Festival Bahari Kepulauan Seribu, Menghidupkan Wisata dari Laut hingga Kuliner

Ilustrasi - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu menggelar Lomba Kapal Dayung Tradisional dalam memeriahkan HUT Kepulauan Seribu Tahun 2025 di Pulau Pramuka, Kamis (6/11/2025). Foto: Pemkab Kepulauan Seribu

KabarJakarta.com — Kepulauan Seribu kembali menyiapkan panggung bagi wisata bahari. Pada 19-20 September 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu akan menggelar Festival Bahari sebagai bagian dari upaya menarik lebih banyak wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat di wilayah kepulauan tersebut.

Festival ini tidak sekadar menawarkan hiburan. Laut, olahraga, lingkungan, hingga kuliner lokal akan dipadukan menjadi satu rangkaian kegiatan yang diharapkan mampu memberi pengalaman berbeda bagi wisatawan yang datang.

Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Kepulauan Seribu Endro Mukti Wibowo menjelaskan Festival Bahari dapat menjadi salah satu pendukung peningkatan kunjungan wisatawan.

“Festival Bahari merupakan pendukung dalam meningkatkan kunjungan wisatawan. Tentunya, ini jadi hal positif, sehingga memacu perekonomian masyarakat sekitar,” kata Endro di Jakarta, Senin (7/9).

Laut jadi pusat perayaan

Festival Bahari akan dipusatkan di area belakang Kantor Kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Sejumlah kegiatan telah disiapkan dengan melibatkan nelayan maupun wisatawan.

Nuansa bahari akan terasa melalui berbagai perlombaan dan aktivitas olahraga air. Beberapa di antaranya adalah Gema Seribu, Jetski Paralel Slalom, Stand Up Paddle Board, dan Speed Race.

Kehadiran perlombaan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tontonan. Keterlibatan nelayan dan wisatawan juga menjadi cara untuk mempertemukan berbagai kelompok dalam satu ruang kegiatan yang mengangkat potensi laut Kepulauan Seribu.

Namun, festival tidak berhenti pada aktivitas di atas air. Pemkab Kepulauan Seribu juga memasukkan agenda penanaman mangrove dan bersih-bersih pulau. Dua kegiatan ini menjadi bagian penting untuk mengingatkan bahwa pariwisata bahari tidak bisa dilepaskan dari kepedulian terhadap lingkungan.

Endro berharap Festival Bahari dapat menghadirkan pengalaman wisata yang lengkap, mulai dari olahraga, hiburan, rekreasi hingga kuliner.

“Kami berharap kegiatan seperti ini mampu mendorong kepedulian dan aksi nyata terhadap kelestarian laut,” tuturnya.

Pesan tersebut menjadi penting karena meningkatnya kunjungan wisatawan juga membawa tantangan tersendiri. Semakin banyak orang datang ke pulau-pulau wisata, semakin besar pula kebutuhan untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Dekat dari Jakarta

Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kepulauan Seribu Fahmi Ardi Ramlan mengungkapkan kawasan Kepulauan Seribu masih menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk berlibur.

Faktor jarak menjadi salah satu keunggulannya. Letaknya yang relatif dekat dari daratan Jakarta membuat Kepulauan Seribu lebih mudah dijangkau, terutama ketika masyarakat memiliki waktu luang pada akhir pekan maupun libur nasional.

Kondisi tersebut menjadi peluang bagi pelaku usaha dan masyarakat lokal untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari aktivitas pariwisata.

Wisatawan yang datang bukan hanya membutuhkan tempat untuk menikmati pemandangan laut. Mereka juga membutuhkan transportasi, makanan, penginapan, hingga berbagai jasa wisata. Perputaran kebutuhan tersebut berpotensi menjadi sumber pendapatan bagi warga setempat.

Fahmi berharap tingginya minat wisatawan dapat terus memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat Kepulauan Seribu.

“Kami berharap kegiatan ini akan menggerakkan ekonomi warga lokal, dan wisatawan dapat ikut menjaga kebersihan lingkungan pulau,” ungkap Fahmi.

Festival Bahari pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda wisata. Di tengah upaya mendatangkan pengunjung, festival ini juga membawa pesan bahwa laut adalah bagian utama dari kehidupan masyarakat Kepulauan Seribu.

Wisatawan datang untuk menikmati laut, tetapi keberlanjutan wisata bergantung pada bagaimana laut dan pulau-pulau itu dijaga. Dari perlombaan air hingga aksi membersihkan pulau, Festival Bahari mencoba mempertemukan dua kepentingan tersebut: menghidupkan pariwisata sekaligus merawat lingkungan yang menjadi daya tarik utamanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *