Sidak Gabungan Lapas Salemba, Zero Halinar Diperkuat dengan Pendekatan Humanis

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Salemba bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Jakarta, Polri, dan TNI melakukan inspeksi mendadak (sidak) di blok hunian warga binaan lapas pada Senin (24/8/2026). Foto: Lapas Salemba

KabarJakarta.com – Suasana blok hunian Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Salemba, Jakarta Pusat, Senin (24/8), mendapat perhatian lebih dari biasanya. Petugas gabungan turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan lingkungan hunian warga binaan tetap aman dan terbebas dari barang-barang yang dilarang.

Sidak tersebut melibatkan jajaran Lapas Kelas IIA Salemba bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Jakarta, Polsek Cempaka Putih, dan Koramil Cempaka Putih. Pemeriksaan menyasar sejumlah blok hunian warga binaan.

Langkah itu menjadi bagian dari upaya memperkuat program Zero Halinar, yakni lingkungan pemasyarakatan yang bebas dari telepon seluler ilegal, pungutan liar, dan narkoba. Pemeriksaan tidak hanya diarahkan untuk menemukan barang terlarang, tetapi juga menjadi cara untuk mendeteksi sejak dini potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

Kepala Lapas Kelas IIA Salemba, Amico Balalembang, menjelaskan keamanan tetap harus dijalankan dengan cara yang tegas, tetapi tidak menghilangkan sisi kemanusiaan dalam pembinaan warga binaan.

“Kami berkomitmen untuk mewujudkan Zero Halinar di Lapas Kelas IIA Salemba. Namun, pelaksanaan pengamanan tetap dilakukan dengan pendekatan humanis. Tegas terhadap pelanggaran, dan tetap menghormati warga binaan sebagai manusia yang sedang menjalani proses pembinaan,” ujar Amico dalam keterangan resmi, Senin (25/8).

Menurut Amico, pendekatan tersebut penting agar kegiatan pengamanan tidak semata-mata dipandang sebagai tindakan penindakan. Sidak juga menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan lapas yang tertib sekaligus mendukung proses pembinaan.

Dalam pemeriksaan, petugas gabungan mengecek langsung area hunian untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang dapat mengganggu keamanan. Proses pemeriksaan dilakukan secara persuasif dengan tetap memperhatikan hak-hak warga binaan.

Hasil sidak gabungan tersebut berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Berdasarkan laporan yang disampaikan Lapas Salemba. Kegiatan tersebut diarahkan sebagai langkah pengawasan dan pencegahan untuk memastikan lingkungan hunian tetap terkendali.

Karena itu, hasil pemeriksaan kali ini lebih ditekankan pada penguatan sistem pengamanan dan deteksi dini. Lapas Salemba menyatakan akan melanjutkan pemeriksaan serta pengawasan secara berkala untuk mencegah masuknya telepon seluler ilegal, narkoba, maupun praktik pungutan liar.

Bagi Amico, pengamanan di dalam lapas membutuhkan kerja bersama. Tidak hanya petugas pemasyarakatan, tetapi juga dukungan aparat penegak hukum lainnya.

“Sinergisitas dengan aparat terkait akan terus kami perkuat. Kami ingin pastikan seluruh jajaran memiliki komitmen yang sama, untuk menjaga Lapas tetap aman, tertib, dan kondusif, serta mendukung terwujudnya Zero Halinar,” terang Amico.

Sidak tersebut sekaligus menunjukkan bahwa upaya menciptakan lapas yang aman tidak cukup dilakukan melalui pemeriksaan sesekali. Pengawasan harus berjalan berkelanjutan, disertai komunikasi dengan warga binaan dan kepatuhan seluruh petugas terhadap aturan.

Dengan kombinasi antara ketegasan, pengawasan, dan pendekatan humanis, Lapas Salemba berupaya menjaga keamanan tanpa mengabaikan tujuan utama pemasyarakatan, yakni membina warga binaan agar dapat kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat dengan lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *