KabarJakarta.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut ketahanan ekonomi Jakarta terus menunjukkan kinerja positif. Salah satu indikatornya terlihat dari pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan II 2026 yang mencapai 5,52 persen.
Hal tersebut disampaikan Pramono dalam Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Balai Kota Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (17/8).
Menurut Pramono, pertumbuhan ekonomi Jakarta juga memiliki peran besar terhadap perekonomian nasional. Jakarta memberikan kontribusi sebesar 16,32 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Selain pertumbuhan ekonomi, kondisi inflasi di Jakarta juga dinilai masih terkendali, yakni berada pada angka 2,5 persen. Pramono mengatakan capaian tersebut menjadi modal penting untuk membawa Jakarta menuju target sebagai salah satu dari 50 kota global terbaik pada 2030.
Namun, ia mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak cukup jika manfaat pembangunan hanya dirasakan oleh sebagian masyarakat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kata dia, harus memastikan hasil pembangunan dapat dinikmati secara lebih merata.
“Pembangunan di Jakarta diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas kesempatan kerja, mengurangi ketimpangan, dan memastikan tidak ada warga yang tertinggal,” ujar Pramono.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menempatkan pembangunan manusia sebagai salah satu prioritas. Berbagai program pendidikan dan peningkatan kesejahteraan terus dijalankan, mulai dari Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), pemutihan ijazah, program padat karya, hingga dukungan terhadap program Sekolah Rakyat.
Pramono menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam pembangunan Jakarta.
“Kemajuan kota Jakarta harus dimulai dari manusianya. Kesempatan memperoleh pendidikan dan peningkatan kualitas hidup haruslah terbuka seluas-luasnya demi memutus rantai ketidakberuntungan,” paparnya.
Di sektor layanan publik, Pemprov DKI Jakarta juga melanjutkan pembangunan infrastruktur dan transportasi. Sejumlah proyek yang didorong antara lain LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai, MRT Fase 2 Bundaran HI-Kota Tua, Pedestrian Deck Dukuh Atas, pembangunan rumah sakit di eks lahan RS Sumber Waras, serta penguatan konektivitas transportasi menuju Kepulauan Seribu.
Penataan kota turut menjadi perhatian. Salah satunya melalui pembongkaran tiang monorel di Jalan H.R. Rasuna Said dan penguatan integrasi transportasi publik di kawasan Jakarta International Stadium (JIS)-Ancol.
“Bersamaan dengan itu, penataan ruang kota terus dimaksimalkan, termasuk pembongkaran tiang monorel di Jalan H.R. Rasuna Said dan penguatan integrasi transportasi publik di kawasan JIS-Ancol,” kata Pramono.
Dalam bidang lingkungan, Jakarta mendorong kebiasaan memilah sampah sejak dari sumber. Pemprov DKI juga mengoptimalkan TPS 3R serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.
Sementara dalam tata kelola pemerintahan, Jakarta terus mengembangkan inovasi pembiayaan, termasuk melalui obligasi daerah. Pemprov DKI juga mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama sembilan tahun berturut-turut.
“Bagi Pemprov DKI, merdeka berarti memberikan pelayanan yang terbaik agar masyarakat merasa dilindungi, aman, nyaman, serta memiliki rasa kepemilikan terhadap kotanya melalui semangat ‘Jaga Jakarta’,” ujar Pramono.






