21 Anak Jalani Operasi Bibir Sumbing Gratis di RSUD Ciracas

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin usai memberikan pengarahan ke jajaran Pemerintah Kota Jakarta Timur di Kantor Walikota, Kamis (8/5/2025). Foto: ANTARA

KabarJakarta.com – Sebanyak 21 anak menjalani operasi bibir sumbing dan langit-langit secara gratis dalam kegiatan bakti sosial di RSUD Ciracas, Cibubur, Jakarta Timur, Rabu. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi anak-anak dari berbagai wilayah untuk mendapatkan penanganan medis sekaligus meningkatkan rasa percaya diri mereka.

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menjelaskan, kegiatan sosial itu mendapat antusiasme cukup tinggi dari masyarakat. Sebanyak 31 anak sebelumnya telah didaftarkan untuk mengikuti operasi. Namun, tidak semua peserta dapat langsung menjalani tindakan medis karena harus melewati pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu.

“Hari ini, saya berada di RSUD Ciracas, Jakarta Timur, dalam rangka menghadiri bakti sosial untuk kegiatan operasi bibir sumbing. Totalnya 31 orang yang mendaftar. Hari ini dioperasi, yang bisa dioperasi 21 (anak),” kata Munjirin di RSUD Ciracas, Rabu (19/8).

Dari 21 anak yang dinyatakan memenuhi syarat operasi, sebanyak 18 orang merupakan warga Jakarta, khususnya Jakarta Timur. Sementara tiga pasien lainnya berasal dari luar wilayah DKI Jakarta.

Menurut Munjirin, kegiatan tersebut tidak membatasi usia peserta. Meski demikian, sebagian besar pasien yang hadir merupakan anak-anak berusia balita. Pemeriksaan atau skrining dilakukan untuk memastikan kondisi setiap calon pasien cukup baik dan aman untuk menjalani operasi.

“Jadi, yang memenuhi syarat ada 21, dan dari warga Jakarta Timur, DKI khususnya, ada 18, yang lainnya dari luar. Kita tidak menetapkan batas usia, ya, bebas aja. Cuma rata-rata yang hadir di sini memang anak-anak masih balita,” ujarnya.

Bagi Pemerintah Kota Jakarta Timur, bakti sosial tersebut bukan sekadar memberikan layanan kesehatan gratis. Operasi bibir sumbing juga dinilai memiliki manfaat bagi kehidupan anak dalam jangka panjang, terutama berkaitan dengan rasa percaya diri ketika berinteraksi dengan orang lain.

Munjirin menilai kondisi bibir sumbing terkadang dapat membuat anak merasa berbeda ketika berada di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat. Karena itu, penanganan sejak dini diharapkan dapat membantu anak tumbuh dan berkembang tanpa beban sosial yang berlebihan.

“Kami tentunya dari Pemkot Jakarta Timur sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini. Selain operasi bibir sumbing, ini untuk menumbuhkan kepercayaan kepada anak-anak kita yang ditakdirkan lahir dengan bibir sumbing,” jelasnya.

Ia berharap anak-anak yang menjalani operasi dapat kembali menjalani aktivitas dengan lebih percaya diri setelah proses pemulihan. Dukungan keluarga juga menjadi bagian penting agar anak tidak merasa rendah diri karena kondisi yang dialaminya sejak lahir.

“Dengan dioperasi, nanti pasti sembuh. Insya Allah, nanti di masyarakat, di sekolahan, di keluarga, bahkan nanti akan berkembang menjadi dewasa dan yang bersangkutan, anak-anak kita pasti akan PD, percaya diri,” ujar Munjirin.

Munjirin juga mengingatkan agar kondisi bibir sumbing tidak menjadi alasan untuk menyalahkan orang tua. Menurut dia, yang lebih penting adalah memastikan keluarga mendapatkan dukungan dan akses terhadap layanan kesehatan yang dibutuhkan.

Sementara itu, Kepala RSUD Ciracas Debby Permatasari mengungkapkan kegiatan operasi gratis tersebut terlaksana berkat dukungan Asosiasi Bedah Plastik Indonesia dan Yayasan Smile Train. Sebelum menjalani operasi, seluruh pasien harus mengikuti pemeriksaan selama satu hari untuk memastikan kelayakan medis.

“Ini seluruhnya ditanggung oleh Asosiasi Bedah Plastik Indonesia, kemudian jua dari Yayasan Smile Train,” tutur Debby.

Debby menyebut jumlah peserta kegiatan di RSUD Ciracas menjadi salah satu yang terbanyak dibandingkan pelaksanaan di wilayah lain. Dari keseluruhan peserta, jumlah anak-anak lebih banyak dibandingkan pasien dewasa.

“Ini kita paling banyak pesertanya, dibanding wilayah lain karena mungkin, Jakarta Timur itu banyak permukiman. Orang dewasa hari ini, Insya Allah, akan kita operasi. Tapi, memang jumlahnya lebih banyak anak-anak ketimbnang orang dewasa,” ungkap Debby.

Melalui kegiatan tersebut, operasi bukan hanya menjadi upaya memperbaiki kondisi fisik pasien. Bagi anak-anak, tindakan medis itu diharapkan menjadi awal untuk menjalani masa tumbuh kembang dengan lebih sehat, nyaman, dan percaya diri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *