Satpol PP Jakpus Bagikan 4.000 Masker untuk Antisipasi Abu Vulkanik

Kegiatan pembagian masker kepada masyarakat oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Pusat di Jakarta, Senin (7/9/2026). Foto: Satpol PP Jakpus

KabarJakarta.com — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Pusat membagikan sebanyak 4.000 masker kepada masyarakat di 44 kelurahan. Langkah itu dilakukan sebagai upaya mengantisipasi dampak paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah.

Kepala Satpol PP Jakarta Pusat Purnama Hasudungan Panggabean menjelaskan pembagian masker dilakukan secara serentak pada Senin (7/9). Petugas menyebarkan masker ke berbagai titik yang menjadi pusat aktivitas dan mobilitas warga.

“Hari ini, kita bagikan 4.000 masker kepada masyarakat. Pembagian masker disebar di seluruh wilayah Jakarta Pusat oleh petugas,” kata Purnama di Jakarta, Senin (7/9).

Menurut Purnama, petugas tidak hanya membagikan masker di permukiman warga. Sejumlah lokasi dengan tingkat aktivitas masyarakat yang tinggi juga menjadi sasaran, seperti kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), pasar, stasiun kereta api, hingga sejumlah ruas jalan.

Langkah tersebut dilakukan untuk membantu melindungi warga yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan. Terlebih, paparan abu vulkanik dapat mengganggu kesehatan, terutama pada saluran pernapasan dan mata.

Purnama mengimbau masyarakat agar tidak panik menghadapi kondisi tersebut. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar rumah.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tetapi waspada terhadap dampak abu vulkanik. Gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan ikuti arahan petugas, demi menjaga kesehatan,” ujarnya.

Selain menggunakan masker, masyarakat diminta terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Informasi sebaiknya diperoleh dari sumber resmi pemerintah agar warga mendapatkan informasi yang benar mengenai kondisi terkini.

Purnama juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi yang beredar melalui media sosial maupun pesan berantai. Informasi yang belum jelas sumbernya berpotensi menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

“Jangan mudah termakan informasi yang keliru dan menyesatkan. Jika mendapat informasi di masyarakat, coba dicek dahulu melalui situs resmi dari pemerintah,” tuturnya.

Sementara itu, salah seorang warga, Anto Sudrajat (45), mengaku mulai merasakan gangguan pada mata dan pernapasan setelah adanya abu vulkanik. Kondisi tersebut dirasakannya ketika melakukan aktivitas di luar rumah.

Anto menjelaskan matanya terasa lebih perih saat berkendara menggunakan sepeda motor. Ia biasanya cukup menutup kaca helm untuk melindungi mata dari debu dan angin.

“Kalau saya naik motor biasanya tidak sakit mata, saya tutup kaca helmnya. Nah ini, sejak adanya abu Gunung Anak Krakatau, jadi sedikit perih,” ungkap Anto.

Ia pun mengapresiasi langkah Satpol PP yang membagikan masker secara langsung kepada masyarakat. Menurutnya, bantuan tersebut bermanfaat bagi warga yang masih harus beraktivitas di luar rumah.

Pembagian masker ini menjadi salah satu langkah mitigasi yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik. Warga juga diharapkan mengikuti arahan petugas dan mengutamakan keselamatan selama kondisi tersebut berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *