KabarJakarta.com – Brimob Polda Metro Jaya bersama Tim Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur membubarkan aksi balap liar di Jalan Taman Mini, Kelurahan Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, pada Jumat (7/8) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB. Dalam operasi tersebut, petugas menyita 9 (sembilan) unit sepeda motor dan mendata 11 orang pemuda yang berada di lokasi.
Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto menjelaskan, penindakan dilakukan setelah petugas menerima laporan dari masyarakat terkait adanya sekelompok pemuda yang diduga akan menggelar balap liar di kawasan tersebut.
“Dalam kegiatan tersebut, petugas mengamankan 9 sepeda motor dan mendata 11 pemuda,” kata Henik di Jakarta, Jumat (7/8).
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk membubarkan kerumunan. Para pemuda beserta kendaraan yang diamankan kemudian dibawa ke Polres Metro Jakarta Timur untuk menjalani proses pendataan dan penanganan lebih lanjut.
“Petugas segera menuju lokasi, membubarkan kerumunan, serta membawa para pemuda dan kendaraan ke Polres Metro Jakarta Timur untuk pendataan dan penanganan lebih lanjut,” ungkap Henik.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari Patroli Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) yang digelar untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif. Patroli difokuskan pada sejumlah titik yang dinilai rawan terhadap berbagai bentuk gangguan kamtibmas, seperti balap liar, tawuran, kejahatan jalanan, hingga tindak pidana pencurian.
Selain melakukan penindakan di kawasan Cipayung, petugas juga menyambangi wilayah Kramat Jati. Di lokasi tersebut, aparat membubarkan sekelompok pemuda yang masih berkumpul hingga larut malam.
Meski demikian, hasil pemeriksaan di kawasan Kramat Jati tidak menemukan adanya barang terlarang maupun aktivitas yang mengarah pada tindak pidana.
“Saat patroli itu, petugas juga membubarkan kelompok pemuda yang berkumpul hingga larut malam di kawasan Kramat Jati. Namun, tidak ditemukan barang maupun aktivitas mencurigakan,” tutur Henik.
Henik menegaskan patroli malam akan terus ditingkatkan sebagai langkah preventif untuk mencegah munculnya berbagai potensi gangguan keamanan di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Menurutnya, kehadiran aparat di lapangan menjadi salah satu upaya penting dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mencegah terjadinya tindakan yang membahayakan pengguna jalan maupun warga sekitar.
“Kami berkomitmen menghadirkan personel di lapangan guna mencegah berbagai potensi gangguan kamtibmas. Kehadiran Brimob bersama jajaran kewilayahan diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus mencegah tindakan yang membahayakan masyarakat,” ungkap Henik.
Ia juga mengingatkan peran penting orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anak, terutama pada malam hingga dini hari. Pengawasan dari keluarga dinilai dapat mencegah remaja terlibat dalam aksi balap liar maupun aktivitas lain yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Selain itu, Henik mengajak masyarakat agar berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dengan segera melaporkan apabila menemukan tindak kriminal atau gangguan kamtibmas. Menurutnya, laporan yang cepat akan memudahkan petugas mengambil tindakan.
“Masyarakat diminta segera menghubungi Layanan Kepolisian 110 jika menemukan tindak kriminal atau gangguan kamtibmas agar dapat ditindaklanjuti petugas,” tandasnya.






