Dari Guangzhou ke Jakarta, Teknologi Smart Water Meter Dibidik untuk Modernisasi Layanan Air

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendorong terbukanya peluang kerja sama internasional di bidang teknologi dan pengembangan layanan perkotaan, khususnya dalam pengembangan teknologi pengelolaan air. Foto: Sudin PPKUKM Provinsi DKI Jakarta.

KabarJakarta.com – Kebutuhan akan layanan air yang semakin modern membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka peluang kerja sama dengan mitra internasional. Salah satu penjajakan yang dilakukan adalah mempertemukan Perumda Air Minum Jaya (PAM JAYA) dengan Guangzhou Water Investment Group dari China.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses Jakarta terhadap teknologi dan pengalaman internasional, terutama dalam pengelolaan air perkotaan. Forum itu difasilitasi Asian Trade, Tourism, and Economics Council (ATTEC) dan dihadiri Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo.

Bagi Jakarta, pertemuan tersebut bukan sekadar mempertemukan dua institusi. Ada kebutuhan yang lebih konkret, yakni mencari teknologi yang dapat membantu PAM JAYA meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan air kepada masyarakat.

Salah satu teknologi yang menjadi pembahasan adalah smart water meter. Perangkat ini dinilai dapat menjadi bagian penting dalam proses modernisasi sistem layanan air Jakarta.

Vice President of Strategy & Business PAM JAYA, Siti Harni, menyampaikan kebutuhan perusahaan untuk mendapatkan mitra strategis dalam penyediaan smart water meter. Kebutuhan tersebut sekaligus membuka peluang bagi perusahaan dan institusi dari luar negeri untuk bekerja sama dalam pengembangan layanan air di Jakarta.

Gayung bersambut. Guangzhou Water Investment Group menyatakan ketertarikannya untuk menjajaki peluang bisnis dan kerja sama lebih lanjut dengan PAM JAYA.

Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo menilai ketertarikan tersebut sebagai peluang yang perlu dikembangkan. Menurut dia, kerja sama internasional dapat memberikan manfaat lebih luas apabila tidak berhenti pada hubungan bisnis, tetapi juga mendorong pertukaran teknologi dan pengetahuan.

“Jakarta sangat terbuka dengan kemitraan strategis yang berbasis pada transfer teknologi dan pengetahuan,” ujar Ratu, Jumat (4/9).

Dia menambahkan, “Kami melihat ini sebagai peluang untuk saling bertukar pengalaman dalam modernisasi layanan air, termasuk penerapan smart metering dan peningkatan efisiensi pengelolaan air,” ujar Ratu, Jumat (4/9).

Teknologi layanan yang lebih efisien

Penggunaan smart water meter memiliki arti penting dalam pengelolaan layanan air. Dengan dukungan teknologi, pemantauan penggunaan air dapat dilakukan secara lebih akurat.

Data penggunaan air yang lebih baik akan membantu pengelola dalam mengambil keputusan. Selain itu, teknologi tersebut berpotensi mendukung efisiensi operasional sekaligus membantu mengendalikan kehilangan air atau non-revenue water (NRW).

Bagi kota besar seperti Jakarta, persoalan kehilangan air menjadi salah satu tantangan yang perlu ditangani secara berkelanjutan. Karena itu, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu pilihan untuk memperkuat sistem pengelolaan air.

Ratu mengungkapkan penjajakan dengan Guangzhou Water Investment Group sejalan dengan arah transformasi Jakarta yang menempatkan pengelolaan air perkotaan sebagai salah satu agenda penting.

Menurutnya, pertemuan yang difasilitasi ATTEC diharapkan tidak berhenti sebagai perkenalan awal. Kedua pihak dapat melanjutkan pembicaraan melalui audiensi teknis untuk membahas kebutuhan dan kemungkinan kerja sama secara lebih rinci.

“Pertemuan yang difasilitasi ATTEC diharapkan menjadi langkah awal menuju pembahasan teknis yang lebih konkret, antara PAM JAYA dan Guangzhou Water Investment Group,” paparnya.

Membuka pintu kolaborasi internasional

Tahap berikutnya dapat mencakup pembahasan mengenai teknologi yang dibutuhkan, standar layanan, skema kerja sama hingga peluang bisnis penyediaan smart water meter.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa pengembangan layanan perkotaan tidak hanya mengandalkan kemampuan internal. Jakarta juga perlu membuka diri terhadap inovasi dari berbagai negara, selama kerja sama tersebut memberikan manfaat nyata bagi peningkatan layanan publik.

Ratu menegaskan, Pemprov DKI Jakarta melalui fasilitasi ATTEC akan terus membuka ruang kolaborasi antara institusi di Jakarta dan mitra internasional.

Harapannya, pertukaran pengalaman dan pengetahuan itu dapat menghasilkan kerja sama yang lebih konkret. Dengan begitu, teknologi yang masuk ke Jakarta bukan sekadar menjadi investasi, tetapi dapat benar-benar mendukung layanan perkotaan yang modern, efisien, dan berkelanjutan.

“Harapannya, pertemuan itu tidak berhenti pada penjajakan, tetapi dapat dilanjutkan dengan audiensi teknis dan pertukaran pengetahuan antara PAM JAYA dengan Guangzhou Water Investment Group. Dengan begitu, peluang kolaborasi yang konkret dapat diwujudkan,” tandas Ratu.

Exit mobile version