal dengan konsep “satu gigitan”.
Tak perlu menempuh ribuan kilometer ke Thailand untuk merasakan sensasinya. Cukup datang ke tengah Jakarta, duduk dengan santai, dan biarkan satu per satu rasa pedas, manis, asam, asin hingga gurih bertemu dalam satu suapan.
Kejutan dalam satu gigitan
Salah satu sajian yang menarik perhatian adalah Miang Kham. Kudapan tradisional Thailand ini memiliki cara makan yang cukup unik karena seluruh bahan biasanya disantap dalam satu gigitan.
Miang Kham berasal dari kata “miang” yang merujuk pada makanan yang dibungkus menggunakan daun, sedangkan “kham” berarti satu gigitan. Di Saa Waan, hidangan tersebut disajikan dengan cara yang mencuri perhatian, menggunakan rangka bambu yang dibuat menjulang.
Di atas daun cha phlu, berbagai bahan ditata bersama. Ada kelapa sangrai, kacang tanah, jahe, bawang merah, cabai dan potongan jeruk nipis lengkap dengan kulitnya.
Begitu masuk ke mulut, rasa yang muncul cukup berlapis. Pedas, manis, asam dan asin bertemu dengan tekstur renyah dari bahan-bahan pelengkap. Sensasinya tidak berhenti pada satu rasa, tetapi berubah-ubah dalam satu suapan.
Saa Waan memberikan sentuhan tersendiri pada sajian ini dengan menambahkan ikan kerapu sebagai salah satu isiannya. Perubahan tersebut membuat Miang Kham memiliki karakter yang sedikit berbeda, tetapi tetap mempertahankan konsep dasarnya sebagai kudapan sekali santap.
Bagi pengunjung yang ingin mencicipi beberapa makanan pembuka sekaligus, tersedia pula mix platter. Dalam satu sajian, pengunjung bisa menemukan beberapa pilihan seperti spring roll berisi sayuran, chicken wing dan chive cake.
Chive cake menjadi salah satu kudapan yang menarik untuk dicoba. Makanan ini dibuat dari perpaduan tepung beras dan tepung tapioka atau sagu dengan daun kucai. Setelah dimasak, chive cake disajikan dalam keadaan hangat bersama saus cocol yang memadukan rasa pedas, manis dan sedikit asam.
Kari lembut hingga Tom Yum segar
Perjalanan rasa kemudian berlanjut ke hidangan utama. Chiang Mai Beef Curry menjadi pilihan bagi mereka yang menyukai makanan berbumbu dengan kuah yang kaya rasa.
Kari ini memiliki karakter bumbu yang relatif lembut sehingga tidak langsung mendominasi lidah. Daging sapi yang menjadi isiannya terasa empuk ketika disantap.
Menariknya, kari tersebut disajikan bersama roti canai. Roti ini bisa digunakan untuk mengambil sekaligus menyerap kuah kari. Cara menikmatinya pun terasa lebih santai karena hidangan bisa disantap bersama-sama dalam suasana makan keluarga atau berbagi dengan teman.
Namun, berbicara soal makanan Thailand, ada satu hidangan yang hampir selalu muncul dalam daftar kuliner yang sudah akrab bagi masyarakat Indonesia: Tom Yum.
Di Saa Waan, Tom Yum hadir dengan rasa asam yang cukup menonjol dan menyegarkan. Udang dan jamur menjadi pelengkap di dalam kuah yang memiliki cita rasa kuat, tetapi tetap terasa segar ketika disantap.
Bagi pencinta rasa asam dan gurih, Tom Yum bisa menjadi pilihan yang cocok. Apalagi jika disantap bersama nasi hangat. Perpaduan kuah yang segar dengan nasi membuat hidangan ini terasa semakin lengkap.
Penutup dengan mango sticky rice
Setelah menikmati rangkaian makanan pembuka dan hidangan utama yang kaya bumbu, makanan penutup menjadi bagian yang tidak kalah menarik. Mango Sticky Rice menjadi salah satu pilihan yang cukup dikenal dalam kuliner Thailand. Ketan yang lembut berpadu dengan potongan mangga dan menghasilkan rasa manis yang ringan.
Ada pula Pandan Roll yang menawarkan karakter berbeda. Isian kelapa dan krim berpadu dengan aroma pandan yang khas. Sajian ini dapat menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin menutup santapan dengan makanan bercita rasa lebih lembut.
Tidak hanya mengandalkan makanan, Saa Waan juga menyediakan area bar dengan pilihan artisan tea. Daun teh yang digunakan didatangkan khusus dari Chiang Rai, kawasan pegunungan di Thailand.
Pengalaman menikmati teh di tempat ini juga dibuat berbeda. Pengunjung dapat memilih jenis teh sekaligus mencium aroma daun teh sebelum minuman disajikan.
Beberapa pilihan yang tersedia antara lain Flower Garden yang menawarkan aroma bunga aromatik, Bhavana yang memadukan bunga telang dan mint, serta Peach Tea dengan potongan buah persik. Pilihan tersebut membuat pengalaman bersantap tidak hanya berpusat pada makanan. Teh menjadi bagian dari perjalanan rasa yang melengkapi hidangan Thailand dari awal hingga akhir.
Thailand dalam suasana Jakarta
Kehadiran restoran seperti Saa Waan menunjukkan bahwa pengalaman menikmati kuliner Thailand di Jakarta kini bisa dilakukan dengan cara yang lebih dekat. Pengunjung tidak perlu menunggu kesempatan berlibur ke Thailand untuk mencicipi makanan seperti Miang Kham, Chiang Mai Beef Curry, Tom Yum maupun Mango Sticky Rice.
Yang ditawarkan bukan sekadar menu Thailand, tetapi juga pengalaman bersantap dengan suasana yang dibuat santai. Dari kudapan yang disantap dalam satu gigitan, kari dengan daging empuk, kuah Tom Yum yang asam dan segar, hingga makanan penutup yang manis, setiap hidangan membawa karakter rasa yang berbeda.
Bagi warga Jakarta yang ingin sejenak keluar dari rutinitas tanpa benar-benar meninggalkan kota, pengalaman semacam ini bisa menjadi pilihan. Cukup menuju kawasan SCBD, duduk di meja makan, lalu membiarkan lidah mengenali kembali rasa pedas, asam, manis dan gurih yang menjadi ciri khas kuliner Thailand.
Dengan begitu, “surga” yang menjadi arti nama Saa Waan terasa bukan hanya sebagai nama restoran. Ia menjadi sebuah cara sederhana untuk membawa sedikit pengalaman Negeri Gajah Putih ke tengah kesibukan Jakarta.
