KabarJakarta.com – Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kazakhstan dan Tajikistan, M. Fadjroel Rachman, menyampaikan apresiasi atas suksesnya pemilihan Kurultai, parlemen unikameral Kazakhstan, yang digelar pada 23 Agustus 2026.
Fadjroel juga menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev serta Aibek Dadebay yang terpilih sebagai Ketua Kurultai pertama. Menurut dia, proses politik tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Kazakhstan dalam membangun tatanan negara yang disebut sebagai Kazakhstan Baru atau New Kazakhstan.
“Selamat atas suksesnya Kurultai kepada Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev. Dan selamat atas terpilihnya Aibek Dadebay sebagai Ketua Kurultai. Kazakhstan telah sukses menjalankan demokrasi konstitusional untuk membentuk New Kazakhstan,” tegas Fadjroel dalam keterangannya di Astana, Sabtu (29/8).
Pemilihan Kurultai mendapat perhatian karena menjadi bagian dari penerapan konstitusi baru Kazakhstan. Konstitusi tersebut sebelumnya disahkan melalui referendum nasional pada 15 Maret 2026.
Dalam pemilihan yang berlangsung pada 23 Agustus, tingkat partisipasi masyarakat tercatat cukup tinggi. Sebanyak 74,08 persen pemilih menggunakan hak suaranya atau lebih dari 9,35 juta orang.
Partai Adilet menjadi pemenang dengan perolehan 71,17 persen suara. Hasil tersebut memberikan partai itu 110 kursi dari total 145 kursi yang tersedia di Kurultai.
Setelah anggota parlemen terpilih, Aibek Dadebay kemudian ditetapkan sebagai Ketua Kurultai melalui pemungutan suara secara rahasia. Dari 145 anggota parlemen, sebanyak 144 orang memberikan dukungan terhadap pencalonannya.
Sebelumnya, Presiden Tokayev mengusulkan Dadebay sebagai calon ketua parlemen. Pengusulan tersebut didasarkan pada pengalaman Dadebay sebagai seorang pegawai negeri.
Fadjroel menilai terbentuknya Kurultai menandai dimulainya fase baru dalam sistem politik Kazakhstan. Sebagai parlemen satu kamar, Kurultai menjadi bagian dari desain kelembagaan yang lahir dari perubahan konstitusional 2026.
Presiden Tokayev dalam pidato pembukaan sidang perdana Kurultai menyebut hasil pemilu sebagai cerminan dukungan rakyat terhadap reformasi besar yang tengah dijalankan pemerintah Kazakhstan.
Tokayev juga menilai proses pemilu berjalan secara terbuka dan adil dengan standar penyelenggaraan yang tinggi. Sekitar 800 pengamat internasional turut memantau pelaksanaan pemungutan suara tersebut. Jumlah itu disebut sebagai yang tertinggi dalam sejarah parlemen Kazakhstan.
Bagi Indonesia, perkembangan politik Kazakhstan menjadi perhatian karena kedua negara selama ini memiliki hubungan bilateral yang erat dan bersahabat. Indonesia melihat proses tersebut sebagai perkembangan penting dalam perjalanan Kazakhstan menjalankan reformasi politik dan konstitusional.
Setelah Ketua Kurultai terpilih, proses politik di Kazakhstan masih akan berlanjut. Negara tersebut selanjutnya dijadwalkan memilih Wakil Presiden dan Perdana Menteri.
Fadjroel menegaskan bahwa keberhasilan pemilihan Kurultai menunjukkan kepada masyarakat internasional bahwa Kazakhstan sedang menjalankan perubahan politik berdasarkan kerangka konstitusi yang baru.
“Kazakhstan memberikan pesan kepada dunia, bahwa demokrasi berjalan sesuai dengan prinsip Konstitusi 2026,” tandas Dubes Fadjroel.






