KabarJakarta.com – Bukan sekadar seremoni pelepasan biasa, acara yang digagas Forum Lembaga Kursus dan Pelatihan (FPLKP) di Plaza Festival Kuningan, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 29 Agustus 2026, memberi arti penting. Di balik kegiatan Gebyar LKP 2026, tersimpan langkah ribuan anak muda Indonesia yang bersiap meninggalkan tanah air untuk memulai kehidupan baru di negara lain.
Sebanyak 4.021 alumni Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) resmi dilepas untuk bekerja di mancanegara. Mereka dipersiapkan mengisi berbagai kebutuhan tenaga kerja profesional, terutama di sektor hospitality dan caregiving.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu’ti memberikan apresiasi kepada FPLKP serta Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, khususnya Direktorat Kursus, atas penyelenggaraan Gebyar LKP 2026.
Menurut Mu’ti, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas sekolah. Lembaga pendidikan nonformal juga memiliki peran besar dalam menyiapkan generasi muda menghadapi dunia kerja.
“Pencapaian ini membuktikan peran penting lembaga pendidikan nonformal, khususnya lembaga kursus, dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Mu’ti di Jakarta, Sabtu (29/8).
Ia menilai lembaga kursus telah memberikan bekal pendidikan sekaligus keterampilan hidup (life skills) yang dapat menjadi modal bagi anak muda untuk memperoleh pekerjaan. Bekal tersebut tidak hanya dibutuhkan untuk bekerja di dalam negeri, tetapi juga membuka peluang memasuki pasar kerja internasional.
Pemerintah, kata Mu’ti, terus berupaya menghadirkan layanan pendidikan yang mudah dijangkau, fleksibel, dan terjangkau masyarakat. Upaya tersebut sejalan dengan arahan Presiden melalui berbagai program, termasuk SMK Go Global dan SMK 3+1.
Bagi para alumni yang bekerja ke luar negeri, kesempatan tersebut juga membawa tanggung jawab lebih besar. Mereka diharapkan tidak hanya bekerja dan memperoleh penghasilan, tetapi turut memperkenalkan Indonesia di negara tujuan.
“Mereka yang akan berangkat ke luar negeri bukan sekadar mencari rezeki, melainkan bertindak sebagai diaspora dan duta Indonesia. Mereka membawa misi memperkuat kerja sama serta jaringan bisnis antara Indonesia dan negara tujuan,” kata Mu’ti.
Senada, Ketua Umum FPLKP Zoelkifli M. Adam menjelaskan lembaga kursus dan pelatihan selama ini konsisten mencetak tenaga kerja dengan kompetensi yang dibutuhkan industri. Setelah mengikuti pelatihan, alumni memiliki pilihan untuk bekerja maupun membuka usaha sendiri.
“Lembaga kursus dan pelatihan merupakan salah satu satuan pendidikan yang konsisten dalam menciptakan SDM berkompetensi tinggi,” ujar Zoelkifli.
Ia menyebut sektor hospitality menjadi salah satu bidang yang paling banyak menyerap lulusan LKP. “Pekerjaan tersebut mencakup perhotelan, koki, housekeeping, hingga tenaga pengasuh atau caregiver,” paparnya
Zoelkifli menambahkan, “Hal ini merupakan wujud konkret kolaborasi antara lembaga kursus dan pemerintah dalam meruntaskan masalah pengangguran dan kemiskinan di Indonesia,”
Dalam pelepasan kali ini, para alumni akan bekerja di 11 negara, di antaranya Jepang, Malaysia, Bulgaria, Thailand, Albania, Singapura, dan Turki.
Yang menarik, tingkat kelulusan dan kompetensi peserta pelatihan berada pada kisaran 89 hingga 98 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa pelatihan tidak berhenti pada pemberian keterampilan dasar, tetapi diarahkan agar lulusan benar-benar siap memasuki dunia kerja.
Dukungan terhadap program kursus dan pelatihan juga datang dari DPR RI. Ketua Komisi X DPR Agung Widyantoro menegaskan bahwa pihaknya mendukung program Kemendikdasmen, khususnya penguatan lembaga kursus dan pelatihan.
“Komisi X DPR mendukung penuh program Kemendikdasmen, khususnya yang dilaksanakan oleh lembaga-lembaga penyelenggara kursus dan pelatihan,” katanya
Menurut dia, pendidikan berbasis keterampilan menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Program tersebut sekaligus dapat membantu pemerintah menghadapi persoalan pengangguran dan kemiskinan.
“Kehadiran program-program ini mampu mendongkrak pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang terus didorong oleh Presiden Prabowo melalui program Asta Cita,” jelasnya
Dengan bekal keterampilan di tangan, ribuan alumni LKP kini membawa harapan masing-masing. Mereka berangkat bukan hanya untuk mencari pekerjaan, tetapi juga membuka jalan baru bagi keluarga dan menjadi bagian dari wajah Indonesia di tengah persaingan tenaga kerja global.
