KabarJakarta.com — Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertransgi) Kabupaten Kepulauan Seribu memberikan pelatihan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan keterampilan dalam membuat aneka minuman segar dan kekinian.
Pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah mendorong masyarakat memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri. Kegiatan berlangsung selama lima hari dan diikuti 10 peserta dari unsur kader masyarakat serta pelaku Jakpreneur binaan yang berasal dari Pulau Pramuka dan Pulau Panggang.
Kepala Suku Dinas Nakertransgi Kepulauan Seribu Togas Braini menjelaskan kegiatan itu merupakan angkatan terakhir pelatihan yang digelar pada tahun ini. Peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai cara membuat minuman, tetapi juga dibekali pemahaman dasar dalam mengelola usaha.
“Pelatihan ini bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas keterampilan masyarakat, bertujuan mendorong terbentuknya tenaga kerja mandiri,” kata Togas di Jakarta, Rabu (2/8).
Dalam pelatihan, peserta mempelajari teknik meracik berbagai jenis minuman yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai produk usaha. Beberapa di antaranya adalah Mango Lassi, Roasted Milk Tea, Kopi Gula Aren, Bir Pletok, Boba Latte, Wedang Ronde, Almond Latte, Fruit Punch, Moccacino, dan Lemon Sereh.
Menurut Togas, pilihan materi pelatihan disesuaikan dengan potensi pasar di Kepulauan Seribu. Minuman segar dan kekinian dinilai memiliki peluang untuk berkembang, terutama di kawasan yang banyak dikunjungi wisatawan.
Pulau Pramuka menjadi salah satu lokasi yang dianggap memiliki potensi tersebut. Selain menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Kepulauan Seribu, Pulau Pramuka juga merupakan salah satu tujuan wisata yang banyak didatangi masyarakat.
Kondisi itu membuka peluang bagi warga untuk mengembangkan usaha yang berkaitan dengan kebutuhan wisatawan, termasuk kuliner dan minuman.
Togas menyebut keterampilan membuat produk saja belum cukup untuk membangun usaha yang berkelanjutan. Karena itu, peserta juga diberikan materi mengenai manajerial dasar agar mampu mengelola usaha dengan lebih baik.
Pengetahuan tersebut diharapkan membantu peserta meningkatkan kualitas dan jumlah produksi, menentukan strategi pemasaran, serta mengembangkan produk yang memiliki nilai ekonomi.
“Pelatihan ini akan meningkatkan keterampilan usaha dan manajerial guna meningkatkan produksi, serta perekonomian warga setempat,” ujar Togas.
Salah satu peserta dari Pulau Pramuka, Maryamah, menyambut baik pelatihan tersebut. Ia mengaku mendapatkan pengalaman baru dalam membuat berbagai jenis minuman sekaligus memahami cara menarik perhatian calon pembeli.
Maryamah berencana mempraktikkan keterampilan yang diperolehnya untuk kebutuhan keluarga terlebih dahulu. Setelah itu, ia ingin mengembangkan hasil pelatihan menjadi pilihan menu baru yang dapat dijual.
“Tentu, ilmu ini akan saya coba terapkan terlebih dahulu untuk keluarga. Kemudian bisa menjadi menu baru untuk dijual sehingga dapat menambah penghasilan keluarga,” kata Maryamah.
Pelatihan ini diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kemampuan peserta. Dengan keterampilan produksi dan pengetahuan dasar pengelolaan usaha, warga Kepulauan Seribu diharapkan dapat memanfaatkan peluang pasar lokal untuk menciptakan sumber pendapatan baru.






