KabarJakarta.com — Penataan Lokasi Binaan (Lokbin) Kramat Jati di Jalan Raya Bogor, Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk menampung 193 pedagang kaki lima (PKL), khususnya pedagang ikan, hampir rampung. Progres penataan lokasi tersebut kini telah mencapai 85 persen.
Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menjelaskan, pekerjaan yang tersisa hanya tahap akhir atau finishing. Beberapa fasilitas masih diperbaiki sebelum lokasi tersebut digunakan para pedagang.
“Penataan telah mencapai 85 persen. Sekarang tinggal finishing, pemasangan lampu dan perbaikan pintu toilet. Untuk lainnya, sudah siap semuanya,” kata Munjirin di Jakarta, Senin (31/8).
Munjirin bersama jajaran Pemerintah Kota Jakarta Timur telah meninjau langsung kondisi Lokbin Kramat Jati pada Minggu (30/8) malam. Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas siap sebelum Lokbin tersebut diresmikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Selasa (1/9).
Menurut Munjirin, seluruh pekerjaan penataan ditargetkan selesai pada Senin. Salah satu pekerjaan yang menjadi perhatian adalah pemasangan lampu di area Lokbin.
Penerangan dinilai penting karena mayoritas pedagang ikan, kerang, kepiting atau rajungan, serta berbagai hasil laut lainnya beraktivitas pada malam hari. Dengan penerangan yang memadai, aktivitas perdagangan diharapkan dapat berlangsung dengan lebih aman dan nyaman.
“Lokbin ini untuk menampung 193 pedagang ikan dan sejenisnya yang sebelumnya berjualan di trotoar depan Pasar Kramat Jati,” ujar Munjirin.
Pedagang tak lagi jualan di trotoar
Munjirin memastikan para pedagang ikan tidak akan kembali berjualan di atas trotoar setelah penataan selesai. Pemindahan ke Lokbin menjadi bagian dari upaya pemerintah menata kawasan sekaligus memberikan tempat usaha yang lebih layak bagi pedagang.
Kepala Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil Menengah (PPKUKM) Jakarta Timur Andi Ahmad Refi mengungkapkan, penataan Lokbin Kramat Jati dilakukan secara bersama-sama oleh sejumlah organisasi perangkat daerah selama sepekan terakhir.
Pengerjaan kawasan bahkan melibatkan sekitar 100 personel gabungan pada Sabtu (29/8). Mereka berasal dari unsur kelurahan dan kecamatan, PPSU, Satgas Bina Marga, Dinas Lingkungan Hidup, Gulkarmat, Satpol PP, Sudin Perhubungan, PPKUKM, serta sejumlah unsur lainnya.
“Penataan kemarin, meliputi pendataan pedagang, pembersihan sampah, pengosongan kios, penataan trotoar, penyemprotan area, pengangkutan sampah, pembersihan saluran, pengecatan railing median jalan, serta pembuatan trotoar baru,” jelas Refi.
Dari kegiatan tersebut, petugas berhasil membersihkan sekitar 12 meter kubik sampah atau setara dengan 4-5 ton. Sampah tersebut diangkut oleh petugas dari Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Timur.
Sementara itu, jajaran Bina Marga melakukan pembenahan infrastruktur di sekitar kawasan. Pekerjaan mencakup pengecatan railing median jalan serta pembangunan trotoar baru.
Kondisi lingkungan juga dibenahi melalui penyemprotan area yang kotor dan pembersihan saluran air yang tersumbat oleh Sudin Gulkarmat. Langkah tersebut dilakukan agar kawasan Lokbin menjadi lebih bersih dan tertata.
Untuk menjaga kegiatan penataan tetap berjalan tertib, Satpol PP Kecamatan Kramat Jati melakukan pengamanan di sekitar lokasi. Sudin Perhubungan juga diterjunkan untuk mengatur lalu lintas dan memastikan aktivitas penataan tidak mengganggu arus kendaraan.
Dengan progres yang telah mencapai 85 persen, Pemkot Jakarta Timur menargetkan Lokbin Kramat Jati benar-benar siap digunakan sebelum peresmian. Relokasi ini diharapkan dapat mengakhiri aktivitas perdagangan di trotoar depan Pasar Kramat Jati sekaligus membuat kawasan tersebut lebih tertib.






