KabarJakarta.com – Aplikasi Jakarta Kini (JAKI) terus dikembangkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai salah satu pintu layanan publik berbasis digital. Hingga Agustus 2026, aplikasi tersebut telah diunduh lebih dari 7,06 juta kali dan menyediakan 101 fitur layanan untuk masyarakat.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta Marulina Dewi menjelaskan pengembangan JAKI dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan warga. Salah satunya melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Kami terus kembangkan JAKI, mulai dari integrasi Satu Data Jakarta, penambahan layanan publik, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk memastikan setiap laporan warga dapat diverifikasi dan ditindaklanjuti secara akurat,” kata Marulina di Jakarta, Jumat (14/8).
Menurut dia, teknologi AI juga mulai diperkuat dalam sistem pengaduan Cepat Respons Masyarakat (CRM). Diskominfotik DKI menerapkan AI Image Detector dan AI Recapture Detection untuk membantu memastikan foto yang disertakan dalam laporan warga merupakan gambar yang asli.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan akurasi proses verifikasi laporan. Dengan begitu, laporan masyarakat yang masuk melalui kanal pengaduan dapat ditangani berdasarkan informasi yang lebih dapat dipercaya.
Selain pengembangan JAKI, Diskominfotik DKI bersama Unit Pengelola Jakarta Smart City (JSC) akan menggelar JAKI & Fellowship Cities Forum (JFCF) 2026 pada 19-20 Agustus 2026.
Forum internasional bertema “Sharing Best Practices in Digital Transformation and Public Innovation” tersebut dilaksanakan secara hybrid. Kegiatan itu menjadi ruang bagi pemerintah daerah, akademisi, industri, serta masyarakat untuk bertukar pengalaman mengenai transformasi digital dan inovasi pelayanan publik.
Marulina menyebut kepala daerah se-Jabodetabek juga akan terlibat secara virtual. Selama dua hari pelaksanaan, terdapat 16 sesi diskusi yang terdiri dari tujuh sesi luring dan sembilan sesi daring.
Sekitar 3.000 peserta dari kementerian, pemerintah daerah, akademisi, sektor industri, hingga masyarakat umum diperkirakan mengikuti forum tersebut.
Marulina mengungkapkan transformasi digital menjadi kebutuhan penting untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan responsif. Karena itu, Jakarta ingin mendorong agar inovasi digital tidak hanya berkembang di kota-kota besar.
“Jakarta ingin menjadi penghubung kolaborasi, agar transformasi digital berkembang merata di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, Pemprov DKI Jakarta juga akan membagikan dua platform digital, yakni City Data Platform dan Learning Management System, secara gratis kepada pemerintah daerah mitra.
Pemberian platform itu akan disertai pendampingan teknis agar dapat diterapkan sesuai kebutuhan masing-masing daerah.
“Kami tak hanya berbagi pengalaman, tetapi juga menyediakan platform digital beserta pendampingan, agar manfaat transformasi digital dapat dirasakan lebih luas,” tandas Marulina.






