UMKM Jakarta Bawa Fesyen dan Kerajinan Lokal ke Panggung Global di Paris

Tiga Pengusaha UMKM binaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengikuti Premiere Classe Paris 2026 di Jardin des Tuileries, Paris, Perancis, pada 2 hingga 5 Oktober 2026. Foto: Pemprov DKI

KabarJakarta.com —  Tiga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membawa karya fesyen dan kerajinan lokal ke salah satu panggung mode internasional di Paris, Prancis. VIEW by VIELGA, NEW MATTER by K’S ECOBAGS, dan MeLOOKmel tampil dalam Première Classe Paris 2026 yang berlangsung di Jardin des Tuileries pada 2-5 Oktober 2026.

Kehadiran ketiganya bukan sekadar kesempatan memamerkan produk. Ajang yang menjadi bagian dari rangkaian Paris Fashion Week tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha Jakarta untuk memperkenalkan karya kepada pasar yang lebih luas sekaligus menguji kesiapan produk lokal menghadapi tuntutan pasar internasional.

Première Classe Paris mempertemukan berbagai pelaku industri fesyen, aksesori, dan lifestyle. Karena itu, keikutsertaan 3 (tiga) UMKM Jakarta memiliki arti strategis. Produk yang sebelumnya lebih banyak berhadapan dengan konsumen domestik kini mendapatkan kesempatan untuk dilihat langsung oleh buyer, pelaku industri, serta calon mitra dari berbagai negara.

Kesempatan tersebut difasilitasi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta melalui program Talent Indonesia. Program ini menjadi salah satu jembatan bagi merek dan pelaku industri kerajinan Indonesia untuk masuk ke ekosistem pasar internasional.

Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, menjelaskan pameran tersebut penting untuk membuka jejaring baru sekaligus meningkatkan daya saing produk binaan Jakarta.

“Keikutsertaan ini kami harapkan jadi momentum untuk menunjukkan Jakarta juga punya produk fesyen dan kerajinan yang mampu bersaing di pasar internasional. Ini, sekaligus kesempatan bagi pelaku usaha dalam membangun jejaring dengan buyer internasional,” ujar Ratu, Selasa (6/10).

Bagi tiga pelaku usaha tersebut, tampil di Paris juga memberikan pengalaman yang tidak bisa diperoleh hanya dengan mengandalkan pasar dalam negeri. Mereka dapat melihat secara langsung kecenderungan desain, preferensi konsumen, standar kualitas, hingga cara sebuah produk diposisikan di pasar global.

Hal ini penting karena masuk ke pasar internasional tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan produk yang menarik. Pelaku usaha juga perlu memahami standar produksi, kesinambungan pasokan, kemasan, harga, cerita produk, serta kemampuan memenuhi permintaan dalam jumlah dan waktu tertentu.

Ratu berpesan agar pengalaman tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas bisnis.

“Dengan hadir langsung di sana, para pelaku usaha bisa belajar dan melihat apa yang perlu diperbaiki. Harapannya, pengalaman itu menjadi bekal terbaik untuk mengembangkan usaha di masa depan,” ucapnya.

Membuka pintu pasar global

Peluang terbesar dari keikutsertaan dalam pameran internasional bukan hanya penjualan selama acara berlangsung. Nilai strategisnya justru terletak pada hubungan yang dapat dibangun setelah pameran.

Pertemuan dengan buyer dapat berkembang menjadi permintaan sampel, kerja sama distribusi, kolaborasi desain, hingga kontrak pembelian. Namun, peluang tersebut membutuhkan tindak lanjut yang konsisten. Produk yang menarik perhatian di pameran harus didukung kemampuan bisnis untuk memenuhi permintaan pasar.

Karena itu, eksposur di Paris perlu diikuti dengan penguatan identitas merek, kualitas produk, kapasitas produksi, strategi pemasaran digital, serta kemampuan berkomunikasi dengan calon mitra internasional.

Talent Indonesia mengambil peran dalam proses tersebut. Program akselerator yang dibentuk ATDAG Paris bekerja sama dengan L’Adresse Paris ini menghimpun berbagai institusi pemerintah sekaligus mendukung merek dan pelaku industri kerajinan Indonesia agar dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Talent Indonesia membantu dalam memperkuat strategi bisnis, dan memperluas skala usaha, dengan memfasilitasi akses serta eksposur ke pasar lokal maupun internasional,” papar Ratu.

Membangun hubungan bisnis

Dengan demikian, keikutsertaan VIEW by VIELGA, NEW MATTER by K’S ECOBAGS, dan MeLOOKmel dapat dilihat sebagai bagian dari proses yang lebih panjang. Pameran menjadi pintu masuk, sementara kemampuan mempertahankan kualitas dan membangun hubungan bisnis menentukan apakah peluang tersebut dapat berubah menjadi pasar nyata.

Dukungan terhadap tiga UMKM itu juga membawa pesan yang lebih luas mengenai posisi Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin menjadikan produk kreatif dan potensi usaha lokal sebagai bagian dari citra Jakarta sebagai Kota Global dan Berbudaya.

Kehadiran mereka di Jardin des Tuileries menunjukkan bahwa promosi Jakarta tidak hanya dilakukan melalui destinasi wisata atau agenda pemerintahan. Kreativitas pelaku usaha juga dapat menjadi cara memperkenalkan karakter kota kepada dunia.

Pembukaan Première Classe Paris 2026 turut dihadiri Duta Besar Republik Indonesia untuk Prancis Mohamad Oemar dan Atase Perdagangan KBRI Paris Harry Putranto. Dukungan tersebut memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan ekosistem industri dalam membawa produk Indonesia ke pasar global.

Pada akhirnya, tantangan setelah Paris justru menjadi bagian yang paling menentukan. Tiga UMKM Jakarta tidak cukup hanya hadir dan memperkenalkan produk. Mereka perlu mengubah perhatian yang muncul di pameran menjadi jejaring, kerja sama, dan pasar yang berkelanjutan.

Bagi Jakarta, keberhasilan itu juga akan menjadi ukuran sejauh mana kreativitas lokal dapat diterjemahkan menjadi kekuatan ekonomi sekaligus identitas budaya di tingkat internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *