KabarJakarta.com – PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) merespons laporan mengenai tindakan tidak menyenangkan yang dialami seorang pengguna jasa di Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (13/8) sore. Penumpang tersebut melaporkan adanya tindakan perekaman video secara diam-diam yang dilakukan oleh penumpang lain tanpa izin.
Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan menjelaskan, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 17.02 WIB. Korban yang mengetahui dirinya direkam kemudian segera melapor kepada petugas pengamanan di Stasiun Sudirman.
“Setibanya di Stasiun Sudirman, korban segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pengamanan Stasiun Sudirman. Korban juga meminta pelaku untuk menghapus rekaman video tersebut,” ujar Leza di Jakarta, Jumat (14/8).
Menurut Leza, korban tidak membiarkan kejadian tersebut begitu saja. Setelah menyadari adanya perekaman secara tersembunyi, korban langsung mengambil langkah dengan meminta bantuan petugas, sekaligus menegur orang yang diduga melakukan perekaman.
Laporan itu kemudian ditindaklanjuti petugas keamanan yang berada di sekitar pintu masuk atau gate stasiun. Petugas langsung mendatangi terduga pelaku untuk memastikan persoalan tersebut dapat diselesaikan di lokasi.
Petugas juga mengawal proses penghapusan rekaman video dari telepon seluler milik terduga pelaku. Langkah tersebut dilakukan, setelah korban menyampaikan keberatannya terhadap tindakan perekaman yang dilakukan tanpa persetujuan.
Respons cepat petugas tersebut menjadi bagian dari upaya KAI Commuter dalam menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang. Perusahaan menyatakan tidak ingin lingkungan transportasi publik menjadi tempat terjadinya tindakan yang dapat merugikan atau membuat pengguna jasa merasa tidak aman.
Leza menegaskan, KAI Commuter akan terus melakukan evaluasi terhadap pelayanan, termasuk dalam menangani dan mencegah berbagai bentuk pelecehan maupun tindakan yang mengganggu kenyamanan pengguna Commuter Line.
“Sebagai pengelola transportasi publik, KAI Commuter terus berupaya menjaga kenyamanan pengguna agar tidak ada yang melakukan tindakan yang merugikan sesama bagi pengguna Commuter Line. Dalam kaitan dengan perilaku terkait pelecehan, kami juga memastikan akan selalu berpihak kepada korban,” tegasnya.
Ia menambahkan, keamanan di dalam ekosistem transportasi publik bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas. Para penumpang juga diharapkan ikut menciptakan suasana perjalanan yang aman dengan menghormati hak dan ruang pribadi orang lain.
KAI Commuter mengimbau seluruh pengguna Commuter Line agar saling menjaga kenyamanan selama berada di stasiun maupun di dalam kereta. Penumpang diminta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu, merugikan, atau membuat pengguna jasa lainnya merasa tidak nyaman.
Perusahaan juga meminta penumpang segera melapor apabila mengalami atau melihat tindakan yang mengganggu kenyamanan bersama. Laporan dapat disampaikan kepada petugas yang berada di area stasiun ataupun petugas di dalam perjalanan kereta.
Kasus tersebut sebelumnya menjadi perhatian setelah sebuah video yang beredar di Instagram memperlihatkan seorang pria yang diduga merekam penumpang perempuan secara diam-diam. Dalam unggahan akun @kabar_banten, disebutkan bahwa tindakan itu diketahui oleh korban.
Korban kemudian menegur pria tersebut. Terduga pelaku sempat berusaha meninggalkan lokasi, tetapi teriakan korban menarik perhatian petugas keamanan. Pria itu akhirnya dapat diamankan untuk ditindaklanjuti di lokasi.
Saat telepon seluler milik terduga pelaku diperiksa, ditemukan rekaman video yang diduga dibuat tanpa seizin korban. Peristiwa tersebut kemudian mendapat perhatian publik karena berkaitan dengan privasi dan rasa aman pengguna transportasi umum.
KAI Commuter mengingatkan bahwa setiap pengguna jasa memiliki hak untuk merasa aman dan nyaman selama menggunakan layanan kereta. Karena itu, perusahaan meminta penumpang tidak ragu melapor ketika menghadapi situasi serupa agar petugas dapat segera memberikan penanganan.
“Jangan ragu untuk segera melapor ke petugas di area stasiun, maupun di dalam kereta, apabila mengalami atau melihat tindakan yang mengganggu kenyamanan bersama,” terang Leza.
Menurut KAI Commuter, keberanian pengguna jasa untuk melapor juga penting agar tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan dapat segera ditangani. Dengan adanya kerja sama antara penumpang dan petugas, ruang publik di lingkungan Commuter Line diharapkan tetap aman bagi seluruh pengguna.
