Abu Vulkanik Tipis Anak Krakatau Terpantau di Kepulauan Seribu, Warga Diminta Waspada

Petugas membagikan masker kepada masyarakat di Kabupaten Kepulauan Seribu, yang terpapar sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Foto: Pemkab Kepulauan Seribu

KabarJakarta.com — Sebaran abu vulkanik tipis dari Gunung Anak Krakatau terpantau di wilayah Kepulauan Seribu pada Rabu (9/9). Meski demikian, kondisi wilayah tersebut masih dinyatakan kondusif dan aktivitas masyarakat tetap berjalan seperti biasa.

Kepala Satuan Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Seribu Mansyah menjelaskan pihaknya terus memantau kondisi di lapangan, terutama perkembangan arah angin dan kemungkinan meluasnya sebaran abu vulkanik.

“Kami mengimbau warga agar waspada, menggunakan masker saat ada di luar rumah, serta mengikuti informasi resmi terkait perkembangan sebaran abu vulkanik,” kata Mansyah.

Menurut Mansyah, pemantauan dilakukan BPBD Kepulauan Seribu bersama sejumlah pihak terkait. Informasi mengenai arah angin dan sebaran abu diperoleh dengan mengacu pada perkembangan yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang tepat apabila terjadi perubahan kondisi. BPBD juga menyiapkan langkah antisipasi apabila sebaran abu vulkanik berdampak terhadap kesehatan warga.

“Kami juga koordinasi dengan puskesmas untuk mengantisipasi apabila ada warga yang mengalami keluhan. Seperti gangguan pernapasan atau iritasi mata,” ujar Mansyah.

Sementara itu, Pemerintah Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, turut mengambil langkah pencegahan dengan membagikan sebanyak 300 masker kepada masyarakat.

Masker dibagikan di sejumlah lokasi yang menjadi pusat aktivitas warga. Kawasan dermaga dan area publik menjadi sasaran pembagian karena banyak masyarakat melakukan aktivitas di ruang terbuka di lokasi tersebut.

Sekretaris Kelurahan Pulau Panggang Adehan membeberkan pembagian masker merupakan bagian dari upaya mitigasi kesehatan yang dilakukan bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.

“Kegiatan bagi-bagi masker merupakan bagian dari upaya mitigasi kesehatan, yang dilakukan jajaran kelurahan bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD),” kata Adehan.

Menurut dia, langkah tersebut diharapkan dapat memberikan perlindungan tambahan bagi warga, khususnya mereka yang harus beraktivitas di luar rumah ketika abu vulkanik masih berpotensi terbawa angin.

Selain membagikan masker, pihak kelurahan juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menggunakan masker saat berada di luar rumah. Warga diminta tetap tenang, tetapi tidak mengabaikan potensi dampak abu vulkanik.

Adehan juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan selama kondisi tersebut. Salah satunya dengan memastikan tempat penampungan air dalam kondisi tertutup dan bersih.

“Kami mengimbau warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, termasuk memastikan tempat penampungan air agar tetap tertutup dan bersih. Itu untuk mencegah kemungkinan terkontaminasi abu,” tutur Adehan.

BPBD dan pemerintah setempat mengimbau warga Kepulauan Seribu untuk terus mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang. Masyarakat juga diminta segera memanfaatkan layanan kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan, iritasi mata, atau keluhan kesehatan lainnya setelah terpapar abu vulkanik.

Exit mobile version