KabarJakarta.com — Suasana kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, berubah semarak pada Senin pagi, 17 Agustus 2026. Derap kaki pasukan berkuda, suara marching band, dan iring-iringan kendaraan pengawal mengawali Kirab Bendera Pusaka dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kirab dimulai sekitar pukul 08.11 WIB dari kawasan luar Monas. Sejumlah warga yang sejak dini hari telah berada di sekitar lokasi tampak antusias menyaksikan arak-arakan menuju Istana Merdeka.
Barisan awal ditandai dengan kehadiran 45 pasukan motor kawal Polisi Militer dan drum corps Pelopor Cendrawasih Akademi Kepolisian. Suara musik dan derap kendaraan kemudian disusul pasukan berkuda yang tampil gagah di sepanjang jalur kirab.
Di tengah rombongan, Kereta Kencana Garuda Prabayaksa bergerak perlahan membawa dua benda penting dalam rangkaian peringatan kemerdekaan, yakni bendera pusaka dan teks Proklamasi.
Bendera pusaka dibawa Purna Paskibraka Duta Pancasila 2025, Bianca Sultana Najwa, siswi SMAN 82 Jakarta. Sementara teks Proklamasi dipercayakan kepada Aliah Sakira, siswi SMAN 14 Makassar.
Keduanya duduk di atas kereta kencana dengan penuh kehormatan. Dari Monas, mereka membawa simbol perjuangan bangsa tersebut menuju Istana Merdeka untuk digunakan dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi.
Sebelum berangkat, bendera dan teks Proklamasi terlebih dahulu diserahkan dalam prosesi khusus di Ruang Kemerdekaan Monas. Setelah itu, keduanya dibawa keluar untuk mengikuti kirab yang menjadi salah satu pembuka rangkaian peringatan HUT ke-81 RI.
Kirab tahun ini kembali menghadirkan pemandangan yang selama beberapa tahun terakhir menjadi bagian penting dari perayaan kemerdekaan di Jakarta. Pasukan berkuda dan marching band membuat perjalanan bendera pusaka tidak sekadar menjadi prosesi kenegaraan, tetapi juga tontonan bagi masyarakat.
Dari tradisi Jakarta hingga perjalanan ke IKN
Kirab bendera dari Monas menuju Istana Merdeka memiliki sejarah yang cukup panjang dalam rangkaian peringatan kemerdekaan. Rute tersebut menjadi pola yang lazim digunakan untuk membawa bendera Merah Putih dan teks Proklamasi dari tempat penyimpanannya di Monas menuju lokasi upacara di Istana.
Pada 2024, tradisi tersebut sempat mengalami perubahan besar. Untuk pertama kalinya, bendera duplikat Sang Merah Putih dan teks Proklamasi dibawa dari Monas menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam rangkaian HUT ke-79 RI. Saat itu, pemerintah menyebut perubahan rute tersebut sebagai bagian dari sejarah baru dalam perjalanan simbol-simbol kemerdekaan.
Tradisi kirab kembali menghubungkan Monas dan Istana Merdeka pada peringatan HUT ke-80 RI pada 2025. Saat itu, rombongan bergerak dari kawasan Monas melalui Jalan Medan Merdeka Barat sebelum memasuki halaman Istana Merdeka.
Dengan demikian, kirab pada 2026 kembali menegaskan hubungan simbolik antara Monas sebagai salah satu ikon perjuangan dan kebangsaan dengan Istana Merdeka sebagai lokasi upacara kenegaraan.
Garuda Prabayaksa
Kereta Kencana Garuda Prabayaksa menjadi salah satu daya tarik utama dalam prosesi tersebut. Kereta ini dibuat secara khusus di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk digunakan dalam rangkaian peringatan HUT ke-80 RI pada 2025.
Namanya memiliki makna tersendiri. Garuda merupakan simbol negara Indonesia, sedangkan istilah “Prabayaksa” berasal dari kata “praba” dan “yaksa” yang dimaknai sebagai cahaya besar atau cahaya terang.
Kehadiran kereta tersebut memberikan nuansa historis sekaligus budaya dalam prosesi kenegaraan. Bentuknya yang menyerupai kereta kencana kerajaan berpadu dengan simbol-simbol kebangsaan membuat perjalanan menuju Istana menjadi lebih menarik perhatian.
Pada kirab 2026, Garuda Prabayaksa kembali ditempatkan sebagai kendaraan utama pembawa bendera pusaka dan teks Proklamasi. Kereta tersebut dikawal pasukan dalam jumlah besar, termasuk pasukan berkuda dan unsur pengamanan lainnya.
Pemandangan itu membuat kawasan Monas pagi itu terasa berbeda. Warga yang berdiri di sepanjang jalur menyaksikan rombongan lewat sambil mengabadikan momen menggunakan telepon seluler.
Bagi sebagian masyarakat, kehadiran mereka sejak subuh bukan semata untuk melihat arak-arakan. Kirab menjadi kesempatan untuk merasakan langsung suasana peringatan kemerdekaan dari dekat.
Prosesi menuju Istana Merdeka ini merupakan bagian dari rangkaian Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ke-81 RI yang mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
Setelah melewati perjalanan dari Monas, bendera pusaka dan teks Proklamasi akan digunakan dalam upacara di Istana Merdeka.
Di balik derap kuda, dentuman drum dan kemegahan kereta kencana, kirab tersebut pada akhirnya membawa pesan yang lebih sederhana: kemerdekaan bukan hanya sejarah yang dikenang, tetapi juga simbol yang terus dihadirkan kepada generasi berikutnya.
Pagi itu, dari Monas menuju Istana Merdeka, perjalanan bendera pusaka kembali menjadi pengingat bahwa setiap perayaan 17 Agustus selalu memiliki satu titik temu: menghormati masa lalu sambil membawa semangat Indonesia menuju masa depan.
