KabarJakarta.com – Peresmian operasional Light Rail Transit (LRT) Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai pada Rabu (26/8) membawa perubahan sementara pada arus kendaraan di sekitar kawasan Manggarai, Jakarta Selatan. Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional untuk memastikan kegiatan berjalan lancar tanpa mengganggu mobilitas warga secara berlebihan.
Rekayasa lalu lintas mulai diterapkan sejak pagi, terutama di sekitar Jalan Minangkabau Timur yang menjadi salah satu akses menuju kawasan Stasiun LRT Jakarta Manggarai. Pengaturan berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 11.00 WIB, sedangkan acara peresmian dijadwalkan berlangsung pukul 09.00 sampai 11.00 WIB.
Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin menjelaskan pengaturan lalu lintas dilakukan menyesuaikan kondisi di lapangan. Petugas akan melihat situasi kendaraan dan keramaian di sekitar lokasi sebelum melakukan pengalihan arus.
“Rekayasa lalu lintas diberlakukan secara situasional, di sekitar kawasan Stasiun LRT Jakarta Manggarai, selama kegiatan peresmian berlangsung,” kata Budi di Jakarta, Selasa (25/8).
Menurut dia, kebijakan tersebut bukan untuk menutup akses masyarakat, melainkan menjaga keamanan dan kelancaran pergerakan kendaraan selama kegiatan berlangsung. Akses warga maupun aktivitas perkantoran di kawasan Manggarai tetap diupayakan berjalan.
Masyarakat tetap dapat melintas dengan mengikuti pengaturan petugas dan menyesuaikan kondisi lalu lintas. Karena itu, pengendara yang biasa menggunakan ruas jalan di sekitar Manggarai perlu memperhitungkan perubahan rute dan waktu perjalanan.
Arus kendaraan dialihkan
Salah satu pengalihan diberlakukan bagi kendaraan dari arah selatan, khususnya kawasan Tebet, yang hendak menuju timur atau kawasan Proklamasi. Kendaraan yang biasanya menggunakan Jalan Minangkabau Timur akan dialihkan melalui Jalan Minangkabau Barat dan Jalan Sultan Agung sisi selatan.
Dari jalur tersebut, kendaraan diarahkan melakukan putar balik di U-Turn Pasar Rumput, kemudian menuju Jalan Sultan Agung sisi utara, Jalan Tambak, dan melanjutkan perjalanan sesuai tujuan.
Pengendara dari arah barat atau Dukuh Atas yang hendak menuju Tebet maupun kawasan Proklamasi juga akan mengalami perubahan rute. Kendaraan diarahkan melalui Jalan Galunggung, Jalan Sultan Agung, dan Jalan Tambak.
Dari Jalan Tambak, kendaraan dapat terus menuju Proklamasi. Sementara kendaraan yang hendak menuju Tebet dapat melakukan putar balik di depan RSIA Tambak.
Rekayasa juga berlaku bagi kendaraan dari arah timur kawasan Proklamasi menuju barat atau Dukuh Atas. Arus kendaraan dialihkan melalui Jalan Tambak dan Jalan Dr. Sahardjo. Kendaraan kemudian diarahkan melakukan putar balik di depan Toba Tabo, sebelum melanjutkan perjalanan melalui Jalan Sahardjo, Jalan Minangkabau Barat, dan Jalan Sultan Agung.
Warga diminta bersiap
Dishub DKI Jakarta turut menyediakan area parkir khusus tamu undangan di belakang Pasaraya Manggarai. Sementara itu, masyarakat yang tidak berkepentingan dengan kegiatan peresmian diimbau memilih rute alternatif untuk menghindari potensi kepadatan.
Budi meminta pengendara tidak hanya mengandalkan rute perjalanan seperti biasanya. Memperhatikan rambu dan mengikuti instruksi petugas menjadi hal penting selama rekayasa berlangsung.
“Kami berharap pengendara kendaraan dan masyarakat agar memperhatikan rambu-rambu, serta mengikuti arahan petugas di lapangan,” katanya.
Dengan pengaturan tersebut, peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai diharapkan tetap berlangsung aman dan tertib. Di sisi lain, masyarakat yang beraktivitas di sekitar Manggarai diharapkan dapat menyesuaikan perjalanan agar perubahan arus lalu lintas tidak menghambat aktivitas harian.
Bagi warga Jakarta, peresmian LRT bukan hanya menandai bertambahnya pilihan transportasi publik. Pada hari pertama operasionalnya, kawasan Manggarai juga menjadi titik perhatian, sehingga kesiapan lalu lintas menjadi bagian penting agar hadirnya moda transportasi baru tersebut tidak menimbulkan persoalan mobilitas di sekitarnya.






