125 Ribu Wisman Naik Kereta dari Jakarta, Rel Makin Penting bagi Pariwisata Indonesia

Wisatawan asing menggunakan layanan kereta api. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mencatat sebanyak 125.483 wisatawan mancanegara menggunakan layanan kereta api melalui stasiun-stasiun di wilayah Daop 1 Jakarta sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Foto: PT KAI Daop 1 Jakarta.

KabarJakarta.com  —  Perjalanan wisatawan mancanegara di Indonesia tidak berhenti di bandara. Setelah tiba di Jakarta, sebagian dari mereka melanjutkan perjalanan dengan kereta api menuju berbagai kota dan kawasan wisata. Data PT KAI Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta menunjukkan, sepanjang Januari hingga Agustus 2026, ada sebanyak 125.483 wisatawan mancanegara (wisman) menggunakan layanan kereta api melalui sejumlah stasiun di wilayah tersebut.

Angka itu menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan periode yang sama pada 2025. Pada Januari hingga Agustus tahun lalu, jumlah wisman yang menggunakan layanan kereta api tercatat mencapai 119.796 orang.

Dengan demikian, terjadi penambahan 5.687 penumpang atau tumbuh sekitar 4,7 persen dalam setahun.

Pertumbuhan tersebut, tidak sekadar menunjukkan adanya pertambahan jumlah penumpang asing di stasiun-stasiun Daop 1 Jakarta. Lebih jauh, angka itu memperlihatkan bagaimana kereta api semakin menjadi bagian dari perjalanan wisatawan mancanegara ketika menjelajahi Indonesia.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengungkapkan, keberadaan jaringan kereta api yang menghubungkan Jakarta dengan berbagai daerah memberikan kemudahan bagi wisatawan untuk melanjutkan perjalanan setelah berada di ibu kota.

“Pertumbuhan itu menunjukkan transportasi kereta api telah menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas wisatawan mancanegara selama berada di Indonesia,” kata Franoto dalam keterangannya, Senin (5/10).

Gambir sebagai pintu utama

Dari total 125.483 wisatawan mancanegara tersebut, Stasiun Gambir merupakan titik keberangkatan dengan jumlah pengguna tertinggi. Sebanyak 84.011 wisman tercatat menggunakan layanan kereta api dari atau melalui stasiun tersebut.

Jumlah itu setara sekitar 67 persen dari seluruh wisatawan mancanegara yang menggunakan layanan kereta api di wilayah Daop 1 Jakarta selama delapan bulan pertama 2026.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, angka tersebut juga mengalami peningkatan. Pada Januari-Agustus 2025, jumlah wisman di Stasiun Gambir telah mencapai 78.703 orang. Ini menunjukkan, terjadi kenaikan sekitar 6,7 persen.

Dominasi Gambir cukup mudah dipahami. Stasiun yang berada di pusat Jakarta tersebut merupakan salah satu simpul utama perjalanan kereta api jarak jauh dari ibu kota menuju berbagai kota di Pulau Jawa. Bagi wisatawan asing, akses semacam ini penting karena perjalanan wisata tidak selalu berakhir di Jakarta.

Dari Jakarta, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menuju kota-kota lain menggunakan jaringan kereta api. Dalam konteks tersebut, stasiun bukan hanya tempat naik dan turun penumpang, tetapi juga menjadi bagian dari rantai perjalanan pariwisata.

Selain Gambir, Stasiun Pasar Senen melayani 25.080 wisman. Kemudian Stasiun Jatinegara sebanyak 4.276 orang, Bekasi 4.093 orang, Sukabumi 2.006 orang, Bogor Paledang 1.820 orang, dan Cikarang 1.544 orang.

Data tersebut memperlihatkan bahwa mobilitas wisatawan asing tidak hanya terkonsentrasi di pusat Jakarta. Sejumlah stasiun lain juga mulai menunjukkan pertumbuhan penggunaan yang cukup kuat.

Bogor Paledang tumbuh 126 persen

Pertumbuhan paling mencolok justru terjadi di Stasiun Bogor Paledang. Jumlah wisatawan mancanegara yang menggunakan layanan kereta api di stasiun ini, meningkat dari 805 orang pada Januari-Agustus 2025 menjadi 1.820 orang pada periode yang sama 2026.

Ini memperlihatkan, jumlah tersebut melonjak sekitar 126 persen.

Stasiun Jatinegara juga mencatat pertumbuhan 31,8 persen, dari 3.245 menjadi 4.276 wisman. Sementara itu, jumlah wisatawan asing yang melalui Stasiun Cikarang meningkat 20,2 persen, dari 1.284 menjadi 1.544 orang.

Stasiun Sukabumi juga mengalami pertumbuhan mencapai 18,1 persen, dari 1.699 menjadi 2.006 wisatawan mancanegara.

Angka-angka tersebut memperlihatkan bahwa pertumbuhan penggunaan kereta oleh wisman tidak hanya terjadi di stasiun yang menjadi pintu keberangkatan kereta jarak jauh. Stasiun yang memiliki keterkaitan dengan kawasan wisata juga menunjukkan peningkatan.

Franoto menyebut keberadaan stasiun yang terhubung dengan pusat kota dan sejumlah destinasi wisata menjadi salah satu faktor yang membantu wisatawan asing bergerak lebih mudah.

“Stasiun Gambir dan Pasar Senen merupakan simpul utama dari perjalanan kereta api jarak jauh, dari Jakarta menuju berbagai kota. Adapun layanan di wilayah Bogor dan Sukabumi telah membuka akses ke sejumlah kawasan wisata,” paparnya.

Mobilitas wisatawan semakin menyebar

Jika dilihat berdasarkan waktu, peningkatan tersebut juga terlihat pada pertengahan tahun. Pada Juli 2026, jumlah wisatawan mancanegara yang menggunakan layanan kereta api di wilayah Daop 1 Jakarta sebanyak 25.183 orang.

Jumlah tersebut meningkat 12,1 persen jika dibandingkan Juli 2025 yang tercatat sebanyak 22.459 orang.

Tren pertumbuhan berlanjut pada Agustus. Sebanyak 21.900 wisman telah menggunakan layanan kereta api di wilayah Daop 1 Jakarta. Angka itu mengalami peningkatan sebesar 13,1 persen dibandingkan Agustus 2025 yang mencapai 19.363 orang.

Kenaikan tersebut menjadi sinyal bahwa kereta api memiliki posisi yang semakin penting dalam ekosistem perjalanan wisata. Moda transportasi ini memungkinkan wisatawan berpindah dari satu kota ke kota lain dengan jaringan perjalanan yang relatif terstruktur.

Bagi sektor pariwisata, konektivitas semacam ini memiliki arti penting. Wisatawan yang datang ke Indonesia tidak hanya membutuhkan destinasi yang menarik, tetapi juga membutuhkan cara yang mudah untuk mencapainya.

Karena itu, pertumbuhan penumpang wisman di stasiun-stasiun Daop 1 Jakarta dapat dilihat sebagai bagian dari hubungan yang lebih luas antara transportasi dan pariwisata. Semakin mudah wisatawan bergerak, semakin besar pula peluang destinasi di luar Jakarta untuk mendapatkan kunjungan.

Kereta api pada akhirnya bukan sekadar sarana untuk memindahkan penumpang dari satu stasiun ke stasiun lain. Jaringan rel menjadi penghubung antara Jakarta sebagai salah satu pintu masuk utama wisatawan dengan berbagai kota dan kawasan wisata di daerah.

KAI Daop 1 Jakarta berharap angka pertumbuhan tersebut terus berlanjut. Franoto mengatakan perusahaan akan menjaga layanan agar tetap aman, nyaman, dan mudah digunakan wisatawan.

“Saat pariwisata Indonesia bertumbuh, perjalanan wisatawan juga ikut bergerak semakin luas,” kata Franoto.

Dia menambahkan, “KAI akan terus menjaga layanan yang aman, nyaman, dan mudah digunakan. Itu agar transportasi berbasis rel mendukung perjalanan wisman menuju semakin banyak destinasi di Indonesia.”

Dengan 125.483 wisman yang tercatat menggunakan layanan kereta api hanya dalam delapan bulan, peran transportasi berbasis rel dalam perjalanan wisatawan asing semakin terlihat. Tantangannya ke depan bukan hanya mempertahankan pertumbuhan jumlah penumpang, tetapi memastikan konektivitas tersebut benar-benar membawa wisatawan lebih jauh—dari Jakarta menuju semakin banyak destinasi di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *