KabarJakarta.com – Bagi banyak keluarga, bermain bersama anak tidak selalu berlangsung di ruang khusus. Ruang keluarga, kamar tidur, hingga teras rumah kerap berubah menjadi tempat anak berlari, berimajinasi, mencoba hal baru, sekaligus menghabiskan waktu bersama orang tua.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa rumah sebenarnya memiliki banyak ruang untuk menciptakan momen bermain. Yang dibutuhkan bukan selalu ruangan tambahan, melainkan cara sederhana untuk membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih menyenangkan.
Melihat kebiasaan tersebut, koleksi GREJSIMOJS hadir dengan gagasan bahwa bermain dapat menjadi bagian dari kehidupan keluarga tanpa harus mengubah rumah menjadi ruang bermain khusus. Koleksi ini sebelumnya diperkenalkan secara global pada Februari 2026 dan kini tersedia lebih luas di Indonesia.
Interior Design Leader IKEA Indonesia Alfinda Krista Rahardyana menjelaskan, banyak keluarga sebenarnya ingin memiliki lebih banyak waktu bermain bersama anak, tetapi masih bingung memulainya.
“Kami melihat banyak keluarga ingin menghadirkan lebih banyak momen bermain di rumah, tetapi sering kali nggak tahu harus mulai dari mana. Padahal, bermain tidak selalu harus direncanakan atau membutuhkan ruang khusus,” ujar Alfinda.
Menurut dia, benda-benda yang sudah menjadi bagian dari rumah dapat dimanfaatkan untuk menciptakan interaksi. Dengan pendekatan tersebut, bermain tidak harus selalu berupa kegiatan yang dirancang khusus dan memerlukan waktu panjang.
Gagasan itu sejalan dengan IKEA Play Report yang menyebutkan 54 persen orang tua ingin lebih sering bermain bersama anak-anak mereka. Namun, keinginan tersebut kerap terbentur persoalan waktu, ruang, inspirasi, hingga biaya.
Artinya, kesempatan bermain sebenarnya dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Ketika aktivitas sehari-hari dikemas lebih menyenangkan, orang tua dan anak memiliki lebih banyak kesempatan untuk berinteraksi tanpa harus menunggu waktu khusus.
Senada, Public Relations Manager IKEA Indonesia Ririn Basuki menjelaskan bermain memiliki peran penting dalam membangun hubungan keluarga sekaligus mendukung proses belajar anak.
“Riset menyebutkan, anak-anak dan orang tua sama-sama ingin lebih banyak momen seru dan keceriaan di rumah. Karena bermain itu menyenangkan, menyatukan keluarga, dan membuat belajar menjadi sesuatu yang alami dan menyenangkan seumur hidup,” kata Ririn.
Koleksi tersebut mencoba menyatukan fungsi rumah dengan unsur bermain. Bentuk, tekstur, dan warna dibuat ekspresif sehingga produk tidak terlihat seperti mainan yang harus selalu disimpan setelah digunakan.
Salah satunya adalah pouffe dengan ruang penyimpanan. Anak dapat memasukkan mainan ke dalamnya seolah-olah sedang memberi makan. Aktivitas sederhana itu membuat kegiatan merapikan mainan terasa seperti permainan.
Ada pula lampu berbentuk jerapah dan anjing yang dapat menemani rutinitas sebelum tidur. Cushion dengan warna ekspresif serta gantungan berbentuk kaktus juga dapat menambah karakter ruang sekaligus memberikan fungsi praktis bagi anak.
Menurut Alfinda, kedekatan antara area bermain dan penyimpanan juga dapat membantu anak membangun kebiasaan merapikan barang.
“Kami juga melihat momen bermain akan lebih mudah menjadi bagian dari keseharian, ketika area bermain berada dekat dengan penyimpanan. Dengan begitu, anak-anak dapat bermain sekaligus belajar mengembalikan mainannya setelah selesai digunakan,” tuturnya.
GREJSIMOJS dikembangkan berdasarkan cara bermain yang dikelompokkan ke dalam 5 (lima) karakter, yakni Explore, Create, Imagine, Move, dan Compete. Pendekatan itu memungkinkan aktivitas bermain hadir dalam berbagai bentuk, sesuai minat dan karakter anak.
Pada akhirnya, bermain bersama keluarga tidak selalu membutuhkan ruang besar. Sofa, teras, kamar, atau sudut kecil di rumah pun dapat menjadi tempat untuk tertawa, berimajinasi, dan belajar bersama.
Rumah pun tidak lagi hanya menjadi tempat untuk beristirahat. Dengan sedikit kreativitas, ruang yang sama dapat menjadi tempat bekerja, belajar, berkumpul, sekaligus menciptakan kenangan bersama anak.
