Gedung Baru PMI DKI Rp233 Miliar Diresmikan, Pramono: Seribu Persen Dibangun dari Pajak

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meresmikan gedung baru Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta yang bertepatan dengan momentum HUT ke-81 PMI di Jakarta Pusat, Kamis (17/9). Foto: beritajakarta

KabarJakarta.com — Gedung baru Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta resmi digunakan setelah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikannya bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 PMI di Jakarta Pusat, Kamis (17/9).

Gedung yang dibangun dengan anggaran Rp233 miliar tersebut menjadi salah satu fasilitas penting bagi pelayanan kemanusiaan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan darah bagi masyarakat Jakarta dan wilayah sekitarnya.

Pramono menjelaskan, pembangunan gedung PMI DKI Jakarta sepenuhnya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Menurut dia, pembangunan tersebut sekaligus menjadi contoh bagaimana uang yang berasal dari pajak masyarakat dikembalikan dalam bentuk fasilitas pelayanan publik.

“Gedung ini seribu persen dibangun dari uang pajak,” ujar Pramono.

Ia membeberkan, dirinya bersama Ketua Umum PMI Muhammad Jusuf Kalla atau JK mengaku kagum dengan keberadaan gedung baru tersebut. Bagi Pramono, pembangunan fasilitas PMI menggunakan APBD menunjukkan adanya hubungan langsung antara penerimaan pajak dan pelayanan yang diterima masyarakat.

“Orang itu membayar pajak. Dan Jakarta merupakan kota yang memberikan transparansi dari pemanfaatan pajak,” katanya.

Pramono kemudian meminta jajaran PMI DKI Jakarta menjaga dan merawat gedung tersebut dengan baik. Ia berharap fasilitas baru itu tidak hanya menjadi bangunan representatif, tetapi benar-benar mendukung peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan bisa dirawat, dan bisa dijaga,” ujarnya.

Pembiayaan kreatif bangun Jakarta

Dalam kesempatan itu, Pramono juga menyinggung upaya Pemprov DKI Jakarta membangun berbagai fasilitas tanpa selalu bergantung pada APBD.

Ia menyebut transparansi pemerintah dan kepastian dalam iklim usaha telah meningkatkan kepercayaan pelaku usaha kepada Pemprov DKI Jakarta. Kepercayaan tersebut kemudian dimanfaatkan untuk mendorong pembangunan melalui skema pembiayaan kreatif.

Salah satu mekanisme yang digunakan berkaitan dengan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Pramono menjelaskan, sejumlah fasilitas publik telah dibangun dengan dukungan mitra strategis sehingga tidak seluruhnya menggunakan anggaran daerah.

Beberapa pembangunan yang disebut antara lain pedestrian deck di kawasan Dukuh Atas dan penataan Taman Semanggi.

“Tidak memakai dana APBD. Dari mana? Karena model strategic partner tadi. Sehingga, orang percaya dengan Pemerintah DKI, itulah yang digunakan membangun Jakarta sekarang ini,” kata Pramono.

Menurut dia, pola tersebut menjadi bagian dari cara Pemprov DKI Jakarta mencari sumber pembiayaan alternatif untuk mempercepat pembangunan kota.

Namun, untuk gedung baru PMI DKI Jakarta, Pramono menegaskan pembangunannya menggunakan APBD. Karena itu, ia kembali mengingatkan pentingnya memastikan fasilitas tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

PMI siapkan 1.200 kantong darah per hari

Ketua Umum PMI Muhammad Jusuf Kalla menyampaikan apresiasi kepada Pemprov DKI Jakarta yang membantu pembangunan markas PMI DKI Jakarta sekaligus fasilitas Unit Donor Darah (UDD).

JK menilai fasilitas tersebut memiliki fungsi yang sangat penting karena kebutuhan darah tidak mengenal waktu. Darah dibutuhkan dalam berbagai kondisi, mulai dari pasien yang menjalani operasi hingga korban kecelakaan dan bencana.

“Saya sungguh berterima kasih kepada Pemprov Jakarta, Pak Gubernur, atas hibah atau pembangunan markas ini, dan Unit Donor Darah,” ujar JK.

Ia menggambarkan pentingnya keberadaan UDD PMI bagi masyarakat. Ketika seseorang membutuhkan transfusi darah, keluarga pasien dapat mendatangi PMI untuk mendapatkan darah yang dibutuhkan.

“Bayangkan kalau keluarga kita sakit, harus operasi dan harus ditransfusi. Jam berapa pun datang ke PMI untuk mengambil,” katanya.

Menurut JK, layanan tersebut berarti ribuan orang dapat tertolong setiap bulan. Karena itu, fasilitas donor dan pengelolaan darah menjadi bagian penting dari sistem pelayanan kesehatan.

Peran tersebut semakin besar ketika terjadi bencana. Selain memenuhi kebutuhan rutin rumah sakit, PMI juga memiliki tugas kemanusiaan dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.

Layani lebih dari 400 rumah sakit

Ketua Pengurus PMI Provinsi DKI Jakarta Beky Mardani menjelaskan, gedung baru tersebut terdiri atas dua bagian. Masing-masing bangunan memiliki ketinggian lima lantai dan 10 lantai.

Fasilitas tersebut digunakan untuk mendukung operasional PMI, termasuk kegiatan Unit Donor Darah.

Beky mengungkapkan, PMI DKI Jakarta setiap hari menyiapkan sekitar 1.000 hingga 1.200 kantong darah. Darah tersebut kemudian didistribusikan kepada berbagai fasilitas kesehatan yang membutuhkan.

“Ke mana kita distribusikan? Ke lebih 400 rumah sakit se-Jabodetabek. Lebih dari 400 rumah sakit dan 64 BDRS (Bank Darah Rumah Sakit) yang ada di Jakarta sekitarnya,” ujar Beky.

Jumlah distribusi tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan darah di wilayah Jakarta dan kawasan penyangga. Ketersediaan darah yang cukup menjadi bagian penting dalam menjaga pelayanan medis, terutama bagi pasien yang membutuhkan transfusi.

Karena itu, menurut Beky, pembangunan fasilitas baru bukan sekadar menyediakan gedung untuk kegiatan organisasi. Infrastruktur tersebut harus mampu memperkuat proses pengumpulan, pemeriksaan, pengolahan hingga distribusi darah.

Skrining Penyakit Menular

Beky menambahkan, pemeriksaan darah yang dilakukan di UDD PMI DKI Jakarta mengikuti standar nasional dan internasional. PMI DKI Jakarta juga melakukan skrining terhadap penyakit menular.

Ia menyebut PMI DKI Jakarta sebagai satu-satunya daerah yang melakukan skrining terhadap penyakit menular dalam layanan tersebut.

Hal itu menjadi bagian penting untuk memastikan darah yang diberikan kepada pasien memenuhi standar keamanan. Pemeriksaan dilakukan sebelum darah didistribusikan kepada rumah sakit maupun Bank Darah Rumah Sakit (BDRS).

“Karena itu, atas nama pengurus provinsi dan masyarakat Jakarta sekitarnya, ingin mengucapkan terima kasih kepada Pemprov DKI yang sudah menyiapkan fasilitas seperti ini,” kata Beky.

Dengan gedung baru tersebut, PMI DKI Jakarta berkomitmen meningkatkan pelayanan sekaligus menjaga ketersediaan darah yang aman dan berkualitas.

Bagi masyarakat, keberadaan fasilitas ini menjadi bagian dari rantai pelayanan kesehatan yang sering kali baru terasa penting ketika seseorang membutuhkan transfusi. Di balik satu kantong darah yang tersedia di rumah sakit, terdapat proses panjang mulai dari donor, pemeriksaan, pengolahan hingga distribusi.

Karena itu, peresmian gedung baru PMI DKI Jakarta tidak hanya menandai bertambahnya fasilitas pemerintah. Lebih jauh, gedung tersebut menjadi penunjang bagi layanan kemanusiaan yang setiap hari dibutuhkan masyarakat, terutama untuk memastikan kebutuhan darah tetap tersedia ketika diperlukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *