KabarJakarta.com – Sebanyak 350 siswa SMKN 64 Cipayung, Jakarta Timur, menjadi sasaran pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengetahui kondisi kesehatan anak usia sekolah sekaligus mendeteksi berbagai potensi penyakit sejak dini.
Kegiatan CKG tersebut berlangsung di lingkungan SMKN 64 Cipayung pada Rabu (13/8). Pelaksanaan pemeriksaan melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Cipayung yang sebelumnya telah berkoordinasi dengan pihak sekolah mengenai jadwal dan teknis kegiatan.
Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (RI) Ronny Suyanto menjelaskan kunjungan ke SMKN 64 Cipayung juga menjadi bagian dari kegiatan rutin pemerintah untuk melihat secara langsung pelaksanaan program prioritas di lapangan.
“Kita punya program rutin. Program rutinnya adalah media visit membawa teman-teman ke Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), dan hari ini CKG dengan sekolah SMK 64 Cipayung,” kata Ronny di Jakarta, Rabu (13/8).
Menurut Ronny, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memperkenalkan program CKG kepada masyarakat. Pemerintah juga ingin memastikan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan di sekolah berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
CKG Sekolah memiliki dasar kebijakan yang cukup kuat. Program tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan serta Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
Kedua regulasi tersebut mengatur berbagai upaya kesehatan, termasuk kesehatan sekolah, kesehatan remaja, kesehatan reproduksi, dan pemenuhan kebutuhan gizi. Pelaksanaan CKG Sekolah juga mendukung Peraturan Gubernur Nomor 34 Tahun 2024 tentang Usaha Kesehatan Sekolah.
Bagi para siswa, pemeriksaan kesehatan menjadi kesempatan untuk mengetahui kondisi tubuh mereka secara lebih menyeluruh. Pemeriksaan tidak hanya berfokus pada keluhan yang sedang dirasakan, tetapi juga mencari faktor risiko yang mungkin belum disadari.
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Arief Wahyudhy menjelaskan CKG di SMKN 64 merupakan bagian dari langkah pemerintah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, terutama kelompok usia sekolah.
“Hari ini kami dari Sudin Kesehatan mewakili Dinkes melaksanakan cek kesehatan gratis di sekolah SMKN 64 Jakarta. Kami dibantu tenaga kesehatan dari Puskesmas Cipayung,” ujar Arief.
Dalam pemeriksaan tersebut, siswa menjalani sejumlah pengecekan. Petugas melihat status gizi, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, hingga tingkat kebugaran. Pemeriksaan tersebut penting untuk memberikan gambaran mengenai kondisi fisik siswa dan kebiasaan mereka dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Fungsi indera juga menjadi bagian dari pemeriksaan. Mata dan telinga diperiksa untuk mengetahui kemungkinan gangguan yang dapat memengaruhi kegiatan belajar siswa di sekolah.
Selain itu, petugas melakukan pemeriksaan kadar gula darah dan hemoglobin (Hb). Pemeriksaan Hb antara lain dapat membantu mendeteksi kemungkinan anemia pada peserta didik.
Bagi pemerintah, hasil pemeriksaan tidak berhenti pada pencatatan kondisi kesehatan siswa. Peserta didik yang ditemukan memiliki masalah kesehatan akan mendapatkan penanganan sesuai kebutuhannya.
“CKG ini juga untuk memastikan para peserta didik yang ditemukan memiliki masalah kesehatan mendapatkan edukasi, intervensi, tata laksana, rujukan. Termasuk pemantauan tindak lanjut sesuai kebutuhan,” jelas Arief.
Dengan demikian, CKG Sekolah diharapkan menjadi pintu masuk bagi siswa untuk lebih mengenal kondisi kesehatannya. Program ini juga mendorong kebiasaan hidup sehat sejak usia remaja, ketika berbagai perilaku dan pola hidup mulai terbentuk.
Ronny berharap pelaksanaan CKG dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi para siswa maupun masyarakat secara luas.
“Sekali lagi terima kasih. Mudah-mudahan CGK ini dapat berjalan lancar. Siswa-siswanya juga sehat-sehat dan memberi manfaat untuk kita semua,” kata Ronny.
Arief pun berpesan bahwa pemeriksaan semacam ini dapat membantu membangun generasi muda yang lebih sadar terhadap kesehatan tubuhnya. Dengan deteksi yang dilakukan lebih awal, gangguan kesehatan yang ditemukan dapat segera memperoleh edukasi, penanganan, maupun rujukan.
Di lingkungan sekolah, pemeriksaan kesehatan bukan sekadar kegiatan administratif. Bagi 350 siswa SMKN 64 Cipayung, CKG menjadi kesempatan untuk mengenali kondisi tubuh sejak dini. Langkah sederhana tersebut diharapkan menjadi bagian dari kebiasaan yang lebih besar: menjaga kesehatan sebelum masalah muncul dan menjalani kehidupan dengan pola yang lebih sehat.
