KabarJakarta.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan menghadirkan nuansa Papua dalam stan Flora dan Fauna (Flona) 2026 yang digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Konsep tersebut dihadirkan untuk mengajak masyarakat mengenal lebih dekat kekayaan alam, budaya, serta adat istiadat Papua.
Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo mengungkapkan stan Jakarta Selatan mengusung tema “Papua-The Pristine Sahul Frontier”. Pengunjung dapat melihat berbagai unsur yang menggambarkan kehidupan dan kekayaan Papua dalam satu kawasan stan.
“Di stan Jaksel terdapat rumah adat Papua, masakan khas Papua, beberapa flora dan fauna khas Papua, hingga berbagai tradisi dan adat istiadat Papua yang selama ini jarang diketahui,” kata Syafrin di Jakarta, Selasa (1/9).
Menurut Syafrin, konsep tersebut dirancang untuk menghadirkan suasana Papua melalui perpaduan alam dan budaya. Berbagai elemen yang ditampilkan diharapkan membuat pengunjung tidak hanya menikmati keindahan stan, tetapi juga mendapatkan pengetahuan baru mengenai Papua.
Ia mengapresiasi Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Selatan yang telah mengembangkan tema tersebut. Menurutnya, konsep yang diangkat membuat stan Jakarta Selatan memiliki tampilan yang berbeda dibandingkan stan lainnya.
“Kami juga mengapresiasi Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Jaksel yang sudah mengangkat tema dan konsep tersebut. Sehingga, stan terlihat sangat unik, bagus, dan memanjakan mata pengunjung,” paparnya.
Syafrin menjelaskan, pemilihan Papua bukan sekadar untuk menampilkan keindahan visual. Papua merupakan bagian dari kawasan Sahul, sebuah bentang alam purba yang memiliki hubungan geologis dengan kekayaan hayati di kawasan tersebut.
Kawasan Papua juga dikenal memiliki berbagai ekosistem alami. Mulai dari hutan hujan tropis, pegunungan berkabut, sungai, rawa, hingga wilayah pesisir. Keberagaman bentang alam itu menjadi tempat hidup berbagai jenis flora dan fauna, termasuk spesies endemik.
“Keindahan alam Papua tak hanya terletak pada lanskapnya yang megah, namun juga pada keseimbangan harmonis antara alam dan masyarakat adat yang telah menjaga secara turun-temurun,” kata Syafrin.
Menurut dia, kehidupan masyarakat adat memiliki peran penting dalam menjaga hubungan antara manusia dan lingkungan. Pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi menjadi bagian dari kekayaan Papua yang juga perlu dikenal oleh masyarakat luas.
Melalui stan tersebut, Pemkot Jakarta Selatan ingin memberikan gambaran tentang Papua sebagai salah satu kawasan yang masih memiliki kekayaan alam dan budaya yang kuat. Pengunjung juga diajak melihat pentingnya menjaga keanekaragaman hayati agar tetap dapat dinikmati oleh generasi berikutnya.
Sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan tersebut, Syafrin mengajak masyarakat datang ke Flona 2026 dan mengunjungi stan Jakarta Selatan.
“Ayo segera berkunjung dan jangan sampai terlewatkan. Mari hadir ke Flona dan jangan lupa kunjungi stan Jakarta Selatan,” tandasnya.






