KabarJakarta.com – Kepolisian melakukan pemeriksaan secara acak terhadap peserta aksi yang menuju kawasan Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Kamis (27/8). Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan sekaligus mencegah peserta membawa benda yang berpotensi mengganggu ketertiban selama penyampaian aspirasi.
Berdasarkan pantauan di lokasi hingga pukul 10.00 WIB, massa terus berdatangan dan bergerak menuju depan Gedung DPR. Petugas keamanan tampak berjaga di sejumlah titik dan melakukan pemeriksaan terhadap peserta aksi yang melintas menuju kawasan parlemen.
Pemeriksaan dilakukan secara acak. Petugas memastikan peserta aksi tidak membawa benda-benda yang dapat membahayakan keamanan maupun mengganggu jalannya kegiatan.
“Pemeriksaan ini dilakukan demi memastikan keamanan dan menjaga agar penyampaian pendapat agar berlangsung tertib,” kata salah seorang petugas di lokasi.
Selain pemeriksaan terhadap massa, polisi juga melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan parlemen. Sejumlah akses jalan menuju Gedung DPR ditutup untuk mengantisipasi kepadatan dan menjaga kelancaran pengamanan aksi.
Kendaraan yang hendak menuju kawasan parlemen dialihkan melalui Jalan Gerbang Pemuda. Pengguna jalan diminta mengikuti arahan petugas yang berada di sejumlah persimpangan.
Penyesuaian juga dilakukan terhadap layanan transportasi umum TransJakarta. Bus TransJakarta untuk sementara tidak melayani naik dan turun penumpang di Halte Gerbang Pemuda dan Halte Petamburan.
Sementara itu, layanan dari arah tertentu hanya sampai Halte Semanggi. Perjalanan kemudian dilanjutkan dari Halte Kemanggisan sesuai dengan kondisi lalu lintas dan pengamanan di sekitar lokasi aksi.
Akses keluar Tol Senayan juga ditutup bagi kendaraan yang hendak menuju kawasan parlemen. Penutupan tersebut menjadi bagian dari rekayasa lalu lintas selama berlangsungnya kegiatan penyampaian aspirasi.
Meski pengamanan dan pengaturan lalu lintas diberlakukan, massa terus berdatangan dan berkumpul di depan gerbang Gedung DPR. Peserta aksi menyampaikan aspirasi yang menjadi tuntutan masing-masing kelompok.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, perwakilan koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) turut diundang oleh perwakilan DPR untuk memasuki kompleks parlemen. Mereka dijadwalkan mengikuti audiensi sebagai bagian dari proses penyampaian aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi ruang dialog antara massa aksi dan perwakilan DPR terkait tuntutan yang mereka bawa.
Hingga berita ini diturunkan, massa masih menyampaikan aspirasi di depan gerbang Gedung DPR. Di sisi lain, petugas keamanan tetap melakukan penjagaan dan pemeriksaan di sekitar lokasi untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib.
