Tak Lagi Terpecah, LAKB Diharapkan jadi Satu Wadah Besar Organisasi Betawi

Pengukuhan Lembaga Adat Kebudayaan Betawi (LAKB) di Balai Kota, Jakarta, Jumat (28/8/2026). Foto: Bamus Betawi

KabarJakarta.com — Setelah perjalanan panjang, Lembaga Adat Kebudayaan Betawi (LAKB) akhirnya dikukuhkan. Bagi masyarakat Betawi, lahirnya lembaga ini bukan sekadar bertambahnya organisasi, tetapi menjadi langkah baru untuk menyatukan berbagai unsur kebetawian dalam satu rumah besar adat dan kebudayaan.

Ketua Umum Bamus Betawi H. Riano P Ahmad menyambut positif terbentuknya LAKB. Ia menilai kehadiran lembaga tersebut dapat menjadi momentum untuk mengakhiri berbagai sekat organisasi dan memperkuat posisi masyarakat Betawi dalam pembangunan Jakarta.

“Terbentuknya LAKB merupakan babak baru untuk menyatukan berbagai unsur organisasi dan masyarakat Betawi dalam satu wadah kelembagaan adat dan kebudayaan,” kata Riano di Jakarta, Sabtu (29/8).

Pengukuhan LAKB juga menjadi perhatian karena lembaga tersebut dipimpin mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo atau Foke. Dalam kesempatan yang sama, Fauzi Bowo dianugerahi gelar kehormatan Dato Mualim.

Menurut Riano, pembentukan LAKB memiliki landasan yang kuat karena sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta (DKJ). Dalam aturan tersebut, adat dan kebudayaan Betawi ditempatkan sebagai budaya utama di Jakarta.

“Kami masyarakat Betawi, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Gubernur DKI Pramono Anung. LAKB ini merupakan implementasi dari amanah Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024,” ujar Riano.

Bagi Riano, proses terbentuknya LAKB tidak terjadi dalam waktu singkat. Perjuangan untuk menghadirkan satu lembaga yang dapat menaungi berbagai organisasi kebetawian telah berlangsung cukup lama.

“Alhamdulillah, akhirnya LAKB ini bisa dikukuhkan. Apalagi, perjuangan LAKB ini relatif lama dan baru terbentuk sekarang,” ucapnya.

Kini, tantangan berikutnya adalah memastikan LAKB tidak berhenti pada seremoni pengukuhan. Riano berharap, lembaga yang baru terbentuk itu, benar-benar menjadi wadah bersama bagi seluruh organisasi dan masyarakat Betawi di Jakarta.

“Jadi ini akan menjadi satu wadah tunggal bagi organisasi kebetawian. Menjadi lembaga induk satu-satunya,” kata dia.

Ia bahkan mengajak keluarga besar Bamus Betawi untuk bergabung dan membangun organisasi kebetawian secara lebih tertib.

“Mari semua orang – orang Bamus Betawi segera berhimpun di LAKB. Tidak boleh ada lagi sana-sini. Kita harus tertib berorganisasi,” tutur Riano.

Riano yang merupakan Anggota DPRD DKI Jakarta itu melihat LAKB memiliki peran strategis di tengah perubahan posisi Jakarta setelah tidak lagi menjadi ibu kota negara. Lembaga tersebut diharapkan menjadi mitra Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memastikan pembangunan tetap memiliki karakter dan identitas budaya lokal.

LAKB diharapkan dapat menjadi lokomotif pelestarian budaya Betawi, mulai dari menjaga nilai-nilai tradisi hingga mengembangkan kebudayaan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Dengan kepengurusan yang kian solid, Riano berharap organisasi LAKB mampu menjadi jembatan antara masyarakat Betawi dan pemerintah. Bukan hanya untuk mempertahankan warisan leluhur, tetapi juga memastikan kebudayaan Betawi tetap hidup dan memiliki tempat penting dalam wajah Jakarta yang terus berubah.

Exit mobile version