Investasi Jakarta Rp173,6 Triliun Serap 289 Ribu Tenaga Kerja pada Semester I 2026

Sejumlah pelamar kerja mengisi formulir pendaftaran secara daring di bursa kerja (Job Fair) Jakarta Selatan 2026 di Gedung Nyi Ageng Serang, Kuningan, Jakarta, Selasa (7/7/2026). Foto: ANTARA

KabarJakarta.com – Realisasi investasi di DKI Jakarta sepanjang semester I 2026 mencapai Rp173,6 triliun. Capaian tersebut tidak hanya mencerminkan tingginya minat investor untuk menanamkan modal di ibu kota, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja yang mencapai sekitar 289 ribu orang.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, jumlah tenaga kerja yang terserap berasal dari investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebanyak sekitar 220 ribu orang. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) menyerap sekitar 78 ribu tenaga kerja di berbagai sektor usaha.

Kepala Unit Pengelola Jakarta Investment Centre (UP JIC), Ezrin Kartika, mengungkapkan capaian tersebut sebagai wujud investasi yang memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari banyaknya proyek yang sudah berhasil, tetapi juga dari dampak ekonominya. Investasi menciptakan lapangan kerja, meningkatkan aktivitas usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Ezrin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (6/8).

Menurutnya, tingginya jumlah tenaga kerja yang terserap menjadi bukti bahwa investasi yang masuk ke Jakarta tidak sekadar menghadirkan tambahan modal bagi dunia usaha. Lebih dari itu, investasi telah membuka kesempatan kerja bagi masyarakat dan menggerakkan berbagai sektor ekonomi yang saling berkaitan.

Ezrin memaparkan, keberadaan investasi yang terus tumbuh memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat kegiatan ekonomi nasional. Hal tersebut didukung oleh infrastruktur yang memadai, pasar yang besar, hingga ekosistem bisnis yang dinilai semakin kompetitif dibandingkan daerah lain.

Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi Jakarta untuk mempertahankan daya tariknya di mata investor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

“Pada akhirnya, investasi mendukung transformasi Jakarta sebagai kota global yang kian layak huni, inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujar Ezrin.

Untuk menjaga tren positif tersebut, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan berbagai upaya dalam memperkuat iklim investasi. Salah satunya melalui penyederhanaan proses perizinan agar pelaku usaha bisa lebih mudah merealisasikan rencana investasinya.

Selain itu, pemerintah juga memperluas digitalisasi layanan investasi sehingga berbagai proses administrasi dapat dilakukan secara lebih cepat, transparan, dan efisien. Penyediaan data investasi yang semakin lengkap juga terus dikembangkan sehingga investor memperoleh informasi yang akurat sebelum mengambil keputusan.

Ezrin menambahkan, Jakarta Investment Centre (JIC) turut memberikan pendampingan kepada investor sejak tahap awal. Pendampingan telah dimulai dari penjajakan minat investasi, pelaksanaan business matching, koordinasi dengan perangkat daerah dan badan usaha milik daerah (BUMD), hingga proses realisasi investasi.

Melalui layanan tersebut, investor diharapkan memperoleh kepastian dalam menjalankan usahanya sekaligus kemudahan dalam menyelesaikan berbagai proses administrasi dan koordinasi dengan instansi terkait.

Menurut Ezrin, pelayanan yang terintegrasi menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan investor terhadap Jakarta sebagai tujuan investasi.

Ke depan, Pemprov DKI Jakarta akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, kalangan dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan guna mempertahankan momentum pertumbuhan investasi yang terus menunjukkan tren positif. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga arus investasi tetap tumbuh di tengah tantangan ekonomi global, sekaligus memperluas penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat.

Dengan realisasi investasi mencapai Rp173,6 triliun dan penyerapan sekitar 289 ribu tenaga kerja hanya dalam 6 (enam) bulan pertama tahun 2026, Jakarta kembali menunjukkan perannya sebagai motor penggerak perekonomian nasional. Capaian ini menjadi indikator bahwa investasi tidak hanya mendorong pembangunan proyek dan pertumbuhan usaha, tetapi juga memberikan manfaat langsung melalui terbukanya kesempatan kerja dan meningkatnya aktivitas ekonomi di berbagai sektor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *