KabarJakarta.com – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) menargetkan pengerukan saluran penghubung (PHB) Taman Alfa Indah di Petukangan Utara, Pesanggrahan, selesai pada September 2026. Pengerukan dilakukan untuk mengembalikan kapasitas saluran air sekaligus mengurangi risiko genangan dan banjir saat hujan deras.
Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan Santo mengatakan, pengerukan dan pemeliharaan saluran PHB Taman Alfa Indah telah dimulai sejak awal April 2026. Pekerjaan tersebut ditargetkan selesai seluruhnya pada akhir September.
“Pengerukan dan pemeliharaan saluran PHB Taman Alfa Indah dijadwalkan berlangsung pada awal April dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada September mendatang,” kata Santo dalam kegiatan kerja bakti di Pesanggrahan, Jakarta, Minggu (10/8).
Menurut Santo, pengerukan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kapasitas aliran air di kawasan tersebut. Dengan saluran yang lebih bersih dan memiliki daya tampung lebih besar, air hujan diharapkan dapat mengalir lebih lancar sehingga potensi genangan dapat ditekan.
“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa efektif dalam mengatasi permasalahan genangan di wilayah tersebut,” ujarnya.
Pengerukan Saluran PHB Alfa Indah dilakukan mulai dari batas wilayah Jakarta Barat hingga Jalan Taman Alfa Indah. Dari keseluruhan pekerjaan, volume sedimen dan material yang ditargetkan untuk dikeruk mencapai 1.207 meter kubik.
Santo menyebut pengerjaan saat ini telah menunjukkan perkembangan. Sebanyak 656 meter kubik material telah berhasil dikeruk dari total target 1.207 meter kubik.
“Progres pengerukan saat ini sudah mencapai 656 meter kubik, dari total target 1.207 meter kubik. Untuk mempercepat proses, kami menerjunkan alat berat berupa 2 unit amfibi, 1 unit spider, dibantu 10 unit dump truck,” katanya.
Untuk mempercepat pengangkutan hasil pengerukan, Sudin SDA Jakarta Selatan juga menerapkan sistem transit. Sedimen dan sampah hasil pengerukan tidak langsung dibawa ke lokasi pembuangan akhir di Ancol, tetapi terlebih dahulu dikumpulkan di Gudang Deplu.
Cara tersebut dinilai akan meningkatkan efisiensi pengangkutan. Jika material langsung dibawa ke Ancol, satu truk hanya mampu melakukan satu rit pengangkutan dalam sehari. Dengan sistem transit, jumlah perjalanan truk dapat ditingkatkan menjadi tiga hingga empat rit per hari.
Di sisi lain, Pemkot Jaksel juga menggelar kerja bakti membersihkan lingkungan dan saluran PHB Alfa Indah. Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 500 personel gabungan dari berbagai unsur, termasuk Suku Dinas SDA, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, serta warga setempat.
Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo menjelaskan Pesanggrahan dipilih sebagai lokasi awal gerakan pembersihan lingkungan karena wilayah tersebut memiliki peran penting dalam penanganan banjir di Jakarta Selatan.
“Sebagaimana kita ketahui, Pesanggrahan ini memiliki posisi yang strategis dalam rangka penanganan permasalahan banjir di Jakarta. Oleh sebab itu, pelaksanaan kerja bakti dimulai dari sini dan kemudian ditularkan ke seluruh RT dan RW, sehingga menjadi budaya gotong royong di masyarakat,” papar Syafrin.
Saat meninjau saluran, Syafrin menemukan kondisi sedimentasi yang cukup parah pada PHB Taman Alfa Indah. Saluran sepanjang 403 meter tersebut mengalami penumpukan sedimen, terutama di bagian bawah jembatan.
“Setelah kami cek, ternyata di bawah jembatan, sedimennya sudah sangat masif dan menutup sebagian besar saluran, bahkan mencapai 90 persen. Mumpung musim kemarau, kami bergerak cepat melakukan pengerukan agar kapasitas tampung air kembali optimal di musim hujan,” ujarnya.
Selain pengerukan, kerja bakti juga menyasar sampah di lingkungan permukiman sekitar. Pemkot Jaksel selanjutnya akan berkoordinasi dengan wilayah terkait, termasuk Jakarta Barat, agar pengerukan dapat dilanjutkan ke arah hilir.
“Begitu pembersihan di titik ini selesai, kami berkoordinasi dengan rekan-rekan di Jakarta Barat untuk menyambung pengerukan ke arah hilir. Sehingga pergerakan air lancar, menerus sampai ke pembuangan akhir,” tutur Syafrin.
Pemkot Jaksel juga mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga fungsi saluran air. Warga diminta tidak membuang sampah ke saluran maupun melakukan aktivitas yang dapat menghambat aliran air.
“Kami meminta warga agar tidak menutup fungsi saluran, serta aktif melaporkan kendala drainase di lingkungannya,” pungkas Syafrin.






