KabarJakarta.com — Peluang pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Jakarta untuk memperluas pasar ke luar negeri kembali terbuka. Ajang perdagangan internasional China International E-Commerce Industry Expo (CIEIE) Indonesia 2026 disiapkan menjadi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk bertemu calon mitra dan membuka jaringan bisnis baru.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan kehadiran CIEIE 2026 memiliki arti penting bagi UMKM Jakarta yang ingin meningkatkan jangkauan usaha hingga pasar global.
Menurut Rano, forum tersebut tidak hanya mempertemukan pelaku usaha, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok.
“Forum ini memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan antara Indonesia-Tiongkok (China). Artinya, ini membuka peluang lebih besar bagi UMKM Jakarta untuk bisa masuk ke pasar internasional, khususnya Tiongkok,” kata Rano dalam keterangannya, Senin (25/8).
CIEIE Indonesia 2026 akan berlangsung pada 3-5 September 2026 di Hall B-C, JIExpo Kemayoran, Jakarta. Pameran itu mempertemukan berbagai pelaku dalam rantai perdagangan, mulai dari pembeli, importir, distributor, peritel, hingga penjual marketplace.
Di sisi lain, para pelaku usaha dapat bertemu langsung dengan pemasok, pabrik, dan pemilik merek dari berbagai kategori produk. Pertemuan tersebut memberi kesempatan bagi UMKM untuk melihat lebih jauh potensi kerja sama yang bisa dikembangkan.
Bagi pelaku usaha, forum seperti ini juga dapat menjadi kesempatan untuk membandingkan produk dan harga secara langsung. Mereka dapat melihat jumlah pemesanan minimum atau minimum order quantity (MOQ), meminta sampel, hingga membicarakan kemungkinan kerja sama dengan calon mitra.
Rano berharap manfaat CIEIE 2026 tidak berhenti setelah kegiatan pameran berakhir. Menurut dia, keberhasilan ajang tersebut justru perlu dilihat dari kerja sama yang muncul setelah para pelaku usaha bertemu.
“Harapannya, penyelenggaraan CIEIE ini tidak berhenti hanya di pameran saja, namun menghasilkan kerja sama yang konkret, investasi baru, termasuk akses pasar yang lebih luas dan peluang bisnis bagi UMKM Jakarta,” ujarnya.
Upaya membawa UMKM Jakarta ke pasar internasional juga dilakukan melalui program lain. Pemprov DKI Jakarta akan memberangkatkan 23 UMKM terkurasi ke China International SME Fair (CISMEF) 2026 di Guangzhou, Tiongkok, pada 3-6 September 2026.
Keikutsertaan tersebut dikemas melalui program Choose Jakarta. Sebelumnya, tiga UMKM binaan Jakarta juga telah mengikuti China Food Trade Fair pada Maret 2026.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa promosi produk lokal mulai diarahkan tidak sekadar untuk memperkenalkan produk, tetapi juga mempertemukan pelaku UMKM dengan pembeli, importir, distributor, dan peritel dari berbagai negara.
Bagi Jakarta, penguatan UMKM dan daya saing ekspor menjadi bagian dari agenda transformasi ekonomi. Rano menyebut sektor industri pengolahan menyumbang sekitar 11,13 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jakarta pada 2025.
Ke depan, pembangunan industri Jakarta diarahkan pada sektor bernilai tambah dan berteknologi tinggi. Pengembangannya juga didorong agar menerapkan prinsip ramah lingkungan serta terhubung dengan sektor jasa modern dan ekosistem halal.
Dengan arah tersebut, CIEIE 2026 diharapkan menjadi lebih dari sekadar ruang pamer produk. Bagi UMKM Jakarta, ajang ini menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan produk lokal di pasar yang lebih luas sekaligus mencari mitra yang dapat membawa usaha mereka naik kelas.






