KabarJakarta.com — PT MRT Jakarta (Perseroda) menyiapkan tujuh proyek pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD) di enam lokasi di Jakarta. Proyek tersebut diarahkan untuk memperkuat konektivitas transportasi sekaligus membentuk kawasan perkotaan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta Farchad Mahfud menjelaskan pengembangan tersebut merupakan bagian dari mandat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada MRT Jakarta untuk mengembangkan kawasan TOD.
“Sejalan dengan mandat pengembangan TOD dari Gubernur DKI, MRT Jakarta sedang menyiapkan 7 proyek di enam lokasi TOD,” kata Farchad dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (14/9).
Farchad menyampaikan hal tersebut dalam Indonesia-Japan Infrastructure and Transportation Forum and Business Matching 2026 di Tokyo, Jepang. Forum tersebut menjadi salah satu kesempatan bagi Indonesia untuk memperkenalkan berbagai proyek strategis kepada calon investor dan mitra bisnis dari Jepang.
7 proyek disiapkan MRT Jakarta
Dalam paparannya, Farchad menjelaskan tujuh proyek yang saat ini disiapkan MRT Jakarta. Proyek tersebut mencakup Kali Besar Heritage, XGL Mixed-Use, Ultimate Development Blok M, Lebak Bulus Park and Ride, Thamrin Asset Development, Extended Concourse Bundaran HI, serta Dukuh Atas Pedestrian Deck.
Ketujuh proyek itu memiliki karakter pengembangan yang berbeda. Namun, keseluruhannya diarahkan untuk mendukung konsep TOD yang menggabungkan transportasi publik dengan aktivitas masyarakat, properti, ruang publik, dan fasilitas pendukung lainnya.
Menurut Farchad, fokus utama pengembangan tersebut adalah sektor properti dan interkoneksi. Dengan konsep itu, kawasan di sekitar simpul transportasi diharapkan tidak hanya menjadi tempat naik dan turun penumpang, tetapi juga berkembang menjadi pusat aktivitas perkotaan.
Konsep TOD pada dasarnya menempatkan transportasi umum sebagai bagian penting dari perkembangan kawasan. Masyarakat dapat melakukan berbagai aktivitas dengan akses yang lebih mudah terhadap angkutan umum dan fasilitas perkotaan.
Infrastruktur TOD terus dikembangkan
MRT Jakarta sebelumnya telah mengembangkan berbagai fasilitas pendukung TOD bersama sejumlah mitra. Dalam kurun 2019 hingga 2026, terdapat 14 proyek infrastruktur dengan konsep TOD yang telah dibangun MRT Jakarta dan mitranya.
Salah satu contohnya adalah pedestrianisasi Terowongan Kendal. Ruas yang sebelumnya digunakan kendaraan bermotor tersebut dikembangkan menjadi ruang yang lebih ramah bagi pejalan kaki.
Pengembangan juga dilakukan melalui revitalisasi trotoar di sepanjang Jalan Sudirman dan Jalan M.H. Thamrin. Infrastruktur pejalan kaki menjadi bagian penting dalam TOD karena memudahkan masyarakat berpindah dari satu moda transportasi ke moda lainnya.
Di kawasan Dukuh Atas, MRT Jakarta dan mitranya juga mengembangkan berbagai fasilitas interkoneksi. Salah satunya adalah jembatan penyeberangan multiguna Dukuh Atas yang menghubungkan Stasiun LRT Jabodebek Dukuh Atas BSI dengan Stasiun KCI Sudirman.
Selain itu, terdapat Transport Hub Dukuh Atas yang menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan berbagai moda transportasi di kawasan tersebut.
Pengembangan semacam ini menjadi penting karena kawasan transit memiliki potensi besar untuk menjadi pusat kegiatan ekonomi baru. Semakin mudah masyarakat berpindah moda, semakin besar pula peluang kawasan di sekitar stasiun berkembang.
Jepang tujuan penjajakan investasi
Dalam forum di Tokyo, Farchad juga memaparkan potensi investasi dalam pengembangan kawasan TOD di Jakarta. Diskusi tidak hanya membahas proyek, tetapi juga berbagai faktor yang dapat menentukan keberhasilan investasi infrastruktur.
Beberapa topik yang dibahas antara lain dukungan pemerintah melalui kebijakan dan regulasi serta perspektif investor mengenai pembiayaan proyek infrastruktur.
Forum tersebut dihadiri lebih dari 50 perwakilan dari 36 perusahaan dan institusi asal Jepang. Pertemuan itu diharapkan dapat membuka peluang kerja sama antara pemilik proyek di Indonesia dengan perusahaan, lembaga keuangan, dan mitra strategis Jepang.
Indonesia-Japan Infrastructure and Transportation Business Forum and Business Matching 2026 diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia bersama Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut bertujuan mempromosikan proyek investasi strategis BUMN dan BUMD yang telah dikurasi. Selain itu, forum menjadi ruang pertemuan antara pemilik proyek dengan calon investor dan mitra bisnis dari Jepang.
Tahun ini, delegasi Indonesia menawarkan sejumlah proyek dari lima sektor. Kelimanya meliputi tol dan jalan, pelabuhan dan logistik, perkeretaapian dan TOD, properti, serta fasilitas fabrikasi besi.
MRT Jakarta hadir dalam forum tersebut bersama perwakilan sejumlah BUMN lainnya.
Belajar dari pengembangan TOD di Jepang
Selain mengikuti forum bisnis, delegasi Indonesia juga melakukan studi banding ke Takanawa Gateway, salah satu kawasan yang dikembangkan dengan konsep TOD di Jepang.
Kawasan tersebut menarik karena pengembangan mixed-use terhubung langsung dengan Takanawa Station. Konsep ini memperlihatkan bagaimana stasiun dapat menjadi bagian dari kawasan perkotaan yang lebih luas, bukan sekadar fasilitas transportasi.
Pengalaman tersebut dapat menjadi referensi bagi pengembangan TOD di Jakarta. Tantangannya bukan hanya membangun gedung atau fasilitas baru, tetapi memastikan seluruh kawasan memiliki koneksi yang baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan tujuh proyek baru yang disiapkan di enam lokasi, MRT Jakarta berharap pengembangan TOD dapat terus memperkuat integrasi transportasi dan aktivitas perkotaan.
Pada saat yang sama, penjajakan dengan investor dan mitra strategis diharapkan membantu memenuhi kebutuhan belanja modal (capital expenditure atau capex), mempercepat realisasi proyek, serta membuka peluang kerja sama bisnis yang saling menguntungkan.
Jika berjalan sesuai rencana, pengembangan TOD tersebut tidak hanya akan mengubah kawasan di sekitar stasiun, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun Jakarta sebagai kota yang lebih terhubung, efisien, dan berkelanjutan.
