KabarJakarta.com – Pagi itu, halaman Kantor Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, tidak sekadar menjadi tempat warga mengurus administrasi. Sejak 20 Juli hingga 14 Agustus 2026, halaman kantor tersebut berubah menjadi ruang belajar.
Di sana, 20 warga dari lima kelurahan duduk mengikuti pelatihan kerja yang biasanya harus mereka datangi ke balai pelatihan. Kali ini justru sebaliknya. Balai pelatihan yang datang kepada warga.
Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur membawa dua kejuruan yang cukup dekat dengan kebutuhan pasar saat ini, yakni barista dan video editor. Pelatihan tersebut digelar melalui skema Mobile Training Unit (MTU), atau pelatihan jemput bola.
Program itu bukan semata-mata gagasan pemerintah. Kebutuhan tersebut sebelumnya disampaikan warga melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Aspirasi itu kemudian diterjemahkan menjadi pelatihan yang dilaksanakan langsung di wilayah tempat warga tinggal.
Kepala PPKD Jakarta Timur Teguh Hendarwan mengungkapkan pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan masyarakat. “Ini sebagai tindak lanjut dari aspirasi yang disampaikan masyarakat di tingkat kelurahan,” terang Teguh.
Peserta pelatihan tidak hanya berasal dari satu wilayah. Sebanyak 20 warga dibagi secara merata dari 5 (lima) kelurahan, yakni Pekayon, Kalisari, Cijantung, Baru, dan Gedong. Masing-masing kelurahan mengirimkan empat peserta.
Camat Pasar Rebo Mujiono menjelaskan pembagian tersebut memang dibuat merata agar kesempatan mengikuti pelatihan tidak terkonsentrasi pada satu wilayah.
“Kami ingin manfaat pelatihan bisa dirasakan oleh warga dari seluruh kelurahan di Pasar Rebo, bukan hanya dari 1 wilayah,” ujar Mujiono.
Bagi warga, pola seperti ini membuat pelatihan kerja terasa lebih dekat. Mereka tidak harus meluangkan waktu dan biaya untuk mendatangi lokasi pelatihan yang berada jauh dari lingkungan tempat tinggal.
Salah satu peserta, Anisa Maharani Putri, memilih kejuruan barista karena memiliki ketertarikan pada kopi. Lebih dari sekadar ingin menambah keterampilan, ia menyimpan rencana untuk membuka kedai kopi sendiri.
“Saya memang suka dengan dunia kopi. Saya ikut pelatihan ini, karena ingin punya keterampilan sebagai barista dan mudah-mudahan nanti bisa membuka kedai sendiri,” terang Anisa.
Ia mengetahui informasi pelatihan dari Ketua RT yang membagikannya melalui grup WhatsApp. Cara penyebaran informasi tersebut menunjukkan bahwa program MTU tidak hanya mengandalkan pengumuman resmi di kantor pemerintahan. Informasi bergerak melalui jaringan masyarakat hingga ke tingkat lingkungan.
Pola tersebut menjadi penting karena tidak semua warga mengetahui cara mengakses program pelatihan kerja. Sebagian mungkin terkendala waktu, jarak, atau tidak terbiasa dengan sistem pendaftaran secara daring.
Dengan membawa pelatihan ke kantor kecamatan, PPKD Jakarta Timur mencoba memotong hambatan tersebut. Pemilihan barista dan video editor juga memiliki alasan yang berkaitan dengan peluang ekonomi.
Industri kopi terus berkembang. Data Indonesian Coffee Council menunjukkan terdapat lebih dari 25 ribu kedai kopi aktif di Indonesia pada 2025. Laporan USDA Indonesia: Coffee Annual juga mencatat nilai pasar kopi Indonesia sekitar 2,1 miliar dolar AS dengan pertumbuhan tahunan mendekati 10 persen.
Pertumbuhan kedai kopi ikut membuka kebutuhan terhadap tenaga barista yang memiliki kemampuan teknis. Jakarta menjadi salah satu pasar penting karena pertumbuhan bisnis kopi dan tingginya aktivitas konsumsi masyarakat perkotaan.
Di sisi lain, kebutuhan terhadap video editor ikut tumbuh seiring semakin kuatnya penggunaan konten video di media sosial. TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts membuat video pendek menjadi bagian penting dari strategi pemasaran.
Pelaku UMKM, kreator konten, hingga perusahaan membutuhkan orang yang mampu mengolah video agar menarik dan mudah menjangkau calon konsumen. Artinya, dua kejuruan yang dipilih bukan sekadar keterampilan umum. Peserta diarahkan ke bidang yang memiliki ruang kerja dan peluang usaha.
Program MTU di Pasar Rebo juga menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta menekan pengangguran. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut tingkat pengangguran terbuka Jakarta turun dari 6,03 persen pada Februari 2026 menjadi 5,79 persen pada Mei 2026.
Menurut Pramono, penurunan tersebut berjalan beriringan dengan sejumlah program ketenagakerjaan, termasuk pembukaan 2.843 lowongan melalui program padat karya, magang bagi 1.000 lulusan SMA yang melibatkan 107 perusahaan, serta pelatihan MTU yang sepanjang semester pertama 2026 telah menjangkau 2.731 peserta.
PPKD Jakarta Timur juga memiliki catatan yang cukup kuat. Sepanjang 2025, lembaga tersebut melatih 2.000 warga dari 9.166 pendaftar. Sebanyak 98,86 persen peserta dinyatakan lulus kompeten dan berhak memperoleh sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Kerja sama dengan 45 perusahaan dari dunia usaha dan dunia industri juga menghasilkan 106 proses rekrutmen. Dari rangkaian tersebut, sebanyak 1.431 lulusan pelatihan terserap ke dunia kerja.
Bagi peserta Pasar Rebo, sertifikat BNSP yang akan diperoleh setelah mengikuti uji kompetensi pada 18 Agustus bukan sekadar selembar kertas. Sertifikat itu menjadi bukti kompetensi yang diakui secara nasional dan dapat digunakan untuk mendukung pencarian kerja maupun rencana membuka usaha.
Di situlah nilai utama pelatihan jemput bola ini. Pemerintah tidak hanya menyediakan keterampilan, tetapi juga berusaha mendekatkan pintu aksesnya kepada warga.
Pada akhirnya, halaman Kantor Kecamatan Pasar Rebo hanya menjadi ruang belajar selama beberapa pekan. Namun bagi 20 peserta, tempat itu bisa menjadi titik awal perubahan.
Setelah uji kompetensi pada 18 Agustus, mereka akan menentukan langkah berikutnya. Sebagian mungkin membawa sertifikat untuk mencari pekerjaan. Sebagian lainnya bisa memilih membangun usaha sendiri.
Bagi Anisa, jalannya sudah mulai terlihat: keterampilan meracik kopi hari ini, dan sebuah kedai kopi yang mungkin berdiri di kemudian hari.
“Harapannya setelah selesai pelatihan saya bisa benar-benar menerapkan ilmu yang didapat dan mulai mewujudkan rencana membuka usaha,” tandasnya.
