KabarJakarta.com – Warga Kampung Rawa Indah, RT 04/RW 03, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, mengeluhkan dampak proyek revitalisasi Kali Cakung Lama yang diduga menyebabkan keretakan pada sejumlah rumah, Masjid Jami Al-Husna, hingga akses jalan di sekitar permukiman.
Proyek revitalisasi yang dikerjakan sejak November 2025 itu memang diharapkan mampu mengurangi banjir yang selama ini menjadi persoalan tahunan di kawasan tersebut. Namun di sisi lain, aktivitas alat berat dan kendaraan proyek dinilai telah menimbulkan berbagai kerusakan yang meresahkan warga.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Jami Al-Husna, Muhammad Ridho, mengungkapkan keretakan mulai terlihat pada dinding masjid dan beberapa bangunan warga sejak pekerjaan berlangsung.
“Keretakan tembok dan bangunan terjadi diduga akibat aktivitas pengerjaan revitalisasi Kali Cakung Lama yang berlangsung sejak November 2025,” kata Ridho di Jakarta, Kamis (7/8)
Menurut dia, dampak proyek tidak hanya terlihat pada bangunan, tetapi juga pada kondisi jalan di depan masjid yang mengalami retak-retak. Selain itu, debu dari aktivitas proyek setiap hari mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Ridho juga menilai lalu lintas alat berat membuat kondisi tanah di sekitar masjid berubah. “Saat pengerjaan banyak debu yang meresahkan warga. Kontur tanahnya masjid ini jadi miring, karena ini dilewati oleh alat berat,” ujarnya.
Ia menjelaskan kendaraan proyek, terutama truk pengangkut tanah dan lumpur hasil pengerukan kali, hampir setiap hari melintas di jalan lingkungan. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian ruas jalan mengalami penurunan atau ambles.
Untuk itu, Ridho berharap pekerjaan revitalisasi dapat segera diselesaikan sehingga warga tidak terus-menerus merasakan dampak negatifnya. “Kami warga ingin secepatnya rampung pengerjaan ini, dan ingin seperti sedia kala. Artinya diperbaiki seperti sedia kala,” pintanya.
Meski demikian, ia mengakui revitalisasi Kali Cakung Lama memiliki manfaat besar bagi lingkungan. Selama bertahun-tahun kali tersebut mengalami pendangkalan sehingga sering memicu banjir ketika musim hujan tiba.
Menurut Ridho, pengerukan dan perbaikan saluran air merupakan langkah yang memang dibutuhkan. Namun, pelaksana proyek diharapkan lebih memperhatikan kondisi bangunan warga selama proses pekerjaan berlangsung.
“Jadi ada plusnya banyak, tapi juga negatifnya. Artinya manfaatnya banyak, dampaknya juga ada. Tapi harusnya mereka agak peka dalam proses pembangunan. Lihat bangunan satu persatu,” ujarnya.
Ia menambahkan, proyek revitalisasi tersebut merupakan pekerjaan yang berada di bawah tanggung jawab Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta.
Keluhan serupa juga disampaikan Ketua RW 03 Pegangsaan Dua, Roni. Ia mengaku telah menerima banyak laporan dari warga mengenai dampak proyek yang dirasakan sejak beberapa bulan terakhir.
“Kami ingin kontraktor ini duduk bareng mencari solusi terbaik, seperti apa nanti,” kata Roni.
Menurutnya, usulan revitalisasi Kali Cakung Lama sebenarnya sudah diajukan warga sejak 2010. Namun pembangunan baru dapat direalisasikan sekarang. Selama ini, kawasan tersebut hampir setiap tahunnya terendam banjir sehingga normalisasi kali memang menjadi kebutuhan mendesak.
“Di sini setiap tahun banjir. Kalau usulan dari 2010 sudah, baru sekarang terlaksana,” ujarnya.
Roni menyebut sementara ini sedikitnya 3 (tiga) rukun tetangga (RT) terdampak langsung oleh aktivitas proyek, yakni RT 04, RT 05, dan RT 06. Selain kerusakan jalan, sejumlah rumah juga mengalami kerusakan akibat alat berat yang melintas di jalan lingkungan yang sempit.
“Yang terdampak ada RT 06, 05 dan RT 04,” jelasnya.
Sebelumnya, warga sempat mengeluhkan pembangunan turap Kali Cakung Lama yang membentang di wilayah Kelapa Gading dan Cilincing. Proyek tersebut telah menyebabkan akses jalan warga terputus, sehingga aktivitas sehari-hari terganggu.
Tidak hanya itu, warga mengaku dampak proyek telah memengaruhi kegiatan ekonomi, karena akses keluar-masuk menjadi terbatas. Bahkan, pipa jaringan air bersih milik warga dilaporkan mengalami kerusakan sehingga distribusi air terganggu.
Ketua RT 04/RW 03 Pegangsaan Dua, Farid, membeberkan pembangunan turap dilakukan di kedua sisi Kali Cakung Drain. Sisi kiri berada di wilayah Pegangsaan Dua, sedangkan sisi kanan masuk Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing.
Ia berharap proyek dapat segera dituntaskan agar mobilitas warga kembali normal. Diharapkan berbagai kerusakan yang muncul selama proses pembangunan dapat segera diperbaiki.
“Pengerjaan turap mulai dari wilayah RT 01-07/RW 03 Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading. Cuma persoalannya sudah 5 bulan lebih dan sampai hari ini masih mangkrak,” tandas Farid.
