Pengguna Transportasi Umum Naik, Pramono Yakin Polusi Jakarta Bisa Ditekan

KabarJakarta.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meyakini peningkatan jumlah pengguna transportasi umum dapat membantu menekan tingkat polusi udara di Ibu Kota. Penggunaan angkutan umum dinilai dapat mengurangi jumlah kendaraan pribadi yang beroperasi di jalan raya.

Pramono menyampaikan hal tersebut saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (11/8). Ia menyebut jumlah pengguna sejumlah moda transportasi umum di Jakarta mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir.

“Yang pertama adalah Transjakarta itu meningkat hampir mencapai 15 persen. MRT meningkat hampir 23 persen, kemudian LRT lebih sedikit 12 persen,” kata Pramono.

Menurut dia, peningkatan jumlah penumpang tersebut tidak terlepas dari kebijakan pemerintah yang menjaga tarif transportasi umum tetap terjangkau. Pemerintah Jakarta juga memberikan layanan transportasi umum gratis bagi 15 golongan masyarakat.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendorong semakin banyak warga meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih menggunakan transportasi publik dalam aktivitas sehari-hari.

Selain kebijakan tarif, kewajiban aparatur sipil negara (ASN) menggunakan transportasi umum setiap Rabu turut disebut menjadi salah satu faktor meningkatnya jumlah penumpang. Kebijakan itu diharapkan tidak hanya berdampak pada mobilitas warga, tetapi juga membantu mengurangi emisi kendaraan bermotor.

Pramono mengungkapkan Pemerintah Jakarta masih menyiapkan sejumlah langkah lain untuk mengatasi persoalan polusi udara. Salah satunya adalah rencana membuat hujan buatan ketika kondisi awan memungkinkan.

“Walaupun kemarin ketika Chelsea lawan AC Milan, salah satu keluhan adalah masalah (polusi), karena terlalu lama tidak pernah hujan. Kami sedang menyiapkan hujan buatan. Mudah-mudahan awannya ada. Begitu awannya ada, kami segera membuat hujan buatan untuk Jakarta dan sekitarnya,” papar Pramono.

Persoalan kualitas udara Jakarta memang kembali menjadi perhatian masyarakat ketika pertandingan uji coba Chelsea melawan AC Milan dalam ajang Indonesia Super Cup 2026 digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Sabtu (8/8).

Sejumlah foto pemain dan klub Chelsea serta AC Milan yang berada di Jakarta juga ramai diperbincangkan di media sosial. Dalam beberapa unggahan pada akun resmi kedua klub, latar belakang kawasan perkotaan Jakarta terlihat berwarna abu-abu dan tampak kusam.

Kondisi tersebut kemudian dikaitkan sejumlah warganet dengan persoalan polusi udara yang terjadi di Jakarta. Perbincangan itu kembali menyoroti pentingnya upaya pemerintah menjaga kualitas udara di Ibu Kota, terutama ketika aktivitas masyarakat dan mobilitas kendaraan sedang tinggi.

Pemerintah Jakarta kini menghadapi tantangan untuk mengurangi sumber emisi sekaligus menjaga mobilitas warga. Peningkatan penggunaan transportasi umum menjadi salah satu strategi yang terus didorong.

Pramono berharap semakin banyak masyarakat memilih transportasi publik sehingga ketergantungan terhadap kendaraan pribadi dapat berkurang. Dengan demikian, upaya mengurangi emisi dari sektor transportasi di Jakarta dapat berjalan secara bertahap.

Exit mobile version