KabarJakarta.com – Suasana di sekitar Gedung MPR/DPR, Jakarta, Kamis (27/8), ikut memengaruhi perjalanan warga yang menggunakan transportasi umum. Unjuk rasa yang berlangsung di kawasan parlemen membuat PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melakukan penyesuaian layanan pada sejumlah rute bus.
Penyesuaian dilakukan setelah sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi aksi ditutup oleh pihak berwenang. Akibatnya, perjalanan beberapa bus Transjakarta harus dihentikan sementara, dialihkan, diperpendek, atau mengalami perubahan lintasan.
Kepala Departemen Hubungan Masyarakat dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani menjelaskan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran operasional sekaligus menyesuaikan kondisi lalu lintas di lapangan.
“Sehubungan dengan rencana aksi menyampaikan pendapat di kawasan Gedung MPR/DPR, serta penutupan jalur oleh pihak berwenang, Transjakarta melakukan penyesuaian layanan operasional,” kata Ayu di Jakarta, Kamis (27/8)
Sejumlah rute tetap beroperasi, tetapi tidak melayani beberapa halte yang berada di sekitar kawasan terdampak. Halte Gerbang Pemuda dan Petamburan, misalnya, untuk sementara tidak dilayani oleh sejumlah rute.
Rute yang terdampak antara lain 3F Kalideres-Gelora Bung Karno, 9 Pinang Ranti-Pluit, 9A PGC 1-Latumenten, 10H Bundaran Senayan-Tanjung Priok, 1W Blok M-Ancol, S31 Alam Sutera-Blok M, T31 PIK 2-Blok M, serta SH2 Blok M-Bandara Soekarno Hatta.
Bagi penumpang yang biasa menggunakan rute 8N Kebayoran-Petamburan via Asia Afrika, perjalanan juga mengalami perpendekan lintasan. Bus tidak melayani Bus Stop MPR 1, Bus Stop MPR 2, dan Petamburan.
Sementara itu, dua layanan, yakni 1B Stasiun Palmerah-Tosari dan 1F Stasiun Palmerah-Bundaran Senayan, dihentikan sementara sampai situasi memungkinkan untuk kembali beroperasi.
Penyesuaian juga terjadi pada layanan Mikrotrans JAK 102 rute Blok M-Lebak Bulus. Perubahan lintasan dilakukan karena adanya penutupan jalan di sekitar Jalan Hj Nawi.
Untuk perjalanan menuju Blok M, JAK 102 sementara tidak melayani pemberhentian mulai dari Bus Stop Griya Haji Nawi hingga Seberang ITC Fatmawati.
Kondisi tersebut membuat pengguna Transjakarta perlu lebih cermat menentukan perjalanan. Warga yang hendak menuju kawasan Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, maupun lokasi lain yang terhubung dengan rute terdampak disarankan mengecek kondisi layanan sebelum berangkat.
Ayu meminta pengguna tidak hanya mengandalkan rute yang biasa digunakan karena perubahan dapat berlangsung mengikuti situasi keamanan dan lalu lintas.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, dan mengimbau kepada seluruh pengguna TJ agar menyesuaikan rute perjalanan masing-masing, melalui aplikasi TJ: Transjakarta,” ujarnya.
Transjakarta juga meminta masyarakat mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi perusahaan. Pembaruan diperlukan karena kondisi di lapangan dapat berubah sewaktu-waktu selama kegiatan penyampaian pendapat berlangsung.
“Pantau terus kanal media sosial resmi milik Transjakarta untuk mendapatkan pembaruan informasi real time, secara berkala,” ujar Ayu.
Dengan adanya penyesuaian tersebut, pengguna transportasi umum diharapkan dapat mengatur waktu dan memilih rute alternatif agar perjalanan tetap berjalan lancar di tengah aktivitas unjuk rasa di kawasan Gedung MPR/DPR.
