Tiga Kapal Tradisional Terbakar di Muara Baru, 60 Petugas Dikerahkan

Kebakaran 3 unit kapal di Dermaga Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026) malam. Foto: Gulkarmat Jakut

KabarJakarta.com — Tiga kapal tradisional terbakar saat bersandar di Dermaga Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (13/8) malam. Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu masih melakukan penanganan untuk memastikan api benar-benar padam.

Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, menjelaskan kebakaran menghanguskan area sekitar 51 meter persegi. Kapal-kapal tersebut diketahui milik seorang warga bernama Yakub Zainal.

“Objek yang terbakar ada 3 unit kapal, dan saat ini masih dilakukan pemadaman,” kata Gatot di Jakarta, Kamis (14/8) malam.

Untuk mengatasi kebakaran, petugas mengerahkan sejumlah unit kendaraan pemadam dan personel ke lokasi. Dalam proses penanganan, sebanyak 11 unit mobil pemadam dengan sekitar 60 personel dikerahkan. Petugas juga mendapat bantuan satu unit kapal boat milik Paguyuban Muara Angke.

Gatot menjelaskan, petugas mulai melakukan pemadaman sekitar pukul 19.50 WIB. Pada awal penanganan, petugas terlebih dahulu berupaya melokalisasi api agar tidak merambat ke kapal lain yang berada di sekitar lokasi.

Hingga sekitar pukul 20.53 WIB, petugas masih berkonsentrasi mengendalikan kobaran api. Setelah api berhasil dilokalisasi, proses dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara atau sumber api yang masih dapat memicu kebakaran kembali.

“Petugas sampai di lokasi dan memulai aksi pemadaman pada pukul 19.50 WIB, dan pukul 21.32 WIB, situasi masih dalam status pendinginan, dalam penanganan,” ujar Gatot.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kebakaran pertama kali diketahui ketika warga melihat kobaran api yang sudah membesar dari salah satu kapal bernama KM Sabang. Warga kemudian berteriak meminta pertolongan dan menghubungi petugas untuk segera melakukan penanganan.

Gatot mengungkapkan KM Sabang merupakan kapal bekas yang sedang dalam proses pembongkaran. Kapal tersebut disebut sedang diambil bagian kayunya oleh pemilik sebelum kebakaran terjadi.

“Penyalaan api bermula dari KM Sabang dan menjalar ke KM Baruna Jaya,” ungkapnya.

Api kemudian turut membakar kapal lain yang berada di sekitar lokasi. Petugas bergerak cepat untuk mencegah kobaran api meluas ke kapal-kapal lain yang bersandar di dermaga.

Selain memadamkan api, petugas juga mengumpulkan informasi dari saksi dan pihak terkait untuk mengetahui penyebab kebakaran. Hingga penanganan berlangsung, belum ada kesimpulan mengenai sumber api.

“Saat ini, semua masih dalam penyelidikan,” imbuh Gatot.

Petugas juga belum memastikan total kerugian akibat kebakaran tersebut. Pendataan terhadap kapal yang terbakar dan kerusakan yang ditimbulkan masih dilakukan setelah kondisi di lokasi dinyatakan aman.

Gatot menegaskan, petugas masih bekerja di lapangan untuk menyelesaikan proses penanganan. Pendinginan menjadi tahap penting karena kapal berbahan kayu masih berpotensi menyimpan bara yang dapat kembali menimbulkan api.

“Petugas masih terus bekerja di lapangan,” ujar Gatot.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *