KabarJakarta.com – Pagi di Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, Sabtu (29/8), terasa lebih ramai dari biasanya. Ribuan warga keluar rumah dan berkumpul mengikuti Jakarta Sehat Meruya Fest 2026. Jalan sehat menjadi kegiatan utama, tetapi di balik itu ada semangat lain yang ikut berjalan: menjaga kebersamaan dan kerukunan warga.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno hadir membuka kegiatan tersebut. Dengan mengenakan pakaian olahraga, Rano menyapa warga sekaligus melepas peserta jalan sehat secara simbolis dengan mengangkat bendera start.
Parade marching band mengawali kegiatan. Setelah itu, ribuan peserta bergerak mengikuti rute yang telah disiapkan. Suasana berlangsung meriah, tetapi tetap tertib. Warga dari berbagai usia tampak berbaur dalam kegiatan yang digelar secara swadaya tersebut.
Bagi Rano, keramaian itu bukan sekadar gambaran antusiasme warga mengikuti acara. Lebih dari itu, ia melihatnya sebagai bukti masih kuatnya rasa kebersamaan di tengah kehidupan perkotaan Jakarta yang dinamis.
“Kehadiran pagi ini, wujud rasa cinta dan kepedulian kepada warga Meruya. Setelah menjalani pemulihan kesehatan, saya hadir langsung untuk menyapa masyarakat. Antusiasme ribuan warga hari ini menunjukkan keguyuban dan kebersamaan yang luar biasa,” ujar Rano di lokasi.
Jakarta Sehat Meruya Fest 2026 digelar sebagai bagian dari perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia sekaligus HUT ke-41 RW 010. Namun, bagi warga, kegiatan tersebut memiliki arti yang lebih panjang daripada sekadar agenda perayaan tahunan.
Meruya Fest telah menjadi tradisi warga selama 11 tahun. Kegiatan berbasis komunitas itu pertama kali digelar pada 2015 dan terus berlangsung hingga sekarang. Karena bersifat nonkomersial dan mengandalkan swadaya masyarakat, festival ini menjadi ruang bagi warga untuk bertemu, bergotong royong, sekaligus menjaga hubungan sosial.
Rano pun mengingatkan warga agar tradisi tersebut tidak berhenti pada sebuah acara tahunan. Menurutnya, semangat yang muncul dari kegiatan bersama harus dibawa ke kehidupan sehari-hari.
“Saya hanya titipkan satu pesan penting dalam momentum HUT lingkungan kita yang ke-41 ini. Mari bersama-sama kita merawat kerukunan dan kita jaga Jakarta,” tuturnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada warga yang selama lebih dari satu dekade mampu mempertahankan kegiatan tersebut. Menurut Rano, inisiatif semacam itu menunjukkan bahwa membangun lingkungan tidak selalu harus menunggu program pemerintah.
“Pemprov DKI sangat menghargai inisiatif swadaya warga yang konsisten jaga tradisi gotong royong dan ketertiban lingkungan selama lebih dari satu dekade. Semangat seperti ini, patut menjadi contoh bagi wilayah lain,” ungkap Rano.
Kemasan festival pun dibuat beragam. Selain jalan sehat dan hiburan, puluhan gerai UMKM milik warga ikut meramaikan lokasi kegiatan. Festival akhirnya tidak hanya menjadi tempat berolahraga dan bersilaturahmi, tetapi juga membuka ruang bagi usaha kecil untuk bertemu dengan calon pembeli.
Rania (31), salah satu peserta, merasakan manfaat tersebut. Ia menilai Meruya Fest telah menjadi bagian dari kehidupan sosial warga.
“Bagi kami, Meruya Fest bukan sekadar ajang kumpul tahunan. Kegiatan ini merupakan wadah silaturahmi yang mempererat kerukunan antartetangga, sekaligus membantu menghidupkan usaha kecil warga sekitar,” ucapnya.
Dari jalan sehat hingga gerai UMKM, Meruya Fest memperlihatkan bahwa sebuah kegiatan sederhana dapat memiliki arti besar ketika dikerjakan bersama. Di tengah padatnya kehidupan Jakarta, tradisi warga Meruya itu menjadi pengingat bahwa kerukunan masih bisa tumbuh dari lingkungan paling dekat: tetangga dan komunitas.






