KabarJakarta.com — Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta proses pencarian lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, dilakukan secara maksimal. DPR berharap seluruh jurnalis dan kru kapal yang hilang segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan pihaknya terus memantau perkembangan operasi pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan. Menurut dia, seluruh instansi terkait perlu mengerahkan kemampuan terbaik agar keberadaan para jurnalis segera diketahui.
“Kami sudah mendorong kepada instansi terkait dan juga memonitor upaya-upaya yang dilakukan secara maksimal, agar kejelasan dari teman-teman tersebut bisa segera diketahui,” kata Dasco di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (9/9).
Dasco berharap pencarian yang dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur tersebut dapat memberikan hasil terbaik. Ia menilai kejelasan mengenai kondisi para jurnalis menjadi hal penting, terutama bagi keluarga yang hingga kini masih menunggu kabar.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa. Ia mengingatkan seluruh pihak untuk memperhatikan faktor keselamatan dalam menjalankan operasi pencarian. Menurutnya, kondisi di sekitar Gunung Anak Krakatau memiliki risiko tinggi akibat aktivitas erupsi.
Saan meminta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) terus melakukan pencarian dengan sungguh-sungguh. Upaya tersebut dinilai penting karena keluarga korban dan masyarakat masih menantikan informasi terbaru mengenai keberadaan mereka.
“DPR terus berupaya mendorong agar seluruh pihak terkait secara sungguh-sungguh dan maksimal dalam mencari keberadaan mereka,” kata Saan.
Pencarian diperluas
Operasi pencarian memasuki hari kedua pada Rabu (9/9). Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso menjelaskan tim SAR memperluas cakupan pencarian dengan membagi personel dan armada ke dalam empat search and rescue unit (SRU).
Operasi dimulai pukul 07.00 WIB dengan melibatkan sejumlah unsur SAR serta dukungan armada laut dan udara. Pembagian SRU dilakukan agar wilayah pencarian dapat dijangkau secara lebih luas.
SRU 1 menggunakan KN SAR Tetuka 247 untuk menyisir hingga 68,3 nautical mile (NM). SRU 2 mengoperasikan KAL Anyer dengan cakupan hingga 69,5 NM. Sementara itu, SRU 3 menggunakan RIB 01 Lampung dengan jarak penyisiran 67 NM.
Adapun SRU 4 mengerahkan RIB 02 Banten untuk menyisir wilayah perairan di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang.
Selain armada utama tersebut, operasi juga didukung KP Sanjaya, RIB 03 Lampung, rescue car, truk personel, serta drone thermal. Peralatan tersebut digunakan untuk membantu pemantauan dari udara, termasuk mendeteksi kemungkinan keberadaan korban. Tim juga menyiapkan peralatan medis dan komunikasi darurat.
Keselamatan jurnalis jadi perhatian
Anggota Komisi I DPR RI Iman Sukri juga meminta pencarian dilakukan secepat mungkin dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia. Ia menilai setiap waktu sangat berharga dalam operasi penyelamatan.
“Setiap waktu adalah sangat berharga. Kami minta seluruh pihak memaksimalkan sumber daya dan memperluas area pencarian. Prioritas utama adalah menemukan seluruh korban secepat mungkin dalam keadaan selamat,” ujar Iman.
Menurut Iman, keselamatan jurnalis harus menjadi perhatian karena profesi tersebut sering menuntut pekerja media berada di lokasi dengan risiko tinggi demi mendapatkan informasi langsung.
Kelima jurnalis yang hilang kontak itu adalah M. Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA Biro Banten, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari kantor berita Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis lepas.
Mereka dilaporkan hilang kontak bersama tiga kru kapal cepat Arupadhatu 1 sejak Senin (7/9).
Sebelumnya, Kapolda Banten Inspektur Jenderal Polisi Hengki memimpin koordinasi dengan tim SAR gabungan di Posko SAR Nasional, Pandeglang. Ia memastikan seluruh unsur penyelamat berupaya mengoptimalkan pencarian dengan tetap mengutamakan keselamatan tim.
“Seluruh tim dikerahkan agar memastikan kesiapan dan kerja keras secara maksimal terkait keterpaduan tim SAR ini,” kata Hengki.
DPR berharap koordinasi antarlembaga terus diperkuat sehingga operasi pencarian berjalan efektif dan kelima jurnalis bersama tiga kru kapal dapat segera ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat.
